Hari ini, Jumat (22/6) bertepatan dengan hari ulang tahun Kota Jakarta ke-485 tahun. Banyak sudah perubahan terjadi, pembangunan Jakarta terus mengalami perkembangan yang luar biasa. Namun disayangkan tidak diiringi tata kota yang mendukung ketertiban dan kenyamanan penduduknya. Artis cantik Shireen Sungkar menilai Jakarta semakin semrawut.
"Sebagai warga Jakarta, lahir di Jakarta, tinggal di Jakarta, kerja di Jakarta. Gak cuma jadi ibukota yang padat. Bukan menjadi ibukota buat mengadu nasib. Sekarang di Jakarta nggak rapih, polusi tinggi," ucapnya di Studio Dahsyat, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (22/6).
Setiap saat para pejabat selalu gembar-gembor tentang ketertiban, keamanan dan keindahan kota Jakarta, namun tidak pernah terealisasi dengan sempurna. Namun Shireen optimis seiring bertambahnya usia, akan semakin menjadi lebih baik.
"Mudah-mudahan bisa tercapai. Semakin tua mudah-mudahan ada perkembangan, nggak cuma sale atau konser. Introspeksi apa yang kurang. Kayak masih padat, macet, polusi. Aku saja butuh 2 jam perjalanan," ucapnya resah.
Meski dengan kondisi pelayanan publik yang serba tidak nyaman, Shireen tetap menjalankan kewajibannya sebagai warga negara, dengan rutin membayar pajak. Hasil dari pajak menurutnya tidak kurang untuk membangun Jakarta, namun sayang lebih dominan membangun pusat perbelanjaan, tanpa diikuti infrastrukturnya.
"Tapi masih banyak jalan yang bolong-bolong, rakyat Jakarta kan banyak. Semua bayar pajak. Uangnya nggak kurang. Perkembangan sih banyak. Tapi jangan cuma di shoping centre aja. Jangan digedungin semua. Bikin transportasi mengurangi mobil kendaraan bermotor. Jangan banjir," ungkapnya.
Jika memiliki kesempatan menjadi gubernur Jakarta, Shireen ingin membuat noda transportasi massal yang bisa membuat transportasi Jakarta lancar.
"Yang jelas pasti pingin bikin transportasi, busway, monorail. Bisa dalam satu kali jalan banyak orang yang naik, stasiun di setiap tempat ada. Karena Jakarta kan segala macem ngumpul," tegasnya. (kpl/gum/dar)




