TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Musyawarah Luar Biasa (Muslub) secara aklamasi, menetapkan Indra Sakti Harahap sebagai Ketua Umum PSMS Medan periode 2012-2016.
Keputusan itu menjadi ketetapan 28 dari 40 klub pemilik PSMS Medan di Hotel Candi, Medan, Minggu (29/7/2012).
Indra Sakti merupakan calon tunggal yang mendaftar pada bursa ketua umum. Muslub juga memutuskan dua kesepakatan mendasar.
Pertama, PSMS Medan harus satu sekaligus mengakhiri dualisme yang masih berjalan (ISL dan IPL).
Kedua, PSMS Medan hanya akan mengikuti satu kompetisi, menunggu kejelasan format kompetisi yang sedang dibahas Joint Committee bentukan AFC-FIFA.
Muslub dipimpin lima majelis pimpinan, yakni Martius Latuperissa, Sugeng Rahayu, Saryono, Alwi, dan Wendry.
Ketua Forum Pemilik PSMS Medan Martius Latuperissa mengatakan, terpilihnya Indra Sakti Harahap sekaligus mengakhiri dualisme kepengurusan dan kompetisi.
"Selepas ini kami memberikan mandat klub pada Indra Sakti, untuk membawa PSMS pada kejayaan yang diharapkan. Intinya, PSMS harus satu dan bermain di satu kompetisi. Kami yang menggagas muslub ini dipastikan tidak akan duduk di kepengurusan. Catat itu, supaya jelas kami tak punya kepentingan di sini," tegas Martius.
Terkait legalitas, Martius menjelaskan bahwa msulub sudah menjalankan mekanisme sesuai AD/ART klub.
"28 perwakilan klub hadir di sini dan menjatuhkan pilihan. Itu artinya sudah kuorum berdasarkan ketentuan 1/2 n+1. Kami juga masih menghormati Rahudman Harahap, dengan menyuratinya dua kali dalam kurun waktu dua bulan lebih," ungkapnya.
Surat pertama dilayangkan pada 4 Mei 2012, dilanjutkan surat kedua pada 26 Juni, yang isinya meminta penyelenggaraan muslub.
"Tapi, tidak ada tanggapan dari beliau. Saya tegaskan, dualisme ini karena Rahudman Harahap. Dia yang teken berjalannya PSMS Medan ISL dan IPL," tutur Martius. (*)
BACA JUGA
- Korea Selatan Buka Pintu Perempat Final
- Jepang Susul Brasil, Lolos ke Perempat Final
- Jika ke MU, Robin van Persie Ingin Gaji Setara Rooney
- Pemain MU Ini Belum Juga Mau Perpanjang Kontrak



