Tidak adil jika menyatakan bahwa di tahun 2011 hanya terjadi hal-hal buruk bagi musik Indonesia. Ada juga harapan dan kejadian yang baik dalam dunia musik kita setahun belakangan. Mengingat tahun ini tinggal hitungan jam saja, mari kita lihat beberapa harapan yang bisa menjadi pondasi kehebatan musik dan kebudayaan Indonesia di tahun-tahun berikutnya.
Go international
Jika disebutkan tentang “musik Indonesia”, mungkin tak banyak orang di luar negeri yang bisa langsung menyebutkan artis atau karya dari negeri ini yang begitu mendunia. Namun harapan ke tingkat itu bukan berarti pupus. Talenta lokal seperti Gugun Blues Shelter telah merilis satu album internasional via Grooveyard Records dan kabarnya akan menyusul satu album lagi di akhir tahun ini. Kumpulan ini juga berkesempatan mencicipi panggung Hard Rock Calling 2011 di Hyde Park, London.
Cupumanik, kumpulan asal Bandung, ternyata juga berangkat ke festival musik alternatif Envol et Makadam di Kanada pada akhir September lalu.
Sementara itu, putra-putri Indonesia meraih prestasi yang cukup memuaskan pada The 5th World Choir Games di Austria. Kelompok paduan suara dari Indonesia menduduki peringkat keempat dari 45 negara yang ambil bagian.
Yang patut digarisbawahi juga adalah kiprah para pemusik indie Indonesia (L’Alphalpha, White Shoes and The Couples Company, The Trees and The Wild, Sore, Goodnight Electric) di kompilasi regional SEA Absolute Indie Compilation—terutama di tengah keseragaman musik pop melayu dan demam boy/girlband.Satu juta kopi
Rasanya sulit memercayai fakta ini di tengah fenomena pembajakan musik yang terus marak. Namun demikianlah berita tersiar bahwa boyband SM*SH telah berhasil menjual satu juta kopi CD album selftitled-nya hanya dalam kurun waktu enam bulan! Salah satu manuver terbaik dari penjualan album ini adalah promosi dan dengungan di media sosial—serta terobosan kerja sama dengan salah satu gerai makanan cepat saji. Fakta ini tentu memunculkan harapan bahwa penjualan album fisik masih punya taji, tentunya jika dikemas dalam strategi yang jitu.
Toko online
Hingga tahun 2011 telah muncul beberapa toko musik online di Indonesia. Layanan yang diberikan cukup beragam, mulai dari membeli hingga menyewa lagu. Pembayaran pun bervariasi, kebanyakan dengan pulsa layanan seluler. Mengingat penggunaan internet yang semakin luas, toko online jelas bisa menjadi ranah yang potensial untuk penjualan karya musik. Namun kurangnya pilihan lagu dan layanan yang belum massal (layaknya yang disediakan Apple dan Google) menjadi halangan. Pada tahun-tahun selanjutnya, toko musik online harus lebih mudah dioperasikan dan semakin massal. Toko musik online bisa menjadi alternatif pembelian karya musik legal—dan tentu saja sebagai upaya melawan pembajakan.
Magnet konser
Puluhan konser telah menggetarkan bumi Indonesia pada tahun 2011. Saya merasakan gempa bumi kecil saat kumpulan The Cranberries dan 30 Second To Mars menghentak Ancol di perhelatan Java Rockin’ Land. Beberapa konser bertaraf internasional selain yang disebut barusan adalah Java Jazz Festival dan Rock In Solo. Yang disebut terakhir mungkin bisa ditiru kota-kota lain, karena juga menarik dari sisi pariwisata. Indonesia sebagai magnet kedatangan artis-artis mancanegara tentunya dapat berdampak positif. Selain membuka cakrawala musik yang lebih luas, ajang seperti ini juga menjadi kesempatan bagi penampil lokal untuk unjuk gigi di panggung akbar.
Angin segar kolaborasi
Kado ulang tahun kemerdekaan Indonesia dibuat dengan sebuah upaya kolaborasi kolosal lagu “Pancasila Rumah Kita” (karya Franky Sahilatua) oleh malesbanget.com. Hasil akhirnya adalah sebuah video yang epik. Karya ini selain sangat kreatif, juga bermakna dalam karena mengusung tema kebangsaan, persatuan serta pluralisme.
Selanjutnya, pada konser Djakarta Artmospehere bulan Oktober lalu, muncul kolaborasi lintas generasi yang hebat. Katalog musik tua sulit sekali dicari di negeri ini. Karena itu, konser kolaborasi seperti ini patut dilestarikan.
Album terakhir KLa Project adalah album kolaborasi dengan konsep tribute, yang menyajikan kesegaran karena lagu-lagu tua mereka didaur ulang dengan aransemen yang segar.Kembalinya lagu anak?
Harapan terakhir muncul pada tema yang cukup dilupakan saat ini: lagu anak. Walaupun masih bisa ditemukan di rak-rak toko musik, promosi dan penjualan genre ini tak lagi masif seperti dulu. Akibatnya, anak-anak pun kerap menyanyikan lagu orang dewasa. Munculnya portal lagu anak marinyanyi.com membuat saluran untuk sisi praktis, hemat dan populer untuk menyebarkan lagu anak-anak ke berbagai lapisan masyarakat. Di portal tersebut, kita bisa mengunduh secara gratis, bahkan membuat lirik atau mengusulkan tema lagu anak. Proses ini memaknai sebuah gotong-royong untuk memperkaya dunia anak dan membangun topik yang relevan untuk lagu-lagu keseharian mereka. Semoga upaya ini bisa terus berkembang sehingga anak-anak kita bisa menyanyikan lagu mereka sendiri.
