Bertujuan agar budaya Hallyu semakin mendapatkan perhatian dari turis berbagai negara, pemerintah Korea berencana untuk membangun sebuah arena dengan spesifikasi untuk penampilan K-Pop di Korea. Departemen strategi dan keuangan mengungkapkan rencana ini langsung diumumkan pada Konferensi Laporan Evaluasi Penampilan Kinerja Pertumbuhan dipimpin oleh presiden Korea Selatan, Lee Myung Bak pada 5 September.
Wakil departemen menteri keuangan Shin Jae Yoon yang hadir pada konferensi hari pertama menyatakan, “Kami memiliki rencana untuk membangun venue penampilan K-Pop di area metropolitan yang berkapasitas lebih dari 15,000.”
Saat ini, venue yang digunakan aris K-Pop untuk penampilan nasional adalah Olympic Gymnastics Stadium yang berlokasi di Seoul. Arena yang hanya menampung maksimal 15,000 penonton, yang berarti venue baru ini akan menjadi berkapasitas paling besar di negara ini.
Terdapat banyak tempat yang memungkinkan akan menjadi lokasi venue baru ini, termasuk Ilsan, Gyeonggi-do, distrik Magok dari Gangseo-gu, dan Chang-dong, Dobong-gu di Seoul. Perwakilan kelas tinggi dari Menteri Keuangan menjelaskan, “Ketiga lokasi memiliki keunggulan masing-masing, mungkin kami akan memulai pembangunan tahun depan, setelah melihat beberapa kondisi yang berbeda.” Venue ini diharapkan akan selesai pada tahun 2016.
Mendengar berita ini, pihak industry hiburan menerima dengan berterima kasih, Marketing & Publisitas Yedang Entertainment Park Yeon Ki menjelaskan, “Tidak ada tempat konser yang professional di Korea dimana kami dapat menargetkan kapasitas penonton besar. Jika venue baru ini dapat mendapatkan hasil yang bagus dan penampilan di kawasan area metropolitan, ini akan menjadi semakin baik meningkatkan popularitas budaya Hallyu.”
Di sisi lain, masih ada beberapa kekhawatiran. Seorang wakil dari sebuah lembaga yang tidak ingin disebut namanya mengatakan, “Beberapa tahun lalu, mereka mengatakan bahwa taman Hallyu berskala besar akan segera dibangun di Gyeonggi-do. Kami perlu mengingat contoh seperti ini, karena pada akhirnya, terdapat beberapa komplikasi tentang biaya konstruksi dan rencana menjadi terhenti. Untuk dapat melanjutkan budaya Hallyu, janji tersebut harus ditepati tanpa masalah apapun.”


