Kepastian kabar korban tragedi Shukoi Super Jet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat belum diperoleh keluarga korban. Pihak Basarnas baru merilis, saat ini 12 korban yang sudah ditemukan, namun belum bisa diidentifikasi.
Musisi Badai Kerispatih yang ayah mertuanya turut dalam pesawat naas tersebut, sampai hari ketiga ini hanya bisa memantau melalui media atau juga langsung Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.
"Terakhir saya dapat kabar baru reruntuhannya doang, sekarang untuk menuju reruntuhan itu medannya sangat sulit. Mereka sebenarnya yang aku ikutin. Mereka sudah ada di bawah cuman posisinya sangat terjal, jadi sangat kesulitan untuk ke sana," ujar Badai di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Jumat (11/5/2012).
MENYINGKAP MISTERI KABUT TEBAL DI GUNUNG SALAK
Jika ayah mertuanya tidak diketemukan sampai besok, Badai akan mencarinya sendiri ke lokasi kejadian.
"Jadi tadi siang gue dah bilang ke istri gue, kalau papa nggak ditemukan besok gue yang akan ke sana. Memang gue tidak punya pengalaman tapi kalau perlu gue yang mencari," tandasnya dengan menahan kesedihan.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Daryatmo mengungkapkan bahwa tim SAR yang terdiri dari 78 orang pendaki telah menemukan sebanyak 12 jasad korban. Namun belum bisa dilakukan identifikasi, dan evakuasi pun mengalami kesulitan.
"Tapi belum bisa diidentifikasi dan dievakuasi karena helipad untuk evakuasi udara belum bisa digunakan. Cuaca juga sedang kurang mendukung," katanya saat menyampaikan keterangan kepada pers di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Jumat (11/5/2012). (kpl/hen/dar)



