Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perseteruan Blue Eyes Cafe dan Syahrini belum berakhir. Kasus wanprestasi yang melibatkan bekas pasangan duet Anang Hermansyah itu, rupanya terus bergulir di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat.
Pihak Blue Eyes kembali melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Bogor, Jawa Barat, pada 5 Januari 2012, lalu.
"Kita mengajukan kembali gugatan pada 5 Januari 2012 ke PN Bogor. Di sini Syahrini dan Aisyah Zaelani (Aisyahrani) karena melakukan wanprestasi atau ingkar janji terhadap kontrak yang sudah disepakati dengan alasan force majeur," ujar Soni Wijaya, pengacara Blue Eyes, Jumat, (4/5/2012), di Rhys Auto Galery, jalan Radio Dalam Raya, Jakarta Selatan.
Dalam keterangannya, Syahrini membatalkan pertunjukkannya di Bali karena ayahnya mengalami sakit keras. Namun, alasan tersebut menurut Soni bukan force majeur. Sebab, force majeur yang sudah ditentukan oleh pemerintah adalah seperti dalam keadaan perang, huru hara, atau bencana alam.
Gugatan tersebut dilayangkan pihak Blue Eyes untuk kali kedua. Pada gugatan pertama, majelis hakim menyatakan Blue Eyes legal standing. Tak pelak gugatan itu tidak diterima. Namun, gugatan kembali diperbarui menjadi lebih detail kemudian mengajukannya kembali.
"Dalam persidangan sebelumnya majelis hakim memang tidak memenangkan pihak Syahrini dan Blue Eyes. Saat itu kita menerangkan ada cacat formil dan materil," terang Soni.
Jadi, dalam persidangan sebelumnya, Syahrini sebetulnya belum dinyatakan menang. Namun, pelantun "Kau Yang Memilih Aku" itu, mengadakan selamatan. "Syahrini dan kuasa hukumnya malahan mengadakan selamatan. Sangat disayangkan karena selamatan itu seolah-olah pihak Blue Eyes salah," ucapnya..
Kasus ini sebetulnya berlangsung Januari 2011, lalu. Blue Eyes Cafe mengontrak Syahrini untuk acara perayaan ulangtahun ke 2-nya yang berlangsung di Bali. Terkait pekerjaan itu, Syahrini sudah menerima honor penuh sebesar Rp 60 juta. Namun, pada hari H, pada 27 Januari 2011, Syahrini tidak memenuhi kewajibannya dengan alasan ayahnya sakit keras.
"Ya, kita setuju jika Syahrini meninggalkan pementasan dan pilih menjaga ayahnya yang sakit keras. Itu kami setuju. Maka Syahrini punya konsekuensi dengan mengganti kerugian kerugian yang dilanggar," tandas Soni.




