'SINEMA PURNAMA' Merajut Kisah Romantis

Maraknya film omnibus memberi ruang bagi sutradara muda untuk tampil dan berkreasi. Yang terbaru, SINEMA PURNAMA, omnibus dengan 4 film feature akan tayang spesial di Blitzmegaplex, 3 Mei 2012, jam 19.30. SINEMA PURNAMA merupakan cetusan Imaginarium Entertainment yang kemudian menjalin kolaborasi dengan beberapa komunitas film yang lain, yaitu: Studio DG, Studio Amarana, Gundala Pictures, dan Mimpi2.

Salah satu sutradara di SINEMA PURNAMA, Pandu Birantoro, mengatakan, "Film THE KIOSK adalah sebuah film yang sudah lama saya impikan untuk dibuat, tetapi entah kenapa baru sekarang saya mendapatkan keberanian dan waktu untuk membuatnya. Film THE KIOSK buat saya adalah sebuah eksplorasi ruang yang apapun yang terjadi, waktu seperti tidak berubah atau dipaksa tidak berjalan," ujarnya usai screening di Blitzmegaplex, Pasific Place, Kamis 26/4/2012.

Selain THE KIOSK, ada cerita DUNIA PARUH WAKTU yang disutradarai Radian ‘Jawa' Kanugroho. "Film ini berkisah tentang tokoh Arman, seorang fotografer amatir yang sangat menyukai objek langit. Suatu hari, ia diberikan sebuah kamera foto analog oleh kekasih yang baru menjadi tunangannya, Rani."

Ternyata kamera tersebut bisa membawa Arman ke masa lalu, di mana Arman menginginkan langit yang bersih, tidak terkontaminasi oleh teknologi dan perkembangan yang dibuat manusia. "Namun, pertemuan Arman dengan Marni, seorang janda dari masa lalu, membuat Arman menyadari sebuah kenyataan yang mengharuskan Arman menentukan pilihan besar yang tidak hanya merubah dirinya, namun juga orang lain yang ada di sekitarnya," lanjut Radian.

DONGENG KSATRIA menjadi cerita ketiga. Ide film ini segar, bagaimana Gibran menerima tantangan geng kompleksnya, The Last Boyz, untuk masuk bersama mereka ke sebuah rumah kosong yang angker. Film karya Ray Nayoan ini memberikan sudut pandang berbeda bagaimana seorang anak menanggapi "penampakan". Kesan horor akan terlupakan dengan melihat tingkah polos mereka.

Dan semua film pada akhirnya dirajut menjadi SINEMA PURNAMA arahan Andra Fembriarto. Kisahnya tentang Ahmad yang menyelenggarakan Festival Film Jihad sebagai dakwah agar dapat menjadi seperti Ustad Mahmud, yaitu mendapatkan cinta. Tidak ada yang tertarik datang kecuali seorang wanita bernama Mba Sari. Ahmad meminta bantuan Mba Sari untuk membenahi festivalnya sebelum berakhir 4 hari kemudian. Dan pada hari terakhir festival film semua pemain ikut bergabung di Sinema Purnama. (kpl/uji/abs)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Terpopuler

Pantau berita terkini soal seleb!

Yahoo! OMG! kapan saja, di mana saja, ke ponsel kamu.