Sebagai sosok yang menciptakan boneka Si Unyil, seniman Drs. Suryadi atau Pak Raden merasa sedih karena hasil karyanya itu diambil oleh Perusahaan Film Negara (PFN). Parahnya, Pak Raden mengaku sama sekali tak mendapatkan royalti dari PFN.
"Ya kalau dibilang sedih ya, tentu saja sedih. Kayak Laptop Si Unyil itu, karena teve swastanya menyewa unyil dari mereka (PFN) tiap bulan mereka dapat berapa juta ya dari Trans 7. Saya nggak bisa ngomong," ujar Pak Raden saat ditemui di Institut Kesenian Jakarta, Cikini, Selasa (17/7).
Sebelumnya, Pak Raden memang sempat mendapatkan tawaran dari Menteri BUMN, Dahlan Iskan yang merupakan pemimpin tertinggi dari PFN. Namun, Pak Raden menolaknya karena hal itu tidak sesuai dengan apa yang diciptakannya.
"Dahlan Iskan pernah nawarin saya gaji Rp10 juta per bulan. Memang saya tolak. Kalau saya terima, ini sudah berhenti. Artinya kami sudah kalah dan menerima saja apa kemauan mereka," ujar Pak Raden.
"Ya seperti menyumpal mulut, 'jangan ngomong apa-apa lagi deh, toh sudah saya kasih gaji Rp10 juta', begitu. Makanya kalau itu saya terima, perjuangan saya berhenti. Tidak terlaksana," pungkas Pak Raden. (kpl/adt/dew)




