Yang menarik dari novel grafis Gekiga Hyoryu karya Yoshihiro Tatsumi (di Indonesia diterbitkan dengan judul Hanyut) adalah sudut pandangnya yang sangat pribadi. Meski fiksi, novel itu semacam sejarah mikro atas manga (komik khas Jepang).
Dalam novel itu kita membaca sejarah manga dari sisi Osaka, kota kedua terbesar penghasil manga modern pada awalnya. Osamu Tezuka, sang Dewa Manga, mengawali kariernya di kota Takarazuka — antara Osaka dan Kobe — dan sempat membimbing beberapa komikus belia sebelum ia pindah ke Tokyo. Tasumi termasuk salah satunya.
Perjumpaan dengan Tezuka sangat berpengaruh bagi Tatsumi, yang makin mantap menjadi komikus. Tezuka menganjurkan Tatsumi agar membuat cerita panjang dan tak membatasi diri pada manga empat panil (komik setrip).
Anjuran ini membuat Tatsumi lebih percaya diri menjelajahi kemungkinan komik sebagai wahana untuk mengisahkan cerita dewasa. Dalam istilah Tatsumi, “Manga yang bukan manga.”
*
Osaka tahun 1950-an dipenuhi industri manga yang sedang
Selengkapnya »dari Sekeping Sejarah Pribadi Yoshihiro Tatsumi