Outcasts: Fiksi Ilmiah Yang Masih Mencari Jati Diri

Sudah banyak serial TV maupun film fiksi ilmiah yang telah saya bahas. Khusus serial TV, apakah itu fiksi ilmiah atau tidak, biasanya pada episode pilot (satu atau dua episode pertama) sudah memberikan gambaran garis besar cerita kepada penontonnya. Episode pilot juga biasanya bersifat ‘wah’ atau lebih mirip film yang dibuat khusus untuk televisi, bertujuan membuat para penonton tertarik untuk menonton kelanjutan serial TV ini.

Episode pertama serial gres dari BBC One, Outcasts, setidaknya menuruti pakem yang sama mengenai episode pilot. Di episode awal sudah muncul Jamie Bamber, yang semestinya sudah tidak asing lagi bagi penggemar fiksi ilmiah, sebagai pemeran Apollo alias Lee Adama di Battlestar Galactica yang baru. Dia memerankan Mitchell Hoban (nama yang mengingatkan saya ke Michael Hogan, pemeran Kolonel Saul Tigh di serial BSG juga), pemimpin pasukan XP, Expeditionary Force, di planet Carpathia, koloni pertama manusia di luar planet Bumi di pertengahan abad 21. Biasa berdialog dengan logat Amerika di serial BSG, Bamber yang memang aktor asli Inggris berlogat British di serial Outcasts ini.

Baru ada satu kota yang ditinggali oleh manusia di Carpathia ini, yang dinamakan Forthaven, dipimpin oleh Presiden Richard Tate, diperankan oleh Liam Cunningham. Dia didukung oleh Stella Isen, diperankan oleh Hermione Norris, pemimpin pasukan kepolisian Carpathia yang dinamakan PAS, Protection and Security. Dua anggota utama PAS adalah Cass Cromwell (Daniel Mays) dan Fleur Morgan (Amy Manson), yang lebih sering menerima perintah langsung dari Presiden Tate, sementara Stella lebih merupakan ahli neurologi, namun karena keterbatasan sumberdaya di Carpathia, selain bertanggung-jawab atas keamanan, juga merangkap menjadi dokter dan ilmuwan.

Salah satu plot episode pilot Outcats adalah kedatangan CT-9, sebuah kapal penumpang ruang angkasa yang setelah menempuh 5 tahun perjalanan dari Bumi, akhirnya tiba di orbit Carpathia. Diceritakan bahwa bumi sudah tidak kuat lagi menyangga kehidupan manusia, dan banyak manusia yang pergi menyelamatkan diri mengungsi ke Carpathia. Dalam sambutan Presiden Tate melalui radio ke CT-9 yang masih di orbit, diceritakan bahwa planet ini dinamakan Carpathia, sesuai dengan nama kapal pertama yang datang menolong saat kapal Titanic menabrak gunung es. Presiden Tate berharap planet Carpathia bisa menjadi penyelamat generasi manusia untuk terus bertahan agar tidak punah.

Kondisi CT-9 yang tidak optimal membuatnya gagal memasuki atmosfir Carpathia dengan mulus, dan akhirnya hancur setelah sebagian penumpangnya berhasil menyelamatkan diri melalui modul ‘sekoci’ penyelamat dan jatuh ke Carpathia. Salah satu penumpang yang selamat adalah Julius Berger (Eric Mabius), Wakil Presiden Komite Program Pengungsian dari Bumi. Kontroversi terjadi karena ada tuduhan Julius ‘memaksa’ masuk dalam sekoci penyelamat setelah bertukar tempat, dan memanfaatkan jabatannya sewaktu di Bumi, dia menolak dipindai otaknya oleh Stella untuk membuktikan tuduhan ini. Berkat jabatannya ini pula dia berhasil masuk sebagai anggota dewan pemerintahan Forthaven. Peran Julius dalam Outcasts bisa dibilang mirip dengan Baltar di BSG, sebagai tokoh antagonis yang oportunis, licik dan manipulatif.

Dari episode pilot, bisa diketahui Outcasts bercerita tentang sebuah koloni pengungsi manusia di planet asing, namun baru pada episode kedua dan ketiga menjadi jelas siapa sebenarnya ‘Outcasts’ alias orang-orang yang terbuang. Kemajuan teknologi membuat manusia bisa membuat mahluk yang dinamakan AC, Advanced Cultivars, yang pada dasarnya adalah manusia buatan. AC berfungsi untuk menguji apakah Carpathia bisa dihuni oleh manusia, dan juga berfungsi untuk eksperimen ilmiah lainnya. Namun ketika sebuah penyakit misterius menyerang anak-anak Forthaven, dicurigai AC merupakan sumber dari penyakit ini, dan Presiden Tate memerintahkan Hoban untuk ‘memusnahkan’ mereka.

Belakangan diketahui bahwa penyakit tersebut tidak disebabkan oleh para AC. Episode selanjutnya menceritakan ketegangan antara kaum AC yang selamat dengan Forthaven. Tinggal di luar Forthaven membuat para AC berevolusi menyesuaikan diri terhadap kondisi planet Carpathia yang ternyata secara periodik melepas energi yang besar dari dalam planet, menyebabkan badai listrik dan pasir. Namun sampai episode 6, walaupun plot tentang AC ini masih terus ada, fokus cerita bukanlah pada konflik antara AC dengan manusia di Forthaven, melainkan lebih kepada misteri planet Carpathia itu sendiri.

Misteri yang sedikit demi sedikit mulai diungkap adalah bahwa walaupun Carpathia diperlihatkan sebagai planet yang nyaris tidak memiliki fauna, hanya sebatas beberapa spesies unggas dan serangga, namun ternyata ditemukan bukti bahwa manusia bukanlah primata yang pertama tinggal di Carpathia. Lalu seperti ada pengaruh di planet ini yang menyebabkan manusia mengalami semacam gangguan mental, seperti yang terjadi pada Hoban dan bahkan Tate sendiri, yang merasakan keberadaan anaknya yang telah lama meninggal dunia. Belakangan diisyaratkan bahwa ini bukan sekedar gangguan mental, melainkan memang ada sesuatu kekuatan supernatural yang misterius di Carpathia.

Tempo yang lamban serta pengungkapan cerita yang cenderung miskin aksi, membuat serial fiksi ilmiah ini agak membosankan. Lalu sampai episode ke 6, walaupun banyak misteri yang mulai diungkap, masih belum jelas mengapa serial ini dinamakan Outcasts ketika fokusnya bukan ke konflik antara orang-orang yang terbuang (kaum AC) dengan penduduk Forthaven. Hanya keingintahuan saya untuk penjelasan misteri planet Carpathia membuat saya terus bertahan menyaksikan kelanjutan dari Outcasts ini.

Terpopuler