Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Arumi Bachsin mengaku sudah lama tidak bermain bulu tangkis. Terakhir kali ia bermain ketika duduk di bangku sekolah dasar (SD). Makanya, jantungnya berdegup kencang tatkala memulai pertandingan bulutangkis dalam rangkaian acara jelang Djarum Indonesia Open Premier Superseries 2012.
Apalagi, ia bertandem dengan Hariyanto Arbi, pebulutangkis Indonesia yang pernah meraih All England 1993 dan 1994 itu. "Degdegan banget. Sudah pucat. Dalam waktu tiga menit saja (jantung) sudah pung, pung, pung," ucapnya, Sabtu, (26/5/2012), di Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Arbi memahami yang dirasakan wanita berhidung bangir itu. Makanya, Arbi kemudian memberikan wejangan kepadanya supaya lebih tenang dalam menghadapi pertandingan tersebut. "Kalau wejangan, dia bilang jangan ragu-ragu. Pukul-pukul saja," ucapnya.
Namun, ketegangannya tak juga sirna ketika permainan berlangsung. Apalagi, ia kesulitan mengembalikan shuttlecock lawan. Makanya, ia sangat mengandalkan Arbi dalam permainan tersebut. Meski skor sempat tertinggal, ia dan Arbi mampu mengembalikan kedudukan dan mengakhiri pertandingan dengan skor 22-20.
"Aku terpatok kepada Hariyanto Arbi saja. Dia kan pemain bulu tangkis profesional," terangnya.
Ketegangan yang dirasakannya dalam pertandingan, tidak mengurangi kesenangannya. Ia tampak menikmati pertangingan tersebut. Sebab, ia sudah lama tidak memainkan olahraga paling beken di Indonesia setelah sepakbola. Terakhir kali, ia bermain ketika masih duduk di bangku sekolah dasar.
Baca juga :




