Banyak faktor yang berpengaruh terhadap keputusan musisi asing menggelar konser di suatu tempat. Antara lain, keamanan, respons fans, jadwal promosi, hingga hitung-hitungan bisnis promotor.
Beberapa waktu lalu, Pollstar merilis data musisi dan rangkaian tur di Amerika Utara. Dari data yang berisikan pendapatan total, rerata harga tiket, dan jumlah penonton ini kita bisa mereka-reka apakah promotor kita mampu mendatangkan mereka ke Indonesia.
Walau mungkin agak berbeda sedikit jika diberlakukan untuk Indonesia (karena kurs dan pendapatan jelas berbeda), namun kita bisa mengambil angka awal dari tren konser musisi asing tahun lalu. Tentunya faktor lain seperti keamanan dan jadwal harus kita kesampingkan dulu.
Mari kita lihat dari dengungan yang biasanya paling populer. Di media sosial (dan terutama teman-teman saya) banyak sekali yang ingin melihat U2 manggung di Indonesia. Lalu mungkinkah Bono, dkk menggelar konser di sini? Kita lihat dulu kompilasi data sepanjang tahun 2011 berikut ini:

Tapi tolong lihat di kolom selanjutnya yang berisi rata-rata tiket yang terjual: 81 ribu tiket! Mungkinkah ini terjadi di Indonesia? Di Jakarta, tempat konser yang bisa menampung orang sebanyak itu cuma di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Lihat lagi rata-rata pendapatan U2 dari setiap konser yang mereka gelar. Saya pun semakin miris membayangkan kemungkinan U2 manggung di Indonesia.
Mari kita lihat data untuk musisi cantik Taylor Swift. Walau tak semahal U2, kesempatan si pirang ditanggap di sini juga agak sulit. Lihat saja rata-rata penontonnya yang mencapai 23 ribuan orang. Rata-rata harga tiket memang agak tinggi (sekitar Rp 660 ribu), namun cukup wajar untuk Taylor yang popularitasnya sedang menanjak.
Sekarang kita lihat data mereka yang dijadwalkan mampir ke Indonesia tahun ini. Data untuk Lady Gaga — yang konsernya entah jadi entah tidak di Indonesia — ternyata cukup mengejutkan. Gaga terbukti sebagai artis yang mahal, dengan rata-rata harga tiket Rp 893 ribu. Ia juga membutuhkan rata-rata penonton yang banyak setiap konser (hampir 18 ribu orang). Hal ini membuktikan bahwa promotor Indonesia, Bigdaddy, cukup berani.
Sementara itu untuk NKOTBSB yang dijadwalkan manggung bulan Juni nanti, angkanya tak terlalu fantastis. Kesimpulannya, mendatangkan mereka cukup realistis. Promotor bisa menjual tiket rata-rata di kisaran Rp 622 ribu serta penonton yang datang diharapkan sekitar 12 ribuan orang.
Di bagian terakhir, mari kita berharap untuk beberapa artis. Untuk contoh ini, saya ambil tiga musisi asing favorit saya: Foo Fighters, Guns N’ Roses, dan Mumford and Sons.
Jika dilihat dari aspek finansial dan jumlah penonton, rasanya tak ada yang halangan yang berarti untuk mendatangkan mereka. Lihat saja rata-rata harga tiket yang cukup terjangkau, plus penonton yang dibutuhkan untuk mengisi konser musisi-musisi keren ini. Dari data ini, saya jelas berharap banyak bakal ada promotor yang sanggup mendatangkan mereka.
Di bawah ini adalah daftar serupa untuk beberapa musisi asing lain. Siapa tahu ada yang dinanti-nanti oleh pembaca (dan silakan hitung sendiri kemungkinannya):
Ujung-ujungnya duit.
BACA JUGA:
Apakah artis favorit Anda akan kembali lagi ke Indonesia?
Musisi tua-tua keladi di Indonesia
Coachella, konser musik dalam satu klik
Album-album yang patut dikoleksi tahun ini
Radio Show TVOne, pertunjukan radio di televisi




