Kairo (ANTARA) - KBRI Khartoum melibatkan puluhan mahasiswa dan masyarakat Indonesia setempat untuk menggelar promosi budaya dan ekonomi di Donggola, ibu kota Negara Bagian Shimalia, Sudan, tempat kelahiran seorang tokoh ulama besar Indonesia di zaman Belanda.
Sebanyak 82 anggota masyarakat Indonesia di Khartoum, selama dua hari pada akhir pekan lalu melakukan promosi akbar di Donggola, kata siaran pers yang diterima ANTARA Kairo, Jumat.
Donggola dikenal sebagai kota kelahiran Syeikh Ahmad Surkati Al Anshari, ulama pendiri Yayasan Al Irsyad di Indonesia.
Syeikh Surkati tercatat lahir di Donggola pada 1875 dan berhijrah ke Indonesia melalui Hadramaut, Yaman, tahun 1911, sebagai pengajar dan da`i.
Pada 1914, Syeikh Surkati mendirikan yayasan pendidikan dan dakwah, "Jam`iyah Al Ishlah Wal Irsyad Al Islamiyah" atau disingkat menjadi Yayasan Al Irsyad di Batavia (Jakarta).
Kota Donggola berjarak sekitar 520 km dari ibu kota Sudan, khartoum.
Duta Besar RI untuk Sudan, Sujatmiko mengungkapkan, Donggola dipilih untuk misi promosi Indonesia karena kota itu memiliki ikatan emosional dengan bangsa Indonesia sebagai tempat kelahiran salah satu tokoh ulama besar di Tanah Air.
Menurut Dubes Sujatmiko promosi ini merupakan pagelaran besar pertama yang dilakukan KBRI di luar ibu kota Khartoum.
"Pagelaran budaya ini merupakan yang pertama dilakukan di luar ibu kota Khartoum dengan melibatkan peserta yang cukup besar dari berbagai elemen masyarakat Indonesia di Sudan," katanya.
Tim kesenian KBRI mencuri perhatian dengan atraksi seni di hadapan sekitar 1.000 penonton yang memadati ruang pertunjukan Masrah Mahera.
Tari Pendet yang dibawakan oleh anak-anak keturunan Indonesia-Sudan menjadi pembuka.
Kemudian berturut-turut ditampilkan Tari Rantak, Tari Saman, Angklung, Pencak Silat, Jaipong serta Fashion Show Pakaian Tradisional dan Batik.
Video promosi yang menampilkan modernitas Indonesia dan promosi wisata turut memeriahkan pagelaran yang diwujudkan atas kerja sama KBRI Khartoum dan Pemerintah Kota Donggola.
Wakil Gubernur Shimaliya, Ir. Omer Mohamed Mohamed Noor, dalam sambutannya memuji hasil kerja sama KBRI dan Pemkot Donggola dalam upaya mempererat hubungan bilateral kedua negara.
"Kegiatan ini menunjukkan hubungan Indonesia-Sudan bukan sekedar bertengger di tataran teori dan romantisme sejarah, namun sesungguhnya hubungan erat memang nyata adanya," kata Wagub Omer.
Kepala Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Khartoum, Muhammad Syafri mengatakan kegiatan ini diliput sejumlah media cetak dan elektronik setempat, antara lain TV Shouruq, TV Sudan, koran Al Intibaha, Koran Al Raid dan Radio Donggola.
Kepala Fungsi Ekonomi KBRI Khartoum, Gatot Amrih, mengatakan misi promosi di Donggola ini merupakan batu loncatan untuk hubungan yang lebih konkrit.
"Pengusaha kita hendaknya memanfaatkan peluang di Donggala untuk menjalin mitra, sebagaimana para pengusaha Arab Saudi yang segera akan masuk ke wilayah itu untuk pengembangan pertanian, peternakan, perikanan hingga pertambangan dan infrastruktur," kata Gatot. (tp)

