Takdir vs Kehendak Bebas

"The Adjustment Bureau" adalah sebuah film fiksi ilmiah romantis thriller yang dibintangi Matt Damon dan Emily Blunt. Film ini dibuat berdasarkan cerita pendek karya Philip Dick, "Adjustment Team".

Saya menonton cakram Blu-ray "The Adjustment Bureau" di rumah (karena film ini tidak masuk ke Indonesia akibat kisruh tunggakan pajak). Awalnya hanya karena nama Matt Damon. Tapi ternyata film ini memang sesuai dengan selera saya.

Cerita film ini bermula dari anggota Kongres AS David Norris (Matt Damon) yang sedang berkampanye untuk menjadi anggota Senat tahun 2006. Namun karena sebuah skandal foto — yang menampakkan bokongnya saat kuliah — merebak di media, David pun kalah.

Sesuai tradisi, David mempersiapkan pidato kekalahan. Saat sedang berlatih di toilet, ia terkejut oleh kehadiran Elise (Emily Blunt) yang sedang bersembunyi di salah satu bilik toilet. Elise menyarankan David agar lebih jujur dalam pidatonya. Terdapat ketertarikan antara mereka.

Menuruti saran Elise supaya lebih jujur, pidato David itu malah membuatnya jadi kandidat favorit pada masa pemilihan 2010.

Keesokan harinya, seorang tokoh misterius yang mengenakan setelan jas gelap dan topi bernama Richardson (John Slatter) mengingatkan temannya yang bernama Harry (Anthony Mackie) untuk membuat David menumpahkan kopi ke kemejanya pukul 7.05 pagi.

Tetapi rencana itu gagal karena Harry tertidur saat menunggu David di taman.

Secara kebetulan, di dalam bus David bertemu kembali dengan Elise. Kesempatan ini pun digunakan David untuk meminta nomor Elise.

Saat memasuki kantornya, David menemukan atasannya "membeku" tak bergerak dan sedang diutak-atik oleh sekelompok orang misterius suruhan Richardson. Kaget melihat ini, David melarikan diri — namun tetap saja mudah ditemukan oleh sekelompok orang itu.

Orang-orang ini membawa David ke sebuah ruangan parkir bawah tanah. Richardson menjelaskan, mereka adalah orang-orang yang bekerja untuk "The Adjustment Bureau". Lembaga ini melakukan sedikit perubahan agar kehidupan orang-orang "penting" bisa berjalan sesuai rencana yang ditetapkan "Chairman".

Mereka bukanlah manusia biasa. Mereka bisa berjalan ke mana saja melalui pintu biasa yang membawa mereka ke tempat yang jauh.

Mereka juga sepertinya kebal, karena Harry yang tertabrak taksi sewaktu mengejar David tidak mengalami sedikitpun luka. Mereka juga mempunyai kekuatan telekinesis, seperti Harry yang akhirnya bisa membuat kopi David tumpah di dalam bus dari jarak jauh.

Tugas mereka cuma satu: mengikuti tokoh-tokoh manusia yang dianggap penting dan memeriksa di buku yang mereka bawa, apakah jalan hidup manusia tersebut akan berjalan sesuai rencana. Jika diperlukan, mereka boleh melakukan perubahan agar jalan hidup tokoh itu berjalan sesuai dengan yang direncanakan (yang mungkin lebih kita kenal dengan kata takdir).

Hubungan romantis yang terbentuk antara David dan Elise akan membuat masa depan David tidak sesuai dengan rencana yang telah dibuat oleh Chairman. Oleh karena itu, para anggota The Adjustment Bureau berusaha untuk mengubahnya. Namun akankah David tunduk begitu saja pada takdir, atau dia akan melawan demi mendapatkan Elise?

Pertentangan antara menerima dan melawan takdir (kehidupan deterministik vs kehendak bebas) yang dibahas dalam film ini saya bilang sangat mirip dengan "The Observers" di serial "Fringe". Kemampuan memanfaatkan pintu biasa di dunia untuk muncul di tempat lain yang berjauhan juga mirip seperti miniseri "The Lost Room".

"The Adjustment Bureau" menambah panjang daftar film yang diadaptasi dari karya Philip K. Dick, seperti "A Scanner Darkly", "Blade Runner", "Minority Report", dan "Next". Amat disayangkan, film sebagus ini tidak bisa dinikmati di bioskop Indonesia.

Penomoran Halaman

Terpopuler

  • SIGMA Festival SMA Madania Dimeriahkan RAN

    SIGMA Festival SMA Madania Dimeriahkan RAN

    SIGMA Festival SMA Madania Dimeriahkan RAN

    Acara berlangsung di Gandaria City, 18 Mei 2013.

  • Ade Rai Sempat Nggak Naik Kelas Gara-Gara Bulu Tangkis

    Ade Rai Sempat Nggak Naik Kelas Gara-Gara Bulu Tangkis

    Ade Rai Sempat Nggak Naik Kelas Gara-Gara Bulu Tangkis

    Jakarta, C&R Digital - Selain binaraga, binaragawan Ade Rai ternyata juga menggemari olahraga lain. Salah satu olahraga  adalah bulu tangkis. Pria berotot itu pun mengaku ketika kecil dirinya bercita-cita menjadi atlet bulu tangkis. "Semua orang Indonesia pasti sangat mencintai bulu tangkis, termasuk saya. Dari kecil saya ingin jadi atlet bulu tangkis, tapi nggak bisa, akhirnya jadi binaragawan. Tapi masih bisa membanggakan nama Indonesia dimata dunia," kata Ade Rai saat ditemui di Central

  • Vitalia Sesha: Saya Harus Jual Diri Untuk Kembalikan Uang

    Vitalia Sesha: Saya Harus Jual Diri Untuk Kembalikan Uang

    Vitalia Sesha: Saya Harus Jual Diri Untuk Kembalikan Uang

    KAPANLAGI.COM - Model Vitalia Sesha mengaku kebingungan jika harus mengembalikan uang yang diberikan oleh Ahmad Fathanah ke KPK. Vita telah menikmati beberapa sejumlah uang pemberian dari tersangka tindak pidana pencucian uang tersebut.

  • Nasib Nahas Mobil Lamborghini Kanye West

    Nasib Nahas Mobil Lamborghini Kanye West

    Nasib Nahas Mobil Lamborghini Kanye West

    Pada Selasa (14/5), mobil Lamborghini Aventador miliknya, yang dikabarkan bernilai Rp7,3 miliar, menabrak pintu pagar rumah Kim Kardashian di Beverly Hils.

  • Silvana Paternostro: Jurnalis Feminis, Tapi Akhirnya Jatuh Cinta pada Lelaki Berbudaya Patriark

    Silvana Paternostro: Jurnalis Feminis, Tapi Akhirnya Jatuh Cinta pada Lelaki Berbudaya Patriark

    Silvana Paternostro: Jurnalis Feminis, Tapi Akhirnya Jatuh Cinta pada Lelaki Berbudaya Patriark

    Perempuan asal Kolombia ini rutin menulis tentang Kuba, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan, untuk berbagai media, seperti World Policy Journal, The Paris Review, New York Times,Newsweek Magazine, dan The New Republic. Dia pun pernah menulis buku tentang gender (perempuan) serta perannya dalam pemerintahan dan agama di Amerika Latin, In the Land of God and Man: A Latin Woman’s Journey (1998), yang kemudian masuk dalam nominasi PEN/Martha Abrams Award kategori First Nonfiction.