Perumpamaan, 'seenak-enaknya di luar negeri, lebih enak negeri sendiri', kiranya dirasakan Nadia Vega. Apalagi pada hari lebaran tahun lalu, Nadia berada di Australia, di mana juga tengah menjalankan study.
"Kalau kemarin aku cuma berduaan aja sama om-ku, salat ied, terus udah, gak ada sungkemannya. Sungkemannya cuma sama Allah doang, abis itu ke kampus lagi. Jadi gak kerasa (lebarannya)," katanya saat dijumpai di sela kerjasama penggalangan donasi masyarakat melalui program Infaq via Kasir, Dompet Dhuafa - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk di Cikokol, Tangerang, Banten.
Walau begitu, dia tak ingin meninggalkan moment tersebut. Nadia pun mengucap selamat hari raya melalui dunia maya kepada orangtua dan keluarga. "Kalau di sini kan keluarga besar, ada sungkeman segala macem. Sungkemannya lewat Skype, jadi gak berasa," lanjutnya, Rabu (1/8).
Selain itu ada pula perbedaan yang mencolok, seperti makanan kala lebaran. Nadia pun merasa kesepian berlebaran di negeri orang. "Di sana susah cari lontong sayurnya. Bisa sih buat sendiri, tapi rasanya beda gitu. Kalau di Indonesia ini kan perayaannya besar banget. Di sana besar juga, ada kelompok-kelompok muslimnya kan banyak juga, tapi kan aku kemaren ngerasa sendiri banget, jadi kurang kerasa lebarannya," imbuhnya. (kpl/dis/dew)




