Maylaffayza
  • Manusia adalah mahluk  hidup yang tidak lahir sekonyong-konyongnya tanpa adanya eksistensi orang lain (bahkan eksistensi element kehidupan lainnya). Setiap harinya hidup kita berhubungan langsung dengan manusia dari latar budaya berbeda, latar agama berbeda, latar sosial berbeda dan berbagai perbedaan lainnya. Tanpa kehadiran manusia lainnya, secara langsung atau tidak langsung, hidup kita sebagai individu tidak tercipta, berjalan dan berkembang. Oleh karenanya, kehidupan berjalan karena adanya manusia yang lainnya.

    Manusia, saya, Anda dan yang lainnya, berbeda satu dengan yang lainnya. Berarti bisa diartikan bahwa kehidupan berjalan karena adanya perbedaan. Perbedaan, sudah menjadi sifat dasar kehidupan yang sangat natural untuk tumbuh dan berkembang. Jadi perbedaan tidak bisa dihilangkan, karena hidup dibentuk oleh berbagai aspek berbeda.

    Jika dilihat dalam skala lebih besar, di luar manusia, ada eksistensi alam semesta. Dalam konteks perbedaan, berbagai  perbedaan dalam alam

    Selengkapnya »dari Support Perdamaian melalui Blogging
  • Kita dan Nilai Kehidupan

    Saya ingin berbagi kepada Anda. Iya, Anda. Nanti, gantian Anda yang berbagi tentang diri Anda ya.

    Saya berasal dari keluarga kelas menengah, secara ekonomi. Banyak yang tidak mengetahui bahwa saya bukanlah berasal dari keluarga kaya raya. Namun orang tua saya memberi saya pendidikan formal yang terbaik yang bisa mereka lakukan. Dan pendidikan nonformal terbaik yang bisa mereka berikan, yaitu mendidik dan membentuk mental saya, kecerdasan saya di berbagai sisi. Sayapun memutuskan untuk tidak merusak apa yang mereka berikan.

    Mereka mendidik saya dengan superkeras - menurut saya. Menurut saya juga, dulu, jika saya kurang cerdas dalam bertindak, bisa saja ‘melenceng’ dan menyia-nyiakan semua pendidikan yang diberikan orang tua saya. Menurut saya lagi, seorang anak, jika terlalu keras dididiknya, bisa ‘mental’. Mentalnya bisa ke berbagai hal misalnya memakai narkoba. Namun sejak kecil, saking kerasnya didikan orang tua saya, saya berpikir akan sangat luar biasa bodoh kalau perjuangan saya

    Selengkapnya »dari Kita dan Nilai Kehidupan
  • Saya menulis ini untuk satu alasan: membuka mata siapapun untuk menyadari bawah kerja kreatif dalam industri kreatif seperti bisnis musik bukan semata hanya main musik, nge-band, jadi anak band, cantik-cantik’an di panggung, bergaya ngartis, atau istilah ngetop-nya bergaya ‘narsis’.

    Wake up everybody!

    Kita bicara sebuah bisnis dalam kerangka besar: INDUSTRI MUSIK.

    Saya banyak menerima cerita bahkan yang ‘melapor’ dan ‘mengadu’ ke saya bahwa banyak yang ingin terjun berkarir atau bahkan baru mau belajar musik, tidak di ijinkan orang tua. Akhirnya mereka di sekolahkan di bidang yang bukan panggilan jiwanya. Ujung-ujungnya, sekolahnya apaaa..eeh balik-baliknya mereka kembali ke panggilan jiwanya untuk bekerja di bidang musik lagi. Sayang kan, biaya sekolah yang mahal tapi ilmunya tidak berkaitan dan tidak bisa dipakai dalam kerjanya dalam bidang musik. Kecuali bahwa ilmunya bisa mensuport kegiatannya dalam industri musik.

    Saya pribadi mempunyai berbagai peran dalam karir saya di bisnis

    Selengkapnya »dari Kerja di bidang musik: bukan cuma jadi ‘anak band’ (Part 1)
  • Sejak dulu, saya orang yang suka sekali buku. Buku bisa membuat perubahan yang besar dalam hidup saya. Saya pun kerap mencari buku-buku yang membuat pandangan hidup saya bertambah luas, membuat saya lebih cerdas dan lebih aware terhadap berbagai hal. Bisa dibilang, buku adalah salah satu hal yang memerdekakan cara berpikir saya.

    Nah, ini ada buku yang menarik yang saya baca: Women Food and God karangan Geneen Roth. Saat saya membaca review buku ini di situs Oprah, saya langsung memesan buku ini melalui Amazon. Sekarang buku ini bisa kita peroleh di toko buku Periplus, namun sejauh ini masih dalam versi bahasa Inggris.

    Yang menarik adalah sang penulis, Geneen Roth, benar-benar mengalami sendiri peperangannya terhadap berat badan, terhadap diet yang gagal, terhadap rasa ketidak amanan dan ketidak puasan terhadap dirinya. Terhadap berbagai luka batin yang membuatnya bermasalah dengan pola makan. Ia berhasil keluar dari pergulatan tersebut dan sering menyelenggarakan berbagai program

    Selengkapnya »dari Women Food and God: Kenapa Diet Kita Sering Gagal?
  • Harga Sebuah Impian

    Apa impianmu sudah diraih?
    Pertanyaan terbesar sepanjang hidup kita.
    Waktu saya kecil, Idris Sardi (yang kemudian saya panggil oom Idris), sebelum memutuskan untuk mengajar saya bermain biola, bertanya kepada saya:
    " Kenapa suka biola? Kan biola alat musik yang susah?"
    Kurang lebih begitu kalimat beliau. Dan saya jawab:
    " Kalau saya mau, saya bisa".
    Titik.

    Dan begitulah kisah kehidupan musikal saya berjalan selama 25 tahun selanjutnya. Penuh perjuangan, doa, air mata dan harapan. Dan sayapun akhirnya menjadi Maylaffayza yang oleh masyarakat lebih dikenal sebagai violinist (pemain biola).

    Tidak ada yang bilang bahwa mewujudkan impian itu mudah. Walaupun tidak harus selalu semua hal dibuat susah. Tapi umumnya, perjalanannya berliku, berbatu, terjal, berkerikil.

    Kita sering membaca buku-buku motivasi, self help books. Semua memberikan tips-tips dan berbagai pengertian untuk membuat kita termotivasi maupun terinspirasi. Manusia membutuhkan pasokan motivasi dan inspirasi yang luar biasa untuk

    Selengkapnya »dari Harga Sebuah Impian
  • Bekerja adalah sebuah kenikmatan, namun ada saatnya jika kita menghadapi tekanan-tekanan dalam pekerjaan, kita bisa sampai pada tahap dimana kita sudah tidak menikmatinya. Terkadang saya seperti itu, dan ada saatnya saya sering merasa seperti itu. Saya senang dengan jadwal show, jadwal wawancara, pemotretan dan jadwal shooting untuk interview/talkshow yang padat. Tapi tentunya ada hal-hal yang dalam prosesnya membuat saya stress dan lelah. Begitupun bagi siapapun yang bekerja atau melakukan berbagai tugas keseharian.

    Pada saat seperti itu, saya tahu benar bahwa saya harus bisa rileks agar saya bisa menyegarkan tubuh, pikiran dan perasaan saya. Belakangan ini, saya melakukan berbagai hal baru yang tidak biasa saya lakukan, atau hal-hal yang sudah lama saya tidak lakukan, agar saya kembali terinspirasi, kembali segar, rileks dan bisa tertawa dan tersenyum kembali.

    Hal-hal dibawah ini adalah hal yang saya lakukan, yang mungkin bisa membuat siapapun yang membaca terinspirasi untuk

    Selengkapnya »dari 7 Ide Aktivitas Baru. Why not?
  • Kita dan Orang Tua Kita

    Semakin kita dewasa, semakin kita mengerti tentang orang tua kita. Setidaknya itu terjadi kepada saya. Saya rasa sangatlah natural untuk tumbuh dewasa dan semakin mengerti apa yang dirasa dan dialami orang tua kita.

    Saya bingung harus memulai dari mana, karena berbicara tentang orang tua kita, kita berbicara tentang seluruh hidup kita. Tapi ada yang menjadi perhatian saya yang luar biasa besar belakangan ini tentang kedua manusia yang saya cintai ini.

    Sebagai generasi muda, generasi penerus, kita cenderung selalu berpikir bahwa kata 'pertumbuhan' hanyalah milik kita. Bahwa orang tua kita sudah berhenti 'tumbuh'. Nyatanya mereka tidak pernah berhenti tumbuh dan berkembang seperti kita, generasi muda. Karena hidup memang seperti itu. Setidaknya mereka senantiasi tumbuh dan berkembang dalam pemikiran, pemahaman, perasaan, kebijakan, pengetahuan.

    Kita juga sebagai generasi muda cenderung berpikir bahwa 'kehidupan baru' itu hanya milik kita, bukan milik orang tua kita. Bahwa mulai dari

    Selengkapnya »dari Kita dan Orang Tua Kita
  • Belajar Alat Musik, Yuk!

    Usai tiap show, banyak yang tweet ke saya, bertanya bagaimana proses menguasai alat musik (dalam hal ini banyak yang bertanya tentang biola karena saya pemain biola). Saya pikir ada baiknya menulis tips yang bisa dilakukan dan dimengerti semua orang. Saya rasa ini bisa berguna bagi siapapun yang ingin belajar alat musik, maupun para orang tua yang ingin anaknya belajar alat musik.

    Untuk mempelajari alat musik, yang harus kamu ketahui dan tanyakan ke dirimu pada dasarnya ada dua: " Apakah saya belajar hanya untuk hobby?" dan "Apakah saya belajar untuk menjadi musisi profesional?".

    Nah, ini titik awalmu memulai perjalanan. Tentunya jika jawabanmu adalah untuk hobby, segalanya tidak perlu terlalu direncanakan. Tetapi jika jawabanmu adalah untuk menjadi musisi profesional, saatnya untuk mempunyai rencana untuk sebuah perjalanan yang panjang.

    Tiga Hal Dasar
    Hal dasar yang harus kamu miliki di dalam dirimu untuk menjadi musisi profesional yaitu pertama, kamu harus suka dengan musik dan alat

    Selengkapnya »dari Belajar Alat Musik, Yuk!
  • Pada saat saya menulis ini,  Urban Jazz Crossover 2010 sudah sampai di kota keempat, yaitu di Jakarta pada 11 Juni lalu, di hotel Ritz Carlton. Pertunjukan selanjutnya, juga kota terakhir yang akan didatangi adalah Surabaya, 18 Juni ini. Seperti kota lainnya, yaitu Medan, Bandung dan Semarang, tiket di Jakarta habis terjual. Suasana show benar-benar 'pecah' hingga ke lagu terakhir.

    Lagu terakhir menjadi puncak yang eksplosif. Bersama  Ello, saya tampil dengan bersemangat. Kami berlompatan sambil mengajak penonton menyanyi membawakan Viva La Vida (yang kemudian berubah menjadi nuansa musik dugem dan seluruh ballroom digelapkan dilanjutkan dengan jeritan seru semua penonton melompat-lompat mengikuti beat), dilanjutkan dengan keluarnya semua artis pendukung  ke panggung memberikan hormat kepada penonton. "Ooo..eeee...oooo”, we took a bow. Dan sementara semua artis pendukung akhirnya silam, musik terus berjalan hingga akhir dan saya tetap berada di stage memainkan part biola Viva La Vida

    Selengkapnya »dari Urban Jazz Crossover 2010: Musik, Cinta dan Semangat Kesatuan
  • Perlu enggak sih memakai jasa fashion stylist untuk pemotretan cover album cd?

     

    Well, jika kamu adalah musisi yang akan mengeluarkan album, punya dana yang cukup, dan peduli dengan pembentukan image yang akan kamu sampaikan ke masyarakat, jawabannya: perlu. Tapi kalau tidak ada dananya, kamu bisa menunjuk seseorang yang kamu rasa bisa mengurus hal-hal yang akan saya terangkan dibawah ini. Yang saya tulis dibawah ini berdasarkan pengalaman saya, dan berhubung saya perempuan, banyak point disana yang pertimbangannya dari sudut padang keperluan perempuan.

    Lalu apa sih tugas fashion stylist ini?

    Dulu tahun 2008 saat saya memproduksi album pertama saya, saya juga gak ngerti. Apa sih tugasnya fashion stylist? Bukannya nanti photographer akan mengarahkan gaya kita saat di foto nanti? Bukannya sudah ada make up artist dan hair stylist? Seberapa besar sih peran fashion stylist dalam pembentukan image dari pemotretan cover album-mu?

    Pada saat itu akhirnya saya memutuskan untuk mempekerjakan

    Selengkapnya »dari 10 Fakta tentang Fashion Stylist

Penomoran Halaman

(32 Artikel)