Mengobati Kangen ‘Friends’

Menyaksikan empat episode awal serial komedi situasi Happy Endings membangkitkan kenangan saya saat pertama kali menonton Friends — sebuah komedi situasi terkenal yang diproduksi selama 10 musim, 1994-2004.

Betapa tidak, kedua serial ini sama-sama bercerita soal kehidupan antar enam orang yang bersahabat. Selain itu, komposisi pemain utamanya pun sama-sama berisikan tiga pria dan tiga wanita. Bahkan terlihat ada beberapa kemiripan karakter.

Episode pertama diawali dengan acara pernikahan antara Dave (Zachary Knighton) dan Alex (Elisha Cuthbert). Namun sebelum mereka resmi menjadi pasangan suami-istri, Alex didera keraguan dan akhirnya pergi meninggalkan Dave dan para sahabat dekatnya di altar.

Jane Williams (Eliza Coupe) adalah kakak Alex. Mirip karakter Monica Geller di Friends, Jane sangat mendambakan keteraturan sehingga cenderung ingin mengendalikan segala sesuatu. Ia menikah dengan Brad Williams (Damon Wayans, Jr.). Meski selalu terlihat bahagia, Brad sebenarnya merasa tertekan karena selalu diatur istrinya.

Sementara itu, Max Blum (Adam Pally), adalah sahabat satu apartemen Dave. Ia seorang gay yang masih mengalami kesulitan untuk mengaku kepada orang tuanya. Karakter Max yang kadang terlihat bodoh namun punya selera tinggi terhadap dunia mode seperti gabungan antara karakter Rachel dan Joey di Friends.

Karakter terakhir adalah Penny Hartz (Casey Wilson), wanita jomblo yang selalu khawatir dirinya tidak akan pernah bisa menemukan pasangan yang tepat. Penny digambarkan relatif lebih gemuk ketimbang empat sahabatnya yang lain.

Peristiwa Alex meninggalkan Dave di altar menjadi latar belakang utama serial Happy Endings. Pada akhirnya, Alex kembali dan meminta maaf kepada Dave karena telah meninggalkan dan mempermalukannya.

Karena tidak ingin persahabatan enam orang itu pecah (karena yang lain harus memilih di antara mereka berdua), Dave pun memaafkan Alex.

Happy Endings tampak menjanjikan bagi orang-orang yang ingin menyaksikan kembali sesuatu seperti Friends. Tetapi ada beberapa hal baru yang tak ada dalam Friends, seperti pernikahan antar-ras (Jane yang kulit putih dengan Brad yang kulit hitam), lalu Max yang seorang Yahudi gay, serta Penny dan juga Max yang digambarkan kelebihan berat badan.

Saya pikir Happy Endings adalah Friends versi masa kini yang layak dinikmati pemirsa yang ingin mencari humor dan komedi yang segar.

Terpopuler