Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Maylaffayza
    • Ayo Berkebun!

      Mungkin Anda pernah membaca di beberapa media tentang kegiatan berkebun. Kali ini saya ingin berbagi dengan Anda, kegiatan berkebun bagi yang tinggal di perkotaan yang di ikuti oleh saya dan teman-teman.

      Tepatnya saya dan teman-teman  terhubung satu dengan yang lainnya di Twitter oleh arsitek Bandung bernama Ridwan Kamil dan melakukan focus group discussion sekitar bulan November  2010. Saat itu ia (kami biasa memanggilnya dengan Mas Emil atau Kang Emil) membagi visinya kepada kita semua atas cita-citanya membuat Jakarta lebih hijau dan meninggalkan kota yang terjaga dan layak dihidupi untuk generasi selanjutnya. Mas Emil juga menceritakan passion-nya untuk mengajak keluarga dan masyarakat ikut berkebun. Mendekatkan diri dan meningkatkan penghargaan dengan alam walaupun tinggal di perkotaan melalui berkebun.

      Berkebun bukan saja hanya bisa dilakukan di pedesaan, tetapi juga di perkotaan.  Keinginannya adalah agar ada lahan berkebun bagi masyarakat perkotaan yang bisa digarap

      Selengkapnya »
    • Ajaran Seorang Ayah

      Tanggal 7 Februari 2011, ayah saya, Taufik Rachman Wiguna, berulang tahun yang ke- 63. Semakin bertambah umur, semakin besar rasa sayang saya dengan beliau, begitu juga rasa kagum saya dengannya. Saya berpikir bahwa ayah telah memberikan berbagai hal yang luar biasa berharga yang membentuk saya menjadi saya yang sekarang ini. Untuk memperingati ulang tahunnya, ada banyak yang ingin saya bagi dengan Anda, namun mungkin yang saya tulis di bawah ini hanya sebagian dari apa yang ayah ajarkan kepada saya. Berikut adalah hal-hal yang diajarkan kepada saya:

      1. “Kamu tidak perlu dilindungi siapa-siapa. Kamu melindungi dirimu sendiri”.
      Ya, itulah perkataan seorang ayah kepada anak perempuannya. Saya pikir ayah adalah seorang yang hebat, dan berani mengatakan hal tersebut kepada saya. Dengan demikian beliau berarti mempercayai saya. Tentunya agar bisa memberikan kepercayaannya kepada saya, beliau memberikan berbagai ‘perangkat’ kapasitas dan kompetensi menjalani hidup untuk saya pakai. (Harap

      Selengkapnya »
    • Belakangan saya dan teman-teman S2 saya di kelas sedang heboh-hebohnya mengerjakan berbagai tugas untuk ujian tengah semester. Betapa cepatnya waktu berjalan. Tantangan dan hambatan tentunya adalah hal yang alami. Saya dan teman-teman harus menjalani tugas kelompok, dimana kelompok ini kita pilih sendiri berdasarkan interest dan latar masing-masing. Kelompok ini akan bertahan selama 2 tahun untuk membuat thesis bersama.

      Mengingat apa yang dulu selalu dilewati masa sekolah, mulai dari SMP, SMA hingga kuliah, tugas berkelompok selalu saja ada. Sekarang pada program S2 ini kita cenderung melihatnya dengan kaca mata yang berbeda, karena semuanya sudah bekerja, sudah bertanggung jawab terhadap diri sendiri, rata-rata sudah berkeluarga, bahkan sudah punya anak.

      Saya kembali melihat adanya nilai-nilai penting dalam kehidupan pribadi maupun bersama, ketika kita menghadapi tugas kelompok yang ditugaskan oleh pihak guru atau dosen. Ada nilai-nilai kehidupan yang harus kita mengerti dan jalani,

      Selengkapnya »
    • Sudah 1,5 tahun saya menjalani olah raga lari. Setiap hari Minggu saya berlari bersama suami saya dan teman-teman yang hobby lari dari komunitas Indorunners. Pada dasarnya ini olahraga murah, siapa saja yang mau memulai, silahkan memulai. Cukup modal sepatu, kaus kaki, celana dan kaus, kita sudah bisa berlari. Bagi yang mau ikut lari bersama saya dan teman-teman dari Indorunners-pun (Indorunners memiliki account di Facebook maupun Twitter) tinggal berjanjian di bundaran HI atau depan FX hari Minggu. Gampang. Sehat itu menyenangkan, asal kita mau memulai.

      Namun ada hal yang memang menjadi impact sejak saya berlari. Karena setiap hari Minggu saya berlari di udara terbuka, kulit saya jadi menggelap. Lari memang sebaiknya mulai jam 6 pagi atau jam 6:30. Diatas jam tersebut, matahari sudah panas. Tidak saja kulit menggelap, tapi membuat kita semakin mudah dehidrasi pada saat berlari, hingga stamina kita akan semakin terkuras.

      Namun walaupun mulai jam 6:30, bisa saja saya berlari hingga jam

      Selengkapnya »
    • Saya ingin sedikit bercerita tentang pengalaman saya pada bulan Desember 2010. Saat itu saya berada di Jepang untuk menjadi juri sebuah pop band competition sekaligus menjadi bintang tamu untuk tampil di event tersebut pada tanggal 19 December 2010. Saya berada di Ueono,Tokyo selama 5 hari 4 malam, namun banyak sekali yang saya pelajari dari masyarakat di sana, yang juga membuat saya sangat jatuh cinta dengan negara tersebut.

      Yang saya ingin ceritakan di sini adalah apa yang saya pelajari dalam ketertiban masyarakat berlalu lintas. Nyaman sekali berada di negara yang aman, tertib dan teratur. Saya sangat menikmati berjalan kaki dan berkendaraan umum di sana. Hal-hal ini yang membuat saya mencintai Jepang dan mungkin saja kita bisa belajar dari mereka.

      1.    Selama saya berada di sana, saya tidak mendengar adanya kendaraan yang saling membunyikan klakson di jalan. Saya sendiri baru sadar setelah beberapa hari berada di sana kalau saya tidak mendengar klakson. Semua berlalu lintas

      Selengkapnya »
    • 2010 akan segera berakhir. Cepat sekali bukan? Seperti biasa kita akan mengenang kembali apa yang telah terjadi dalam 1 tahun ini. Begitupun otomatis kita jadi berpikir dengan rencana kita tahun depan.

      Saya memilih untuk berkonsentrasi mewujudkan cita-cita dalam berbagai tindakan saya, dibanding berkonsentrasi dalam berencana dan bermimpi. Saya sadar, terkadang kita berkonsentrasi untuk ingin ini dan itu, tapi bukan berkonsentrasi dalam mewujudkan ini itu. ‘Ingin’ dan ‘bertindak mewujudkan’ adalah 2 hal yang berbeda.

      Berencana dan bercita-cita boleh saja, asalkan kita tidak lupa untuk berada di level mewujudkannya, bukan di level wacana, bukan hanya di level bermimpi.

      Terkadang kita juga begitu menginginkannya cita-cita kita terwujud, hingga lupa berproses. Lupa bahwa beberapa hal tertentu, bahkan banyak hal yang ternyata butuh waktu yang lama untuk mewujudkannya. Kita terobsesi untuk menjadikan impian segera nyata, ingin instant, akhirnya menjadi seseorang yang tidak ‘menapak’, tidak

      Selengkapnya »
    • Sudah 1 tahun akhirnya saya menjalani olah raga berlari setiap hari Minggu bersama suami dan teman-teman saya. Ini hal yang menyenangkan yang saya tidak pernah terpikir akan berjalan selama ini. Saya suka berolahraga sejak remaja baik dirumah maupun di gym, tapi lari adalah hal yang saya benci.  ‘Perjalanan’ saya berlari setiap hari Minggu bersama teman-teman dan mengikuti berbagai race 5K/10K sudah berjalan setahun,dan itu adalah pencapaian yang luar biasa buat saya. I am happy for it!

      Saya sendiri bukan pelari yang cepat, namun saya tetap berlari bersama-sama teman-teman saya yang jauh sudah lebih dahulu memulai lari sejak bertahun-tahun yang lalu, bahkan ada yang sudah berlari selama 10 tahun. Usia kita juga beragam, mulai dari 20-an hingga 50-an. Bagi saya yang bukan atlit ini, saya berlari untuk melatih kekuatan mental saya, tidak hanya fisik. To push my boundaries. Untuk melepaskan dan mendobrak batasan-batasan yang ada di diri saya.

      Hal positif diantara teman-teman berlari saya

      Selengkapnya »
    • Suatu saat saya mengikuti sebuah retreat dimana kita melatih hidup berkesadaran. Yang dilatih sangatlah abstrak: melatih kesadaran. Dimulailah kita melatih sadar bernapas. Bayangkan saja, setelah sekian lama hidup, di retreat tersebut saya dan seluruh peserta melatih kesadaran bernapas. Saya pikir agak lucu juga repot-repot ikut retreat, kok dilatih bernapas dengan sadar. Akhirnya dengan pasrah, saya kemudian melatih napas dengan sadar pada retreat tersebut. Napas masuk, napas keluar, semua dilakukan dengan sadar. Sadar disini bukan berarti napas yang dibuat-buat, tapi maksudnya adalah diamati dengan sadar.

      Ditengah-tengah latihan tersebut, tiba-tiba dalam hati saya timbul sebuah rasa yang saya tidak pernah rasakan; betapa nikmatnya saya bisa bernapas. Saya sendiri sampai merasa geli sendiri bahwa pada saat itu tiba-tiba timbul rasa syukur atas nikmatnya bernapas. Saya jadi ingat ayah saya yang seumur hidupnya sering sekali menderita asma, dimana pada saat asma menyerang, napas menjadi

      Selengkapnya »
    • Si Tukang Komentar

      Melihat sesuatu, lalu komentar. Mendengar sesuatu, lalu berkomentar. Membaca sesuatu, lalu berkomentar. Kita adalah “Si Tukang Komentar”. Pernahkah kita memikirkan betapa banyaknya kita berkomentar?

      Seringkali kita terlalu sibuk berkomentar, tanpa mengerti ada apa yang terjadi sepenuhnya, di balik hal yang sedang atau sudah terjadi.  Terkadang kita tergoda berkomentar hanya agar berkesan pintar, supaya kita ‘tampil’ dalam sebuah topik pembicaraan. Seringkali komentar dibuat sekedar membuat seru sebuah situasi, agar mendapatkan perhatian pihak lainnya maupun pihak yang dikomentari. Sering juga sebuah komentar terkesan pintar dari segi teori  namun tidak ada kaitannya dengan topik, akhirnya komentar berputar-putar disekitar teori dan melebar tanpa jelas apa kaitannya. Ada juga komentar yang  mempermasalahkan suatu hal, yang justru sudah dibahas sebagai substansi topik yang disajikan. Akhirnya komentar yang begitu semangatnya disampaikan (tidak jarang disertai sebuah teori) akhirnya

      Selengkapnya »
    • Belajar Self Healing, Yuk!

      Hidup akan berjalan lebih ringan jika kita merawat diri kita. Satu hal yang penting kita rawat adalah kesehatan. Sering kita tidak menyadari bahwa kita tidak merawat kesehatan, tidak memperhatikannya. Atau sering juga kita merasa baik-baik saja, ternyata saat sadar, kondisi kesehatan kita sebenarnya sudah terlanjur buruk. Timbul penyesalan dan pemikiran, andaikan saja sejak dulu mendengarkan tubuh dan merawat kesehatan.  Penyesalan, selalu datang terlambat.

      Menurut hemat saya, ada 2 hal yang secara umum bisa  dilakukan dalam kaitannya dengan kesehatan dan menderita karena sakit, yaitu: mencegah dan atau mengobati.

      Kalau kita mengobati penyakit, berarti penyakit tersebut sudah terjadi di badan kita. Oleh karenanya kita mengobati penyakit tersebut. Lebih baik lagi jika kita mencegah penyakit tersebut sebelum si penyakit menempati tubuh kita.

      Saya akan membagi pengalaman pribadi saya bertahun-tahun dalam hal mencegah dan atau mengobati penyakit.  Pada suatu fase di hidup saya, saya merasa

      Selengkapnya »

    Penomoran Halaman

    (32 Artikel)