Dua lagu milik Slank dipersembahkan oleh Naif. Satu dibawakan oleh masing-masing Dira Sugandi dan Sashi. Alexa bahkan bisa mencolong tiga lagu. Pure Saturday? Dapat jatah dua.
Itulah sesi unik pada pembukaan konser orkestra Slank pada Jumat (11/5) malam, yang diberi tajuk “I Slank You: The Journey of the Blue Island” di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Jakarta. Pada sesi tersebut, beberapa musisi lain mencoba membawakan lagu Slank dengan gaya mereka masing-masing.
Naif seperti biasa tetap kocak dan ceria. “I Miss You But I Hate You” menjelma bergaya pop Indonesia berirama nakal. David Bayu sang vokalis bahkan sempat bercanda dengan personel Slank, “tetap six pack ya pada!” sambil menunjuk ke arah perutnya.
Sementara itu para personel Slank duduk nyaman di hadapan panggung, menyaksikan lagu-lagu hits mereka dibawakan dengan interpretasi berbeda.
Hal tersebut tak berlangsung lama. Walau berpredikat sebagai tuan rumah dan sedang merayakan ulang tahun ke-28, ternyata Slank juga harus beraksi di
Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda
Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Kreatif Menggunakan Lagu Dalam Kampanye Politik
Oleh Mohammed Ikhwan | Mohammed Ikhwan – Sen, 14 Mei 2012 10:44 WIBMadu di tangan kananmu
Selengkapnya »
Racun di tangan kirimu
Aku tak tahu mana yang akan kau berikan padaku
Lagu ciptaan Ari Wibowo tersebut dinyanyikan dalam kampanye Anwar Ibrahim, tokoh oposisi Malaysia yang berupaya memenangi pemilihan umum Malaysia tahun ini. “Madu di tangan kanan adalah perkataan rakyat, racun di tangan kiri adalah Barisan Nasional,” kata Anwar – menyindir koalisi politik mayoritas di negara itu yang dituding mengoprek hasil pemilihan.
Yang dilakukan Anwar Ibrahim menarik disoroti. Di Indonesia, menggunakan lagu populer sebagai alat kampanye politik tidaklah lazim (meski pernah dipraktikkan oleh Partai Golkar tahun 1971 dengan lagu karya Bing Slamet). Banyak propaganda juga dilakukan penguasa yang menggunakan musik maupun film.
Tetapi kini hampir tak ada lagu komersial yang khusus didedikasikan untuk sosok atau partai politik tertentu. Kebanyakan masih berupa himne atau lagu pengiring. Di televisi, misalnya, sudah ada beberapa partai yang beriklan dengan lantunan nada — walau tetapEmpat Musisi yang Paling Berpengaruh di Dunia
Oleh Mohammed Ikhwan | Mohammed Ikhwan – Sel, 8 Mei 2012 13:56 WIBSatu orang bisa memulai reaksi berantai, mengubah banyak orang atau bahkan menjadi pelopor terjadinya peristiwa besar di dunia.
Selengkapnya »
Barangkali inilah sari pati dari daftar hasil jajak pendapat “TIME 100: Orang-orang yang Paling Berpengaruh di Dunia”, yang daftarnya baru saja dirilis minggu lalu.
Di dalam daftar tersebut muncul nama-nama yang terkait musik: Rihanna, Raphael Saadiq, Daniel Ek dan Adele. Ada empat orang dari total seratus, lumayan. Nama mereka ini muncul di antara tokoh-tokoh internasional lain seperti Lionel Messi (atlet), Manal al-Sharif (pembela hak perempuan), Pete Cashmore (ahli digital dan internet), Ann Patchet (penulis), Tilda Swinton (aktris) dan Barack Obama (presiden).
Rihanna dan Raphael Saadiq dimasukkan dalam kategori pendatang baru. Nama Rihanna dipilih dalam daftar bergengsi ini karena kerja kerasnya mengejar karier musik sejak usia 16 tahun. Di usianya yang baru menginjak 24 saat ini, Stella McCartney mengatakan, “Segala yang diraihnya sekarang adalah awal dariTenang, kita bukan sedang membicarakan lagu milik Anggun C. Sasmi yang naik daun di awal ’90-an itu. Tulisan ini menyambung ulasan tentang musisi internasional yang tua-tua keladi — mereka yang di umur kepala enam hingga tujuh namun terus berkarya.
Selengkapnya »
Apakah fenomena tersebut berlaku sama di negeri kita? Mari kita tengok.
Titiek Puspa adalah salah satu yang teratas dalam daftar. Di umur 74 tahun, ia masih aktif mengemas lagu dan cerita jenaka dalam perhelatan “Semut Merah Semut Hitam” pada bulan Maret lalu. Walau tak lagi merilis album, akhir-akhir ini Eyang Titiek sepertinya lebih senang menggarap penampilan terkait teater — seperti beberapa karyanya yang selalu dikenang di TVRI dulu. Siapa yang masih ingat Operet Bawang Merah Bawang Putih dan Ketupat Lebaran?
Pada awal tahun ini, sebuah persembahan “Harmoni Adikarya Titiek Puspa” digelar di SCTV. Sepertinya tak ada yang meragukan sang penerima anugerah “Pengabdian Panjang di Dunia Musik” (BASF Award, 1994) ini sebagai salah satu legendaTua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Usia bukan halangan bagi beberapa musisi internasional. Mereka terus aktif berkarya meski umur sudah menginjak enam-tujuh dekade. Siapa saja?
Selengkapnya »
Yang pertama, kelompok rock progresif YES — yang baru tampil di Indonesia. Mereka yang hadir di sini bukan lagi wajah-wajah muda seperti pada era keemasan di awal ’70-an. Chris Squire, bersama Alan White dan Steve Howe sudah berkepala enam. Namun demikian, mereka tetap bisa menggoyang Jakarta. Petikan gitar Steve Howe masih bisa dibilang bertenaga. Mereka juga tetap produktif dengan merilis album “Fly from Here” tahun lalu.
Yang kedua, Bob Dylan yang makin tua makin bersantan. Bulan Mei ini usianya akan menapak 71 tahun. Walaupun lagu kebangsaannya menyatakan “Times They Are a-Changin’”, musisi-musisi tua perlahan digantikan oleh muka-muka muda, namun harapannya dalam “Forever Young” seakan terpatri pada sepak terjangnya.
Dylan kini tak lagi bagai macan kampus yang mengajak demonstran turun ke jalan. NamunMari Memperingati Hari Jazz Internasional yang Pertama!
Oleh Mohammed Ikhwan | Mohammed Ikhwan – Sen, 30 Apr 2012 01:12 WIBDalam beberapa aspek, musik adalah simbol persatuan. Ia bisa menjadi ciri khas suatu daerah, komunitas, tradisi, bahkan negara. Musik juga bisa menjadi alat untuk mencapai perdamaian.
Selengkapnya »
Demikian pula dengan musik jazz. Martin Luther King Jr. pernah mengatakan, “Jazz berbicara tentang kehidupan itu sendiri.”
Pernyataan tersebut menjadi semangat pada peringatan pertama Hari Jazz Internasional yang ditetapkan jatuh pada tanggal 30 April. Peringatan ini digagas oleh UNESCO.
Sejarahnya dimulai pada November 2011 lalu saat UNESCO menggelar sidang umum. Saat itu muncul usul mengenai peringatan Hari Jazz, yang langsung diamini masyarakat internasional. Peringatan Hari Jazz Internasional dibuat dalam rangka menyebarkan ragam musik tersebut sebagai alat pendidikan, kekuatan untuk membuat perdamaian dunia, persatuan, dialog dan kerja sama antarmasyarakat.
“Banyak pemerintahan, organisasi masyarakat sipil, lembaga pendidikan, dan individu yang menggunakan musik jazz — tidak hanya sebagai genre musikAngka Seputar Konser Dream Theater
Oleh Mohammed Ikhwan | Mohammed Ikhwan – Min, 22 Apr 2012 22:40 WIBLima sekawan metal progresif Dream Theater telah sukses menggelar konsernya di Indonesia pada Sabtu malam (21/4). Di balik konser rangkaian “A Dramatic Tour of Events” tersebut, ada beberapa angka menarik yang terkait penampilan John Petrucci, dkk di Mata Elang International Stadium (MEIS) Ancol.
Selengkapnya »
1
Sejak meniti karir dari tahun 1985, rilisan kuintet “profesor” musik memang banyak dicerna oleh penikmat musik tertentu. Dengan genre progresif, musik mereka disebut-sebut “sulit”—dan karena itu tidak menjadi arus utama. Satu-satunya karya mereka yang akhirnya dinominasikan ke Grammy adalah nomor “On the Back of Angels” yang akhirnya dipecundangi “White Limo” dari Foo Fighters.
27
Butuh kira-kira 27 tahun agar mereka datang ke Indonesia. Selama kurun waktu tersebut mereka telah merilis 11 album dan 1 EP. Selama hampir tiga dekade itu, mereka tak kunjung mampir ke negeri ini, selalu terlewat. Di Asia mereka rajin mendatangi Jepang dan Singapura. Maka dari itu, konser kemarin sangatCoachella: Konser Musik Dalam Satu Klik
Oleh Mohammed Ikhwan | Mohammed Ikhwan – Sel, 17 Apr 2012 13:02 WIBPertama, mari mengantre tiket. Lalu berjubel masuk menuju ke dekat panggung. Suasana sempit dan minim oksigen. Pandangan terhalang penonton lain — apalagi oleh mereka yang mengambil foto dan video! Aduh, tadi kendaraan diparkir di mana?
Selengkapnya »
Ketika menonton konser musisi asing di Indonesia, keseluruhan kegiatan tak menyenangkan di atas bisa menghabiskan kocek Anda minimal ratusan ribu rupiah. Belum jika kita menghitung faktor lain, seperti waktu dan kenyamanan. Sekarang, coba buang jauh-jauh semua prosedur biasa tersebut.
Kita tahu bahwa konser bisa dipindahkan ke komputer Anda melalui koneksi Internet. Dalam hal ini kita harus berterima kasih kepada Marc Scarpa, pengusaha asal AS yang bersusah payah mencari terobosan untuk hal tersebut. Pada tahun 1996 Marc secara fenomenal mengemas perhelatan Tibetan Freedom Concert ke dalam bit-bit data, yang akhirnya bisa dinikmati secara langsung oleh 36 ribu penonton di seluruh dunia.
Sejak saat itu teknologi webcast tersebut semakin berkembang.Album yang Patut Dikoleksi di Tahun 2012 (Bagian 1)
Oleh Mohammed Ikhwan | Mohammed Ikhwan – Sen, 16 Apr 2012 11:04 WIBTulisan ini akan mengulas secara singkat beberapa album musisi internasional yang dirilis pada semester pertama tahun 2012. Semester selanjutnya (Juli hingga Desember) akan disajikan dalam tulisan tersendiri. Apakah ada album yang tidak masuk daftar? Silakan tambahkan di bagian komentar!
Selengkapnya »
Lana Del Rey, ‘Born to Die’ (Januari 2012)
Ia adalah sosok cewek berkelas dan tidak tersentuh, nakal tapi bukan tipe pelanggar hukum, dan seksi tapi tidak mesum. Musik pop dicampur orkestra dan hentakan drum adalah candu Lana Del Rey. “Born to Die” adalah percobaan albumnya yang kedua, setelah yang pertama “Lana Del Ray A.K.A Lizzy Grant” gagal di pasar.
Van Halen, ‘A Different Kind of Truth’ (Februari 2012)
Kelompok hard rock legendaris Van Halen merilis album ke-12 yang ditunggu-tunggu banyak fans. “A Different Kind of Truth” ditandai dengan kembalinya vokalis David Lee Roth. Materi album ini adalah daur ulang dari lagu yang telah ditulis sebelumnya pada era ’70-an dan ’80-an. Ingin sentimental? LihatDi Balik Pelantikan Guns N’ Roses di Rock and Roll Hall of Fame
Oleh Mohammed Ikhwan | Mohammed Ikhwan – Sen, 16 Apr 2012 10:48 WIBAkhirnya band Guns N’ Roses (G N’ R) masuk juga dalam daftar artis di Museum Rock and Roll Hall of Fame. Museum (yang juga sering disebut penghargaan) ini bertujuan mengarsipkan musisi dan individu yang berpengaruh dalam industri musik rock.
Selengkapnya »
Ray Charles, Elvis Presley, The Beatles, Bob Dylan, The Who, Led Zeppelin adalah beberapa musisi yang sudah masuk penghargaan berumur 26 tahun ini.
Pasukan yang akan dilantik masuk dalam arsip Rock and Roll Hall of Fame adalah formasi lama G N’ R yang terdiri dari Steven Adler (drum), Duff McKagan (bass), Dizzy Reed (keyboard), Axl Rose (vokal), Slash (gitar), Matt Sorum (drum), Izzy Stradlin (gitar), dan Gilby Clarke (gitar).
Dalam biografi yang ditulis di situs resmi Rock and Roll Hall of Fame, G N’ R dipilih karena mereka “tak kenal kompromi dan kontroversial — sama sekali tak terduga.”
Dan kontroversi pula yang mencuat di balik upacara pelantikan Guns N’ Roses pada Sabtu (14/4) kemarin.
Kontroversi pertama muncul seminggu sebelum upacara




