Washington (AFP/ANTARA) - Serangan di sebuah konsulat Amerika di Libya yang menyebabkan kematian duta besar Amerika dan tiga stafnya menyerupai operasi Al-Qaeda, kata seorang anggota parlemen AS yang memiliki akses ke intelijen, Rabu.
âMasih ada beberapa rincian yang tidak jelas... tapi jelas semua ini memiliki ciri-ciri dari sebuah aksi ala Al-Qaeda,â kata Mike Rogers, ketua Partai Republik dari Komite Badan Intelijen (House Intelligence Committee/HIC), kepada CNN.
âSelama beberapa bulan kami telah melihat Al-Qaeda mencari target orang-orang Barat. Itu terjadi di seluruh Afrika utara. Kami telah melihat beberapa aktivitas tertentu yang membuat Anda percaya pada hari ini bahwa serangan ini terkait dengan kelompok Al-Qaeda,â katanya.
Serangan pada Selasa oleh orang-orang bersenjata di konsulat AS di kota Benghazi Libya muncul di tengah-tengah gelombang protes di dunia muslim menentang sebuah film Internet amatir buatan Amerika yang dianggap menghina Nabi Muhammad.
Namun serangan di kedutaan AS dilakukan oleh sebuah kelompok yang lebih kejam dan bersenjata berat yang demonstrasi lainnya, menyebabkan banyak ahli berpendapat bahwa serangan tersebut merupakan sebuah operasi yang direncanakan oleh kelompok yang terorganisir.
Serangan tersebut terjadi pada 11 September, sebuah tanggal penting bagi para militan jihad yang mana tanggal tersebut merupakan peringatan serangan Al-Qaeda pada 2001 di New York dan Washington.
Ditanya apakah dia percaya bahwa tanggal tersebut signifikan, Rogers merujuk pengalamannya pada masa lalu dalam penegakan hukum: âSaya adalah orang kawakan FBI. Saya tidak percaya banyak peristiwa yang kebetulan terjadi pada hari yang sama. Jadi tentu saja kelihatannya seperti itu menurut saya.â (kn/ik)

