Ghiboo.com - Film terbaru Garin Nugroho yang bertajuk Soegija, akan meramaikan film Indonesia pada 7 Juni mendatang.
Film mengisahkan sosok Mgr. Soegijapranata yang merupakan uskup pribumi pertama yang diangkat Vatikan. Kisah berlangsung pada periode 1940-1945.
Pada kurun waktu itu, Soegija turut memperjuangkan kemerdekaan melalui cara diplomasi. Sehingga Vatikan mendukung kemerdekaan Indonesia.
"Film hiburan ini memang perlu komunikatif tapi nggak hilang pesan," kata sutradara Garin Nugroho dalam jumpa pers di Platters Cafe, Kuningan, Jakarta, Kamis (24/5) kemarin.
Garin mencoba menonjolkan banyak tokoh dalam film ini. Mulai dari Koster yang jenaka, gadis Tionghoa Ling Ling yang mencari ibunya, gerilyawan Lantip yang ingin jadi politikus, perawat Mariyem yang kehilangan suami dan jatuh cinta kepada pria Belanda, fotografer Belanda Hendrick yang jatuh cinta kepada Mariyem, dan beberapa tokoh lain.
Musik dalam film ini digarap oleh Djaduk Ferianto. Dalam film ini lagu memang terdengar penting. Sebab, kata Garin, lagu-lagu ini merupakan penanda jaman pada masa itu.
"Biasanya film-film kita terlalu formal sejarah. Kalau ada lagu, mesti ada lagu 17 Agustus atau apa lah. Sementara lagu itu kan penanda jaman dan penanda kehidupan. Jadi kita letakkan lagu-lagu populer itu untuk sosial geografi di masa itu," jelas Garin.
Soegija sendiri merupakan film termahal yang pernah digarap Garin Nugroho. Dana untuk film ini mencapai 12 miliar dan memanfaatkan pemain hingga 2775 orang.
Dalam film ini banyak properti klasik yang digunakan, mulai dari alat pemancar radio, raket tenis, mobil antik, kotak musik, dan beberapa bangunan bersejarah.
"Membangkitkan memori bukan hanya lewat tanggal. Ada Stasiun Tugu jaman dulu, baju di jaman itu. Saya coba mengembalikan memori lewat imajinasi," jelasnya.



