Otosia.com - ADAC Rallye Deutschland pada 24 - 26 Agustus ini hanya menggelar 15 SS . Tak sepanjang seri Kejuaraan Dunia lainnya seperti Rally Argentina yang panjang, Acropolis yang panas dan ganas, serta tricky-nya rute Selandia Baru.
Tiga seri itu sudah dilewati Subhan Aksa dengan mulus dengan hasil sementara ini 3 Besar klasemen FIA 2012 PWRC .
Mampukah pereli kebanggaan Indonesia ini mengulang podium sebagaimana dua hasil sebelumnya di Acropolis dan Selandia Baru? Subhan tak berani berjanji kecuali berharap bisa finish di kelompok 5 Besar.
Akan menjadi sebuah prestasi spektakular jika bisa kembali ke podium. Itulah prakiraan sementara setelah ia dan sang navigator Jeff Judd melakoni survey Rally Jerman sepanjang Selasa dan Rabu dengan total jarak 900 km.
"Sejak awal kami menilai Rally Jerman jadi tantangan tersendiri. Mayoritas lintasannya aspal dan itu adalah pengalaman pertama saya setelah bertahun-tahun hanya melahap rute-rute gravel," kata Subhan yang tiba di Frankfurt, Jerman, pada 19 Agustus dan melakukan Shalat Ied bersama warga Indonesia di Konjen RI Frankfurt.
Dua hari survey itu benar-benar jadi pengalaman baru buatnya. Banyak hal yang harus diubah di lintasan aspal, antara lain gaya mengemudinya. Teknik mengendalikan setir dan perpindahan gigi, katanya, sangat berbeda dibandingkan reli di lintasan gravel. Begitu pun pacenote , sedikit berubah agar lebih presisi terutama di beberapa area yang jalan di depannya tak terlihat.
"Intinya, akan sangat tak mudah melalui reli ini meski memang kelihatannya gampang karena di lintasan aspal. Sedikit saja salah bisa fatal. No margin for error. Kecepatan mobil pasti lebih kencang dibandingkan rute gravel," kata Subhan yang belum bisa menentukan jenis ban yang bakal dipakai, berkompon lembut atau keras yang tentunya sangat berpengaruh membantu performa mobil.
Rencananya, pilihan akan diambil seusai latihan resmi pada Kamis siang waktu setempat. Dari keseluruhan rute yang disurvey, Subhan menggarisbawahi dua wilayah yang menuntutnya harus ekstra waspada mengendalikan Mitsubishi Evo X-nya.
Yang pertama adalah kawasan Baumholder yang merupakan markas dan arena latihan pasukan tank Angkatan Darat Jerman. Karakter lintasannya sangat unik, perpaduan aspal mulus licin, lintasan beton yang biasa dilalui tank, dan sedikit trek gravel berdebu.
"Agak sulit menentukan set up mobil di lintasan campuran seperti itu. Apalagi di seputar lintasan bertebaran batu-batu beton raksasa yang menjadi alat latihan tentara Jerman di kawasan ini. Lintasannya ada yang mulus dan kasar, ada yang lebar dan banyak juga yang sempit," cerita Subhan yang saat survey sempat terkesan karena melaju bersebelahan dengan tank tentara Jerman.
Kawasan lain yang diantisipasi secara khusus adalah Mosel, area perkebunan anggur terbesar di Jerman. Jalanan di sela-sela pohon anggur itu sangat sempit, hanya untuk satu mobil. Di sini butuh konsentrasi 100% lebih jika tak ingin mobil nyungsep menabrak pohon anggur yang meski kecil tapi bisa berakibat parah pada mobil.
"Saya dan Jeff sudah merancang strategi di masing-masing SS berdasarkan hasil survey kemarin. Kita lihat hasil 6 SS awal pada Jumat esok. Mudah-mudahan bagus sehingga bisa berharap lebih pada dua hari sisanya," tutup pereli Bosowa Rally Team ini.
Sementara itu, dukungan besar juga datang dari penduduk Indonesia yang bermukim di Jerman dengan memastikan untuk hadir pada setiap start di beberapa SS. Subhan mengharapkan dukungan masyarakat Indonesia agar ia dapat memberikan performa terbaik.
"Kita akan coba fokus untuk menyelesaikan musim ini dengan bagus dan mudah-mudahan bisa kembali tahun depan," katanya dengan optimistis. (kpl/nzr/bun)




