Sebelumnya diberitakan bahwa pihak manajemen Lady Gaga akan membatalkan konser di Indonesia. Namun hal itu ditampik pihak promotor konser Lady Gaga.
"Manajer Gaga, Troy, secara spesifik tidak menyatakan akan membatalkan konsernya di Jakarta," tegas pembicara dari promotor konser Lady Gaga Big Daddy Arif Ramadhoni di Citos, Jakarta pada Jumat (25/5) siang. Dia menambahkan, "Saat itu Troy hanya memberikan komentar mengenai industri musik secara keseluruhan, bahwa kreativitas tidak bisa dibatasi."
Lebih lanjut pihak Big Daddy menyampaikan bahwa banyak hal positif yang bisa diambil dari konser Lady Gaga. Indonesia dipilih sebagai tempat penyelenggaraan konser karena dinilai sebagai bagian dari Asia yang akan menjadi barometer budaya musik pop di masa mendatang. Kehadiran Gaga juga bisa menjadi pembelajaran bagi industri musik Tanah Air mengenai manajemen dan teknologi konser.
"Banyak hal positif yang bisa diambil dari konser ini. Hal-hal negatif sebaiknya kita kesampingkan."
Mengenai kepastian jadi atau tidaknya konser Lady Gaga di Jakarta, saat ini Big Daddy masih terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, di antaranya Kepolisian RI, Kementerian Pariwisata, dan pihak manajemen Lady Gaga agar konser dapat terlaksana sesuai harapan para Little Monster.
Jelajahi Konten Terkait
- KLa Project Siapkan Dua Konser Tunggal dan DVD Konser
- Dengan Alasan Keamanan, Aerosmith Batalkan Konser di Indonesia
- Alasan Aerosmith Batal Konser di Jakarta
- Sponsor Dibatasi, Konser Besar di Indonesia Terancam?
- Manajemen Carly Rae Jepsen Tak Rekomendasi Opening Act
- Konser Aerosmith di Indonesia Batal
- Perayaan 40 Tahun, God Bless Konser Tunggal
- Tidak Ada Masalah Keamanan untuk Konser Mika
- Promotor Ungkap Alasan Datangkan Carly Rae Jepsen
- Ikang Fawzi: "Indonesia Bukan Negara Pembajak"
- Aerosmith Akan Mengatur Ulang Jadwal Konser di Jakarta
- Konser di Bandung, Deftones Minta 8 Lusin Handuk
- ?Pitbull Gelar Konser Ketiga di Jakarta
- KLa Project Atasi Pembajakan Lewat DVD Konser Edisi Terbatas
Pilihan Redaksi
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Terpopuler

Silvana Paternostro: Jurnalis Feminis, Tapi Akhirnya Jatuh Cinta pada Lelaki Berbudaya Patriark
Perempuan asal Kolombia ini rutin menulis tentang Kuba, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan, untuk berbagai media, seperti World Policy Journal, The Paris Review, New York Times,Newsweek Magazine, dan The New Republic. Dia pun pernah menulis buku tentang gender (perempuan) serta perannya dalam pemerintahan dan agama di Amerika Latin, In the Land of God and Man: A Latin Woman’s Journey (1998), yang kemudian masuk dalam nominasi PEN/Martha Abrams Award kategori First Nonfiction.




Hari Ini di Yahoo!
Berita Terkini
- Penyebab Kebiasaan Mengerat Gigi Saat Tidur
- Mengenali Gejala Autisme Pada Anak
- Waspadai Gangguan Haid Polimenorea
- Cara Aman Bikin Kulit Lebih Putih
- Kapan Si Kecil Harus Mulai Belajar Menyikat Gigi?
- Lima Kiat Memilih Kacamata Hitam yang Sehat
- Kenyataan Menyedihkan di Balik Sehelai Pakaian
- Manfaat Menyantap Serangga (dan Risikonya)
- Lima Bidang Kerja yang Paling Banyak Dicari
- Ini Dia Wali Kota Termuda di Dunia