Syanne Susita
  • Katy Perry. Foto oleh Syanne SusitaSebagai penikmat musik, saya sebelumnya jarang mengagumi penyanyi wanita (kecuali yang benar-benar memiliki lagu enak). Sejak tahun lalu prinsip itu berubah. Saya mulai mengoleksi lagu Lady Gaga, Katy Perry, Rihanna, Niki Minaj, Adele, Taylor Swift, hingga dua penyanyi pendatang baru bersuara menghanyutkan: Skylar Grey dan Christina Perri.

    Selain punya vokal khas/berkarakter, tampang cantik dan musik yang keren, para penyanyi wanita itu juga memiliki beberapa kesamaan — yang jadi faktor penentu dominasi mereka di blantika musik dunia.

    Pencitraan kreatif

    Memiliki suara bagus dan tim penggarap musik hebat ternyata tidak  cukup. Menengok kesuksesan Beyonce, Lady Gaga dan Katy Perry sekarang ini, pencitraan super kreatif menjadi satu faktor penentu. Perhatikan betapa “bunglon”-nya para penyanyi wanita ini dalam setiap video klip. Tidak hanya penulis lagu atau pengarah musik paling bagus saja yang dikumpulkan dalam satu tim, tim kreatif untuk pencitraan juga.

    Jika Lady Gaga punya Haus of

    Selengkapnya »dari Tiga Faktor Penyanyi Wanita Mendominasi
  • Penggemar K-pop berduka lagi. Kembali satu rencana perhelatan konser grup CN Blue dibatalkan hanya dua hari sebelum Hari-H. Ini berarti musibah K-pop kedua yang terjadi tahun ini. Di awal tahun, grup JYJ juga mendadak batal manggung karena permintaan teknis yang tak terpenuhi.

    FNC Music, pihak manajemen artis CN Blue, melalui website mengeluarkan pernyataan yang beda-beda tipis. Promotor dianggap tidak sempurna mempersiapkan konser.

    Pihak promotor membela diri dengan mengatakan permintaan manajemen sering berubah-ubah pada menit terakhir. Salah satu permintaan yang tak dapat dipenuhi adalah: komitmen menjual tiket 80 persen dari muatan gedung.

    Poin ini terdengar agak aneh dalam kontrak konser. Bukankah jika artis konser di satu tempat maka kompensasi atau honor yang diterima didasarkan pada kesepakatan? Dengan adanya poin 80 persen ini seolah-olah honor manggung sang artis dibayarkan menggunakan sistem royalti. Apakah mungkin seperti itu? Kok jadi seperti jualan CD?

    Bukankah asalkan

    Selengkapnya »dari Antara Cinta dan Benci Dalam Bisnis K-Pop
  • Perubahan suara akibat pubertas yang menimpa para penyanyi pria cilik memang kejam. Tak banyak penyanyi yang berhasil menjual album yang memperdengarkan suara baru mereka. Contoh mereka yang gagal misalnya Hanson dan Aaron Carter. Album mereka tak sukses di pasar.

    Bagaimanapun, vokal merupakan satu faktor penentu kesuksesan  lagu — di luar improvisasi permainan, aransemen musik atau penjiwaan lagu. Dari vokal itu pula hadir karakter atau menjadi merek (brand) atau ciri khas band atau artis.

    Justin Bieber bersama tim kreatif di belakangnya (baca: Scooter Braun) tampaknya sadar sekali hal itu. Berbekal dengan debut album fenomenal, apa langkah selanjutnya untuk mempertahankan merek Justin Bieber?

    Jawabannya: album transisi. Dengan album bertema Natal, pendengar diarahkan untuk fokus pada vokal Justin Bieber, bukan lagunya. Dalam lagu-lagu yang cukup akrab di kuping, pendengar diajak membiasakan diri terhadap perubahan drastis vokal Justin.

    Produser The Messengers yang kebagian menggarap

    Selengkapnya »dari Strategi Transisi Justin Bieber
  • Kim Hyun Joong, salah satu seleb Korea yang mengaku melakukan operasi plastik pada hidungnya. (AP Photo/Chiang Ying-ying)Ketika pertama kali berkunjung Korea di 2003, saya hanya heran mengapa banyak wanita yang menggunakan hak tinggi kemana pun mereka pergi. Ini termasuk saat datang ke konser rock di ruangan terbuka di mana hujan badai menyertai sepanjang konser. Dalam hati saya berpikir mungkin inilah yang namanya perbedaan budaya.

    Namun terus terang beberapa tetap terlihat janggal buat saya. Saya heran melihat para pria membawa tas besar yang dikempit di tangan dan menggunakan dasi atau celana berwarna pink atau warna pastel lainnya. Atau ketika melihat para pria cuek bersolek di kaca telepon genggamnya atau melihat jejeran klinik kecantikan di Apkujong dan mendapati beberapa wanita keluar dari klinik menggunakan masker dan kaca mata hitam. Bahkan Korea Tourism Board di dalam buku tentang Korea menawarkan paket tur medis, yang berarti peserta akan berkeliling dari satu klinik ke klinik lain melihat kecanggihan teknologi perbaikan estetika tubuh ini.

    Salah satu teman saya dari Malaysia sempat ikut tur

    Selengkapnya »dari Kenapa Korea Terobsesi Operasi Plastik
  • Demam kpop kumat lagi. 2PM memenuhi janjinya. Taecyeon, Nichkhun, Junsu, Junho Wooyoung dan maknae Chansung datang lagi, meluluhkan hati penggemarnya, dan menundukkan semua keraguan. Termasuk keraguan saya, penonton yang super kecewa dengan penampilan grup super pendek dan super seadanya di Blackberry Live and Rockin’ 19 Maret kemarin.

    Penampilan mereka di JITEC di tanggal cantik kemarin Jumat sangat ciamik. Tidak rugi saya mengeluarkan kocek delapan ratus lima puluh ribu untuk berdiri di festival selama dua jam sepuluh menit, menyaksikan aksi panggung grup menyanyikan total dua puluh empat lagu, termasuk satu hit Jepang grup “I’m Your Man”.

    Saya tutup mata dengan vokal off pitch Nichkhun dan Taecyeon saat melantunkan “My Valentine”, musik yang terasa agak “kering” karena tidak ada suguhan instrumen musik sama sekali di atas panggung alias sepenuhnya minus one atau playback, dan bloking panggung yang sering meleset dengan suara efek pada saat duel samurai Chansung di sesi solonya,

    Selengkapnya »dari Ketika Semua Terbuai 2PM
  • Jika musik di Asia cenderung dilanda demam boyband K-pop, di Barat justru penyanyi solo yang sedang duduk di kursi panas. Contohnya Adele, Rihanna, Katy Perry, Lady Gaga, Bruno Mars dan tidak lupa Justin Bieber. Karakter vokal yang khas serta lirik yang kuat menjadi kekuatan utama mereka.

    Jajaran penyanyi solo itu akan bertambah dengan kehadiran penyanyi asal Suffolk bernama Ed Sheeran.

    Mendengarkan album debutnya yang berjudul “+” mengingatkan saya ke masa pertama kali mendengarkan James Blunt atau Bruno Mars. Lagu pertama langsung membuat saya terkait. Lagu kedua, membuka sampul album. Lagu ketiga, mules (atau istilah kerennya, merasakan “kupu-kupu dalam perut). Lagu keempat membuat saya membesarkan volume iPod, dan tersenyum terus sampai lagu terakhir.

    Hanya menonton klip video yang sama sekali tidak menampilkan wajahnya di Channel V, “The A Team”, saya langsung jatuh cinta dengan vokal khas Ed Sheeran. Vokal melankolis seperti itu, buat saya, tidak perlu dukungan visual.

    “The A Team”

    Selengkapnya »dari Cumbu Manis Ed Sheeran
  • Saya punya dua alasan untuk penasaran terhadap album terbaru Red Hot Chili Peppers “I’m With You”.

    Pertama, album ini ditunggu-tunggu setelah band ini vakum cukup lama. Mereka baru berkumpul lagi pada 2009 dan mulai menggarap album bersama Rick Rubin, sang produser.

    Kedua, masuknya gitaris baru, Josh Klinghoffer yang menggantikan John Frusciante. Akan seperti apa kebisingan permainan gitar Josh dalam musik RHCP? Apa bisa menggantikan John yang dikenal jenius menciptakan melodi asyik dan klasik di antara gebukan drum Chad dan betotan bas Flea?

    Ternyata Josh bisa membaur dengan baik dengan Anthony, Chad dan Flea. Album dengan 14 lagu ini dipastikan akan menyenangkan hati penggemar. Buat band yang sudah malang-melintang 27 tahun, perubahan musik ekstrem sudah tidak diperlukan lagi. Setia pada konsep musik lama, itulah yang dilakukan RHCP.

    Dominasi betotan Flea yang meliuk-liuk liar serta gebukan gahar drum Chad Smith masih terdengar menjadi kekuatan band. Begitu juga rap datar tanpa emosi

    Selengkapnya »dari Pendekar Tanpa Tendangan Jitu
  • Banyak hal unik bisa ditemukan di dunia K-pop, salah satunya adalah persaudaraan di antara boyband dan girlband. Media sering mengangkat cerita bagaimana mereka bisa terjun ke dunia yang sama, serta hubungan dinamis yang saling mendukung.

    Kekuatan persaudaraan memang kuat. Lihat saja kakak-beradik Kim Hyung Jun (SS501) dan Kim Ki Bum (U-Kiss). Setelah SS501 vakum dan sang adik keluar dari U-Kiss, mereka kini sibuk merintis bisnis online bersama.

    Ingin tahu siapa saja artis K-pop yang bersaudara? Simak terus deh.

    Dara 2NE1 – Cheondong MBLAQ
    Park bersaudara terjun ke bisnis musik Korea secara tidak sengaja. Sang kakak, Sandara Park, direkrut oleh YG Entertainment setelah bos YG, Yang Hyun Suk melihat Dara kecil dalam liputan KBS yang menampilkan karir Dara yang menanjak di Filipina sebagai BoA versi lokal. Setelah menjalani program pelatihan akting selama enam bulan, Dara pun bergabung dengan YG Entertainment dan kemudian memulai debut Korea-nya dalam grup 2NE1.

    Sedangkan sang adik Cheondong

    Selengkapnya »dari Bersaudara Dalam K-pop
  • Konser Linkin Park di Makau. (Syanne Susita/Yahoo!)

    Banyak hal yang membuat saya kagum dengan Linkin Park. Chester Bennington dan kawan-kawan selalu menawarkan ide-ide terobosan baru dalam setiap karyanya. Ketika mereka manggung di Makau dua tahun yang lalu, misalnya. Antara percaya atau tidak, saya melongo ketika melihat daftar cendera mata yang dijual di situ: rekaman audio konser.

    Lho, konser belum dimulai, kok rekamannya sudah dijual?

    Ternyata, yang dijual adalah kode khusus dan sebuah CD kosong. Rekaman audio baru bisa diunduh dari website dua bulan selanjutnya, dengan memasukkan kode khusus tadi. Canggih deh! Memang menunggu cukup lama dan sedikit berjudi. Tapi, rekaman itu menjadi kenang-kenangan konser yang paling berharga.Dalam rangkaian tur kali ini, Linkin Park kembali membuat terobosan baru. Semenjak bencana tsunami, grup asal California ini mendirikan Music For Relief (MFR) dan meluncurkan program Download to Donate.

    Saya sempat mencoba ketika Haiti terkena musibah. Sekitar 16 lagu dari berbagai artis mulai dari Linkin Park sendiri sampai Enrique Iglesias gratis diunduh.

    Selengkapnya »dari Beramal Sambil Menonton Konser
  • Salah satu keuntungan menonton festival musik adalah mengenal musik dan band yang sebelumnya tidak saya tahu. Nah, jika bukan karena "Java Soulnation", saya mungkin tak mengenal band Depapepe.

    Seorang teman hanya mengatakan, Depapepe duo gitaris akustik dari Jepang. Ketika saya tanya lebih lanjut, sang teman juga tidak mengetahui lebih lanjut. Jadi, saya pun menonton tanpa catatan dan harapan.

    Depapepe mbuka konser tanpa kata-kata. Miura Takuya dan Tokuoka Yoshinari membungkuk 90 derajat cukup lama, sebuah cara unik untuk merebut hati penonton (termasuk yang awam seperti saya).

    Catatan pertama Depapepe saya pun dimulai: atmosfer hangat.

    Selengkapnya »dari Terbuai Alunan Gitar Depapepe

Penomoran Halaman

(65 Artikel)