Februari memang telah datang tak terelakkan, seperti halnya pagi, siang, malam, lalu pagi lagi dan berulang seterusnya. Tapi, dalam urusan musik, terutama untuk lanskap musik Indonesia, saya masih merasa tahun 2011 yang baru saja lewat tetap pantas dikenang sedikit lebih lama.
Ada sudut pandang spesifik. Buat saya, sama sekali tak ada alasan untuk merayakan tahun 2011, mengklaimnya sebagai tahun yang bagus, jika yang kita perhatikan hanya yang terdapat di tataran arus besar. Memang toko-toko rekaman, yang boleh dibilang kini menjual hanya CD (juga VCD, DVD, Blue Ray, dan peralatan lain), belum sepenuhnya punah.
Tapi sebagian besar toko sesungguhnya adalah indikasi dari arus besar itu, yang, menurut saya, sama sekali tak menarik: stok item yang mereka jual adalah produk dari kegiatan pabrikan yang cenderung seperti ayam goreng Pak Kolonel atau burger McD.
Yang sesungguhnya lebih menggairahkan justru terasa di “arus bawah”, yang sayangnya masih saja jauh dari radar media. Jika harus disebutkan, fenomena di tataran inilah indikasi betapa musik Indonesia bukan saja jauh lebih kreatif, melainkan juga punya keberanian terukur untuk menantang risiko di sisi komersial.
Kebetulan, di kantor, belum lama ini saya ikut dalam diskusi menentukan album terbaik 2011. Ini kegiatan rutin yang menjadi dasar pemilihan tokoh musik — satu saja dari beberapa tokoh seni yang tiap tahun dipilih oleh kantor saya. Setiap peserta diskusi, terutama narasumber tamu, diminta mengusulkan album-album yang layak jadi calon. Dibandingkan tahun lalu, dari usulan-usulan yang ada, kali ini tak ada satu album pun yang berasal dari label besar.
Di daftar saya, sebelum buka-bukaan di forum itu, memang nihil calon dari label besar, yang lazimnya memperoleh kesempatan ekspose sangat besar di media. Saya merasa ini subjektivitas saya saja. Selera pribadi. Tapi setelah memperhatikan tumpukan CD yang ada di meja, dan apalagi daftar sepuluh album yang sudah pasti akan disinggung dalam pengantar tulisan nantinya, saya lega karena bebas dari perasaan kesepian.
Tentu saja, hal itu tak berarti semua produk label besar buruk. Lagipula, secara umum, saya percaya selalu ada musisi yang, dalam situasi kreatif bagaimanapun, terus berusaha membuat karya yang bagus. Soalnya adalah apakah kebebasan kreatifnya itu akan sama dengan yang bisa didapat jika dia bekerja sendiri tanpa komando siapa pun, kecuali, barangkali, produser atau music director yang memang dimintanya membantu.
Perbedaan kondisi itulah yang, harus diakui, menjadi salah satu alasan mengapa kandungan musik album-album di luar wilayah arus besar, katakanlah indie, jauh lebih beragam. Bukan itu saja. Album-album yang ada juga mencerminkan keberanian bereksperimen, membuat sesuatu yang lebih segar atau bahkan “baru”. Jika mau disebut, semua itu seperti indikasi bahwa working attitude para musisi di sana adalah tidak mengekor sukses seseorang atau, lebih tepat, sesuatu gaya musik. Prinsipnya adalah pushing the envelope.
Musisi sukses sebenarnya wajar jadi kiblat, pedoman, ilham, atau apa pun namanya. Jika mengikuti kata-kata B.B. King, alih-alih “mencuri sesuatu”, dari sana orang bisa “meminjam” — apa saja, formula, trik, atau gaya bermain. Masalahnya, siapa pun yang memilih mengikuti jejak musisi sukses seraya berkreasi di lingkup template yang sama akan sulit mengelakkan situasi yang menjadikannya sekadar epigon. Tidak serta-merta, memang; banyak musisi blues, misalnya, yang mengadopsi formula yang sama dan tetap berhasil menjadi dirinya sendiri.
Tapi dalam musik Indonesia, khususnya di tataran arus besar, fenomenanya justru memperlihatkan, itu tadi, keseragaman.
Para musisi indie atau mereka yang memilih bekerja di jalur indie terus-menerus melawan tren itu. Berkat semangat inilah musik Indonesia masih punya sisi lain yang jauh lebih cerah. Sisi itulah yang tetap memompakan harapan di kalangan penggemar musik yang bosan pada produk yang begitu-begitu saja.
Berdasarkan pengalaman di kantor saya, jika pada 2011 ada lebih banyak pilihan untuk menentukan album favorit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, saya optimistis akan semakin bertambah album-album bagus dari jalur indie yang layak dipertimbangkan di masa mendatang.
Bukan hal berlebihan bila, kemudian, kita berharap perkembangan itu bisa memacu gairah di kalangan musisi arus besar untuk memutar kemudi ke arah lain dan mencoba hal-hal baru yang lebih menantang.
Penomoran Halaman
Pilihan Redaksi
Latest Blogs
- Hugh Hefner Membelikan Rumah untuk Crystal Harris
- Kelly Rowland Iri kepada Beyonce
- Gaya Nyeleneh Seleb Di Penghargaan Billboard
- Foto-foto Pertama Nicole Kidman Jadi Grace Kelly di "Grace of Monaco"
- Hitam Putih Ratu K-Pop Lee Hyori
- Konser Blur di Jakarta: Itu Benar-benar Bisa Terjadi
- Lima Alasan Menonton "Star Trek Into Darkness"
BLOG DI OMG!
Terpopuler

Madrid Resmi Berhentikan Mourinho
Presiden Real Madrid, Florentino Perez telah mengumumkan untuk memutuskan kerjasama dengan Jose Mourinho pada akhir musim ini. Bahkan beberapa prediksi mengatakan kalau Mourinho akan melatih Chelsea pada musim depan.Madrid melakukan hal tersebut, karena adanya perang dingin antara Mourinho dengan beberapa pemain seperti Iker Casillas dan Pepe. Polemik ini pun tak menemui penyelasaian. Hingga akhirnya Perez memutuskan mengakhiri kerjasama dengan peramu strategi asal Portugal tersebut. ...

Playstation 4 Akan Dibenamkan Fitur Voice Recognition
DREAMERSRADIO.COM - Kehadiran konsol game generasi terbaru dari Sony tidak lama lagi akan bisa dinikmati. Namun informasi mengenai spesifikasi masih terus mengalir di dunia maya. Kali ini sebuah informasi melaporkan bahwa PS4 ini akan memiliki fitur Voice Recognition/speech Recognition.Dikutip dari Softpedia, Fitur pengenalan suara ini memungkinkan pemain menggunakan beberapa inti dari sistem dalam PS4 hanya dengan menggunakan beberapa kata kunci yang menggunakan perintah suara. ...

Kenakan Gaun Mini, Bokong Ke$ha Nyaris "Mengintip"
Ada yang mengejutkan dari penampilan Ke$ha, di Billboard Music Awards 2013, Minggu (19/5) kemarin. Pasalnya pelantun “Die Young” itu mengenakan sebuah gaun mini dengan belahan cukup lebar pada bagian paha. Sehingga bagian bokong Ke$ha hampir terlihat.Ke$ha sering dinilai sebagai selebriti yang sering memberi kejutan untuk urusan busana karpet merah. Sesekali ia tampil menawan dengan penampilan yang chic. Namun di lain kesempatan Ke$ha bisa tampil nyentrik dengan gaya hippies atau dandanan ala

Wow, Game Asal Bandung Sukses Galang Rp 250 juta
DREAMERSRADIO.COM - Para pengembang game Indonesia rupanya tak kalah kretif dengan pengembang luar negeri. Dread Out, sebuah game horor garapan Digital Happines, sukses menggalanng dukungan pendanaan melalui skema crowdfunding sebanyak 26.097 dollar. Dana segar itu dipastikan oleh mereka bakal mempercepat proses produksi agar game bisa diluncurkan pada akhir tahun 2013 nanti.Kepastian ini diketahui dari proposal yang mereka tayangkan di situs crowdfunding Indiegogo, Minggu (19/5). Game tersebut

Besok Smartphone LG Anti Air Dirilis
Dreamersradio.com - LG perusahaan asal Korea Selatan sepertinya akan mengikuti model bisnis yang dilakukan oleh Samsung. Kali ini perusahaan tersebut akan meluncurkan smartphone tangguh yang tahan terhadap penggunaan luar rungan ekstrim yang akan dirilis pada esok hari, Rabu (22/5).Dilansir dari softpedia kabarnya ponsel flagship LG Iptimus G nantinya akan memiliki saudara kembar yang dibekali kelebihan untuk fungsi dalam air. Dari informasi yang beredar, saudara kembar dari LG Optimus ini akan