Mohammed Ikhwan
  • She and Him pun merilis album Natal.Libur akhir tahun telah tiba. Pada perayaan natal dan tahun baru, biasanya para artis mengeluarkan single atau album khusus. Tema yang disajikan biasanya berkisar pada semangat perayaan hingga suasana liburan.

    Tahun ini ada kejutan yang muncul dari single atau album yang terkait natal. Beberapa pilihan baru muncul, memberikan nafas baru pada tema perayaan natal dan libur akhir tahun.

    Setidaknya ada empat kejutan tahun ini, yakni penyanyi cilik Jackie Evancho, Scott Weiland, She & Him dan Tim Wheeler. Empat kejutan ini menonjol di antara mereka yang diperkirakan “normal” mengeluarkan single dan album natal. Berikut beberapa cuplikannya:

    Jackie Evancho, “Believe”
    Dalam sebuah polling di situs Idolator yang melibatkan artis hebat macam Lady Gaga, The Killers, Mariah Carey & John Legend beberapa artis lain, total 338.360 pemilih malah menunjuk penyanyi cilik Jackie Evancho sebagai pilihan terfavorit. Jackie (11 tahun) menyanyikan ulang lagu milik Josh Groban. Albumnya “Heavenly Christmas” Selengkapnya »dari Kejutan Lagu Natal 2011

  • Publik terperangah atas fenomena pemusnahan orang utan yang makin dibiarkan. Pada akhir tahun 2011 ini Indonesia telah menjadi pusat perhatian dunia karena kasus pembantaian orang utan di Kalimantan Timur. Survey yang diadakan The Nature Conservancy dan 19 organisasi lain mewawancarai hampir 7000 orang di 687 desa di Kalimantan, yang menyimpulkan bahwa sedikitnya 750 ekor orang utan dibunuh pada periode April 2008 hingga September 2009.

    Film “The Green” yang bisa diunduh gratis di www.greenthefilm.com, menceritakan kisah tragis seekor orang utan korban penggundulan hutan dan bagaimana habitat mereka dirusak oleh ekspansi perkebunan kayu dan sawit. Film langganan festival ini juga membuka mata dunia tentang kritisnya keadaan spesies orang utan sejak tahun lalu.

    Prihatin dengan keadaan ini, kelompok musik Navicula meluncurkan single berjudul “Orangutan” pada 17 Desember 2011 lalu. Kabarnya, single tersebut hanya tersedia satu minggu saja untuk diunduh secara gratis di sini.

    Navicula sudah

    Selengkapnya »dari Upaya Navicula Selamatkan Orang Utan

  • Dari sedikit artis Indonesia yang go international, Gugun Blues Shelter (GBS) adalah salah satu kasus yang unik.

    Keunikan utama adalah genre musik blues yang diusungnya. Pertama, musik blues dianggap tua dan lagi jarang yang mau mengambil jalan komersil di genre tersebut. Di level musik internasional, siapa nyana ada pemusik blues kawakan dari Indonesia? Blues selama ini didominasi oleh artis asal negeri Paman Sam dan benua Eropa. Indonesia hampir tak pernah masuk radar.

    Namun, kocokan gitar Muhammad Gunawan (Gugun) yang magis sudah diakui di seantero nusantara. Didukung oleh permainan drum luar biasa dari anak muda Aditya Wibowo (Bowie) dan bass atraktif dari Jon Armstrong (Jono), mereka kini mendulang popularitas dalam empat tahun belakangan. Rilisan album dan penampilan live yang konstan menjadi kunci.

    Tak cukup di level nasional, GBS membawa musik mereka ke tingkat yang lebih tinggi. Grooveyard Records, label asal New York mendapuk Gugun dan kawan-kawan untuk satu album berjudul

    Selengkapnya »dari Gugun Power Trio: Blues Timur Jauh yang Memanggil Dunia

  • Jantung saya langsung digedor oleh intro “Insomnia”, lagu pertama di album perdana Raksasa yang diberi tajuk sama dengan nama kumpulannya. Hampir sepuluh kali memutar CD-nya selama beberapa hari, saya mendapat kesan bahwa album ini mempunyai semangat yang membakar!

    Raksasa bisa dikatakan sebagai sebuah supergrup indie. Personelnya terdiri dari individu-individu yang jam terbangnya cukup tinggi. Sang penggebuk drum adalah Frakni Indrasmoro, yang tak lain adalah Pepeng (Naif). Ditemani Bonny Sidharta (Dead Squad) pada bass, mereka berdua menjaga irama Raksasa yang menyala-nyala. Di sisi melodi, dua kubu gitar berpadu. Iman Fattah (Zeke and The Popo, Tika and The Dissidents) bahu-membahu dengan Adrian Adioetomo, yang belakangan terkenal dengan genre Delta Blues-nya. Departemen vokal dibungkus oleh suara high-pitch Adi Cumzky (Fable).

    Badai blues disebar di sana-sini. Unsur yang paling menarik adalah dua gitar Iman dan Adrian, yang menari-nari liar hampir di setiap lagu. Bass dengan progresi

    Selengkapnya »dari Raksasa: Badai Blues dalam Api Rock n Roll
  • Indonesia merayakan Hari Antikorupsi 9 Desember dengan seliweran berita mengenai kasus penyelewengan uang rakyat. Presiden berpidato, mahasiswa berdemonstrasi, dan demonstran saling dorong dengan polisi.

    Di KPK, aksi teatrikal bagi-bagi tikus meramaikan suasana.

    Tetapi di balik tumpukan keriuhan itu, band Starwick meluncurkan single “Just Fair”, dalam misi seruan kepada kaum muda agar tetap bersemangat menolak korupsi.

    Ini kali kedua mereka membuat lagu yang mengusung isu sosial. Lagu sebelumnya, “All Things” (2009) bertema Hari AIDS.

    Starwick adalah band yang terkenal dengan genre power pop — yang biasanya hanya menembangkan lagu tentang keseharian. “Namun saat ini, kami lebih kritis dalam pemilihan tema lagu. Mencerminkan usia lah,” kata Awaludin Syafri, vokalis.

    Dalam single “Just Fair”, kuartet asal Jakarta ini mengumbar pernyataan-pernyataan antikorupsi tidak melalui lirik yang gamblang dan vulgar. Sebab, menurut mereka, yang seperti itu hanya terasa pada momen dan orang tertentu

    Selengkapnya »dari Lagu dengan Tema Antikorupsi
  • "Hai pelangi, warna-warni. Gairah surga di hati"

    Tiga kali memutar single terbaru “Pelangi” milik Dialog Dini Hari, saya langsung membatin: Ini lagu yang cocok sekali untuk musim hujan.

    Lagu dibuka dengan intro yang tenang dalam petikan gitar dan gesekan biola serta cello. Trio caffeine blues/folk asal Bali ini kembali menegaskan kepiawaian mereka dalam mengemas nada dan kata.

    “Pelangi” adalah single keempat Dialog Dini Hari. Sebelumnya mereka telah meluncurkan “Aku Adalah Kamu”, “Sang Air” dan “Pohon Tua Bersandar”. Keempatnya merupakan rangkuman sebelum mereka mengeluarkan album ketiga pada awal tahun 2012.

    “Single ini lebih sebagai jembatan ke album ketiga,” kata Dadang SH Pranoto, sang vokalis. Jembatan single ini, menurut Dadang, juga sebagai pengisi jeda. “Kami mengeluarkan single ini karena banyak permintaan dari fans,” tambah dia.

    Jembatan ke album ketiga menunjukkan semakin padunya ketiga personel, karena energi lagu-lagu yang dihasilkan juga cenderung menjadi lebih rileks. Dalam

    Selengkapnya »dari Dialog Dini Hari Luncurkan ‘Pelangi’ Format Digital
  • Pada akhir era ‘80-an dan awal ‘90-an, apakah Anda seorang KLanis?  

    Jika ya, pada akhir tahun 2011 ini ada kabar baik. Kla Project meluncurkan album “A Tribute to Kla Project” yang berisikan 10 lagu yang diambil dari rentang karier mereka selama 23 tahun.

    Daya tarik utama dari album ini adalah dibawakannya lagu-lagu Katon Bagaskara, Lilo, dan Adi Adrian yang puitis dan penuh melodi oleh artis yang berbeda dan dengan rasa baru. Di antara mereka, banyak artis muda pendatang baru yang permainan musiknya sungguh elok.

    Album dibuka dengan trio RAN yang membawakan lagu cinta “Tentang Kita” (dirilis tahun 1989). Di tangan RAN, lagu ini menjelma menjadi sebuah irama funk disco yang menyenangkan.

    Di lagu kedua, “Lantai Dansa” (1989), The Upstairs menggila dengan irama new wave ditambah rap yang cepat. Mereka juga menambahkan sedikit interpretasi di departemen lirik. Hebat!

    Muntahan nostalgia berlanjut dari nomor-nomor klasik seperti “Yogyakarta” (1990), yang dibawakan dengan kalem oleh kumpulan

    Selengkapnya »dari Nostalgia KLa Project dengan Rasa Baru
  • Dulu saya terkagum-kagum dengan upaya PAS Band, kumpulan alternatif dari Bandung, yang menjual habis 5.000 kopi album debutnya “Four Through The Sap” (1993). Inilah yang menjadi salah satu momentum kebangkitan musik indie—musik dengan produksi, promo dan distribusi sendiri.

    Walau konon gelombangnya sudah dimulai pada era Guruh Gipsy (1976), pertengahan 1990 adalah era yang sangat dinamis bagi musik indie. Sebut saja saat virus Pure Saturday dan Puppen menyerang Jawa dan sekitarnya. Menyusul selanjutnya era Mocca, White Shoes & The Couples Company, Seringai dan The S.I.G.I.T.

    Di akhir tahun 2011 ini, musik indie terus datang bergelombang. Tak tanggung-tanggung, kali ini muncul sebuah album dengan skala regional: tingkat Asia Tenggara!

    Album yang bertajuk “South East Asian (SEA) Absolute Indie Compilation” dirilis pada 18 Oktober 2011 lalu. Album tersebut menampilkan beberapa  artis indie dari Asia Tenggara dan sekitarnya.

    Dari Indonesia, tercatat beberapa pentolan musik indie yang sudah

    Selengkapnya »dari Gelombang Musik Indie Asia Tenggara
  • Selamat memperingati Hari Pahlawan! Setiap tanggal 10 November kita mengenang pertempuran heroik melawan pasukan Belanda di Surabaya pada 66 tahun silam.

    Banyak lagu diciptakan untuk pahlawan di negeri ini dalam beragam makna dan interpretasi. Karena nilai-nilai kepahlawanan saat ini juga tidak lagi terkait perjuangan bersenjata, banyak lagu yang diciptakan tentang pahlawan dalam konteks yang berbeda-beda. Berikut ini tujuh lagu hebat karya anak bangsa mengenai pahlawan.

    Iwan Fals, “Bangunlah Putra-Putri Pertiwi” (1981)
    Lagu ini sepertinya adalah sebuah pernyataan tentang masa depan bangsa yang ada di pundak rakyatnya sendiri. Bahwa kita semua bisa menjadi pahlawan bagi negeri ini. Liriknya fenomenal, menohok dan mengajak kita bangun, “Mandi dan gosok gigi/ Setelah itu kita berjanji (bahwa) pagi esok hari atau lusa nanti/ Garuda bukan burung perkutut/ Sang saka bukan sandang pembalut/ Dan coba dengarkan/ Pancasila itu bukan rumus kode buntut”.

    Ebiet G Ade, “Seraut Wajah” (1990)
    Walau

    Selengkapnya »dari Tujuh Lagu Tentang Pahlawan

  • LAS VEGAS, NV - OCTOBER 07: Blink-182 singer/bassist Mark Hoppus (L) and drummer Travis Barker perform at the Red Rock Casino as the band tours in support of the new album, "Neighborhoods" October 7, 2011 in Las Vegas, Nevada. (Photo by Ethan Miller/Getty Images)Butuh kematian sang produser serta satu kecelakaan pesawat bagi Blink-182 untuk reuni. Dua kejadian berturut-turut pada tahun 2008 itu membuat band punk yang sudah enam tahun vakum ini kembali meluncurkan album.

    “Neighborhoods” adalah album studio Blink-182 yang keenam, mungkin yang paling bersejarah dan bernilai sentimental paling tinggi. Tiga anggota band hampir tak saling bicara—ditambah konflik hebat antara gitaris Tom DeLonge dan penggebuk drum Travis Barker. Kecelakaan pesawat yang hampir membunuh Travis pada 19 September 2008 melunakkan hati seluruh anggota band, dan sejak kejadian itu mereka aktif meneruskan karier musik yang sudah mencapai rentang 19 tahun.

    Lalu, ada apa di dalam album baru in?

    Secara umum, cuma ada sedikit perubahan dari transformasi Blink-182 selama bertahun-tahun. “Neighborhoods” adalah cara mereka melakukan pemanasan untuk kembali sebagai entitas Blink-182. Oleh karena itu, album ini adalah hibrida antara keceriaan irama di album “Enema of the State” (1999)

    Selengkapnya »dari Momentum Reuni Blink-182

Penomoran Halaman

(50 Artikel)