Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Syanne Susita
    • Persaingan di kubu K-pop makin ketat seiring menjamurnya produk beserta agensi dan manajemen artis. Bila delapan tahun lalu hanya ada segelintir boyband/girlband yang bernaung di bawah tiga manajemen besar (SM, YG dan JYP), kini jangan ditanya lagi berapa jumlah mereka.

      Akibatnya, beragam cara pun dilakukan demi mempromosikan dan memasarkan produk K-pop. Ketika strategi koreografi unik, kostum panggung warna-warni, dan refrain lagu yang mudah diingat tidak mempan lagi menarik perhatian publik, agensi manajemen artis pun dipaksa untuk mencari strategi lain yang lebih kreatif.

      Cara termudah (sebagai sebuah negara dengan koneksi Internet cepat) adalah memaksimalkan media sosial seperti YouTube dan Twitter. Media sosial tampak sangat jitu dalam menciptakan “riak kehebohan”. Sebagai contoh, SM sukses memanfaatkan Facebook dan YouTube membangun rasa penasaran penggemar K-pop terhadap artis baru mereka EXO-K dan EXO-M.

      Klip video kedua artis ini ditonton jutaan penonton di YouTube. Kepopuleran

      Selengkapnya »
    • James Morrison. (Foto: Aloysius Lim / MTV Asia)Saya sudah jatuh cinta pada vokal serak James Morrison sejak pertama mendengarkan lagu “You Give Me Something”. Ketika penyanyi berumur 27 tahun ini digosipkan akan tampil di Java Jazz, saya pun langsung berketetapan hati ingin menonton. Sayang, gosip tinggal gosip.

      Keinginan menonton pertunjukan langsung Morrison akhirnya kesampaian setelah saya “menjemput bola” dan mendatangi sesi akustiknya di sebuah teve kabel di Singapura.

      Kenekatan ini tidaklah sia-sia. Begitu lirik “Since you’ve gone, nothing seems to fit no more...,” dinyanyikan, James Morrison membuat sekitar 200 penonton di  Resorts World Sentosa’s Waterfront Studio langsung terkesima dengan suaranya yang seksi.

      Tampil santai dan hobi curhat di depan penonton, tuduhan konser sendu pun salah besar. Dengan format semi akustik, konser yang berlangsung satu jam itu seperti mendengar rekaman album. Kualitas vokalnya tanpa cacat dan mengagumkan. Sulit untuk tidak semakin jatuh cinta padanya saat menonton konser mininya.

      Beberapa

      Selengkapnya »
    • Ketika demam bintang Hallyu dimulai, aktor-aktor drama populer pun menjadi favorit. Bae Yong Jun, Chang Dong Gun, Kwan Sang Woo, Song Seun Sung, dan Won Bin menjadi idola. Kini demam budaya pop Negeri Ginseng ini telah melebar.

      Yang menjadi favorit tidak lagi hanya drama, tetapi juga film, musik dan, media baru penyebar demam-nya, acara ragam (variety show). Seperti halnya bintang Hollywood muda jebolan Disney, para idola budaya pop Korea ini pun dituntut untuk tidak hanya jago akting tetapi juga luwes dalam berinteraksi di berbagai macam acara lepas di televisi.

      Di awal tahun 2012 ini bersiaplah dengan gempuran aktor pendatang baru yang tidak hanya bertampang ganteng, punya akting bagus tetapi juga punya bakat lain seperti menyanyi atau menjadi model di berbagai iklan.

      Joo Won (Foto: iSports Korea)Joo Won
      Sejak penampilannya di “King Baker Tae Gu”, Joo Won menjadi aktor jaminan untuk rating tinggi. Apalagi aktor kelahiran 20 September 1987 ini juga berakting dalam drama keluarga akhir pekan KBS yang juga mencetak

      Selengkapnya »
    • Foto dok. Sony Music HKLaruku tahu betul cara mengelola fanatisme penggemar demi menghasilkan keuntungan komersial.

      Kesan itu begitu terasa saat saya menghadiri konser perayaan 20 tahun karier L~arc~en~Ciel di Hongkong, 3 Maret lalu. Kota ini jadi tempat pemberhentian pertama Hyde, Ken, Tetsu dan Yukihiro dalam tur perayaan 20 tahun mereka di luar negeri.

      Sedari awal, cendera mata apa saja yang dijual di lokasi konser sudah dipromosikan jauh-jauh hari sebelumnya lewat Internet (satu teknik yang jarang atau tak pernah dilakukan band Barat). 

      Selama konser berlangsung, penonton dilarang mengambil gambar atau video. Petugas (lengkap dengan papan larangan) langsung menghampiri para penonton yang bandel. Jadi, suka atau tidak, penonton “dipaksa” untuk konsentrasi menonton konser.

      Tiadanya video dan foto jepretan penggemar tentu membuat penggemar lain (yang tidak menonton konser) jadi penasaran seperti apa konser di Hong Kong. Mereka yang hadir pun akan kehilangan koleksi rekaman konser yang mereka tonton.

      Di sinilah

      Selengkapnya »
    • Lana Del Rey (Foto: Universal Music Indonesia)Setelah Justin Bieber, bintang yang melejit lewat YouTube kini semakin banyak. Sebut saja, Greyson Chance dan Rebecca Black. Kini, daftar itu bertambah lagi dengan nama Lana Del Rey.

      Penyanyi bernama asli Elizabeth Woolridge Grant ini sebelumnya sempat terlibat dalam beberapa proyek musik, seperti “Sparkle Rope Jump Queen” (sekitar tahun 2008/9) dan “Lizzy Grant and the Phenomena”. Dengan nama Lizzy Grant, ia sempat mengeluarkan single “Kill Kil” dan album “Lana Del Ray A.K.A Lizzy Grant”. Namun, sayang album hancur di pasar.

      Kemudian, ia menyebarkan beberapa lagu kesukaannya dan memproduksi video klip dengan dananya sendiri untuk lagu “Blue Jeans” dan “Diet Mountain Dew” lewat Internet. Karya-karya online itulah yang kemudian menimbulkan rasa ingin tahu publik dan melejitkan cewek kelahiran New York ini.

      Berbeda dengan penyanyi YouTube lain, reaksi yang didapat Lana Del Rey justru penuh kontroversi. Pertama, ketika ia membeli seluruh album debutnya di pasar supaya tidak ada konflik

      Selengkapnya »
    • Bintang "Winter Sonata" Bae Yoon-joon dan Choi Ji-woo (Foto: Yoshikazu Tsuno/AFP)Ketika pertama kali drama Korea seperti “Winter Sonata” dan “Autumn in My Heart” disukai banyak orang (baca: penonton non-Korea), penyebabnya adalah alur cerita yang mengharukan dan menguras air mata.

      Dengan karakter drama seperti itu, tak heran penggemar drama Korea pun kebanyakan wanita, terutama ibu rumah tangga yang mempunyai waktu lebih banyak untuk menonton televisi. Namun, seiring dengan meluasnya demam budaya pop Korea dan getolnya pemerintah Korea Selatan mempromosikan pergerakan ini (termasuk menciptakan istilah bintang “hallyu” untuk para aktor), drama Korea pun mulai mengalami banyak perubahan.

      Banyak faktor penyebab. Tema cinta tetap menjadi daya tarik tetapi bumbu-bumbunya alias kemasan pun semakin bervariasi. Mulai dari komedi (“Full House”), laga (“City Hunter”), sejarah atau sering disebut dengan istilah saeguk (“The Moon That Embraces The Sun”) sampai fantasi (“49 Days”).

      Faktor penyebab lain adalah demam budaya pop Korea lainnya (yaitu musik K-pop) yang kini semakin

      Selengkapnya »
    • AKB48 (Koki Nagahama/Getty Images)Setelah berita tentang grup Laruku yang akan menggelar konser di Senayan pada 2 Mei mendatang, para penggemar musik Jepang di Indonesia kembali resah. Sebabnya, grup AKB48 akan datang ke Jakarta pada 25 Februari — dalam acara pertukaran budaya “Nihon Pop Culture Festival”.

      AKB48 adalah grup terlaris dan terpopuler sepanjang 2011. Total penjualan keseluruhan produk musik mereka tercatat mencapai 16,3 miliar yen (sekitar 5 persen dari total penjualan seluruh Jepang). Mereka sukses mengalahkan Arashi yang berada di urutan pertama selama dua tahun berturut-turut.

      Apa yang menyebabkan AKB48 begitu sukses? Apakah mereka memiliki vokal dashyat? Apakah mereka memiliki musik dengan aransemen canggih dan mengagumkan? Semua hal yang melejitkan AKB48 ini ternyata jauh dari semua itu.

      Girlband berkonsep unik
      Yasushi Akimoto adalah sosok yang berada di balik AKB48. Setelah sukses memproduksi acara televisi populer seperti “Utaban” dan “Oshare-ism” serta menulis lagu, Akimoto mewujudkan idenya yang

      Selengkapnya »
    • 2NE1 (Foto: Terence Tan/AP Photo)Virus K-pop memang mulai meluas ke mana-mana, tetapi apakah K-pop sebenarnya siap menyebarluas ke mancanegara?

      Dari segi musik, K-pop memang mulai merekrut produser dan penulis lagu Barat, seperti yang dilakukan JYJ dengan menggamit Kanye West. Atau proyek kolaborasi Girl’s Generation bersama Teddy Riley.

      Dari segi pencitraan, para artis K-pop juga tidak kalah dengan artis Barat. Jeremy Scott, desainer Amerika yang melejitkan konsep emas dalam produk Adidas, pernah mendandani Wonder Girls, Lee Hyori, SHINee, Big Bang, dan 2NE1. Kabarnya, malah Jeremy Scott bersahabatan dengan CL, ketua 2NE1.

      Dengan paduan dua hal itu, seharusnya K-pop tidak lagi menjadi musik favorit beberapa kalangan saja. Namun, setelah beberapa kali datang ke konser K-pop, saya merasa ada hal lagi yang kurang.

      Yang utama adalah kesulitan dalam bahasa Inggris atau Jepang. Tanpa kemampuan menguasai berbagai bahasa ini, K-pop akan sulit menembus penikmat musik awam. 

      Dan ini bukan tidak disadari oleh manajemen artis.

      Selengkapnya »
    • Foto: Syanne SusitaAlbum K-pop kini semakin mudah ditemui di hampir setiap toko kaset di Indonesia. Tidak hanya itu, dengan kemasan yang berani, album-album K-pop pun mulai masuk dalam jajaran album terlaris sebuah jaringan toko kaset terbesar.

      Memasuki tahun 2012, tawaran K-pop tampaknya akan lebih bervariasi. Tidak hanya dari segi kemasan, tetapi juga musik. Setidaknya ada lima album yang bisa dibilang mewakili K-pop dalam berbagai rasa ini.

      Keragaman ini diharapkan tidak hanya menyenangkan penggemar, tetapi juga pembuka jalan bagi mereka yang belum mengenal musik K-pop. Setidaknya, tidak harus bersusah-payah mencari jika ingin mencoba mengapresiasi.

      Inilah resensi singkat album-album K-pop itu.

      Lucky – Kim Hyun Joong
      Jarang album mini diproduksi secara lokal. Ini membuktikan, penggemar Kim Hyun Joong cukup banyak sehingga pihak perusahaan rekaman percaya diri untuk mengedarkan album yang berisikan enam lagu ini.

      “Lucky” merupakan album mini kedua ketua SS501 ini. Dalam album ini, ia melakukan perubahan

      Selengkapnya »
    • Bagi artis Jepang, keberhasilan menjual album berarti menebalnya kantong pemasukan — berkah dari kebijakan dumping yang membuat harga CD yang dijual di Jepang lebih mahal dibanding luar negeri. Sebagai efeknya, mereka (baik J-rocks maupun J-pop) jarang ada yang mau bersibuk ria mengembangkan diri di luar Jepang.

      Buat apa keluar kandang? Toh bekerja di ladang sendiri pun pemasukan sudah besar.

      Yang kasihan tentu para penggemar di luar Jepang. Alangkah sulit menikmati grup favorit mereka secara langsung. Mereka ibarat warga kelas dua karena kalah bersaing akibat tiada akses.

      Salah satu band yang masuk kategori di atas adalah L’Arc-en-Ciel. Legenda ini sering kali vakum. Hanya selang tiga tahun setelah perayaan 15 tahun, mereka memutuskan istirahat selama dua tahun. Lalu mereka berkumpul kembali dan menggelar tur keliling untuk merayakan 20 tahun karier.

      Laruku sadar sekali bahwa konser mereka akan sangat ditunggu-tunggu. Penampilan pertama mereka pada 28 dan 29 Mei tahun 2011 di Ajinomoto

      Selengkapnya »

    Penomoran Halaman

    (37 Artikel)