Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Morrissey, penyanyi legendaris dari Britania Raya itu, akan mengadakan konser perdana di pada 10 Mei 2012, di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta. Pertunjukan itu merupakan bagian dari rangkaian turnya bertajuk Morrissey Live in Jakarta.
Kedatangannya, disambut antusias. Sebab, banyak band di Indonesia yang ternyata terinspirasi musik Morrissey sekaligus The Smiths, band yang pernah dibesutnya bersama Johnny Marr, Andy Rourke, dan Mike Joyce.
Bayangkan, jumlah tiket untuk kelas tribun dan festival yang dibanderol Rp 550 ribu dan Rp 650 ribu sudah habis terjual. Yang tersisa dari 4286 tiket, hanya tinggal kelas VIP dengan harga banderol Rp 2 juta. Itu menunjukkan Morrissey belum tamat. Ia masih punya pesona atau daya tarik para pecinta musik meskipun masa keemasannya sudah lewat.
Morrissey mengawali karir bermusiknya pada 1982 sebagai vokalis The Smiths di Manchester. Band itu kemudian dianggap paling penting di awal 1980-an karena memiliki pengaruh luar biasa bagi genre musik Indie yang belakangan disebut Britpop. Setelah The Smiths bubar, Morrissey tetap melanjutkan karirnya sebagai penyanyi solo.
Pria kelahiran Manchester, 22 Mei 1959 itu, telah melahirkan banyak hits dalam karirnya. Di antaranya adalah "The More You Ignore Me, The Closer I Get", "Suedehead", Everyday is Like Sunday",
Indikapro, selaku promotor melakukan banyak persiapan untuk menyambut kedatangan Morrissey ke Jakarta. Salah satunya memuhi permintaannya supaya merasa nyaman ketika melangsungkan pertunjukannya itu.
"Permintaannya sih banyak. Tapi rata-rata masih dalam taraf biasa kok. Kecuali mixer audionya. Kami sempat kesulitan mendapatkan yang mereka minta. Tapi, sekarang sudah berhasil setelah mendatangkannya dari Surabaya," ucap Praditya Sutrisno, Operational Director Indikapro.




