Saat mendengar “Merlin”, orang seperti apakah yang pertama kali muncul di benak kita? Mungkin orang tua berjanggut putih panjang, dengan topi lancip ala penyihir?
Sewaktu Joseph Fiennes dengan jubah hitamnya tampak berlari-lari menuju istana saat Raja Uther Pendragon baru saja diracun oleh Morgan Le Fay, saya sama sekali tidak menduga dia sedang memerankan Merlin di episode percontohan miniseri televisi “Camelot” buatan Starz Amerika, yang akan ditayangkan 1 April 2011 ini (Di Indonesia akan tayang di AXN Beyond mulai 4 April 2011).
Saya melihat Joseph Fiennes terakhir kali sebagai agen FBI Mark Benford di serial “FlashForward” yang telah dibatalkan.
Karakter Merlin yang diperankannya di “Camelot” menunjukkan beberapa kemiripan dengan karakter Mark Benford: misterius, penuh intrik dan tidak segan beraksi. Dalam legenda Raja Arthur di Inggris, Merlin dikenal sebagai penyihir pendamping raja, sehingga penggambaran Merlin yang lebih menonjolkan sisi prajurit ketimbang sisi penyihir merupakan hal baru.
Episode “Camelot” dimulai dengan kembalinya Morgan Le Fay (Eva Green), putri Raja Uther (Sebastian Koch), dari pembuangan. Untuk membalas dendam, Morgan yang ternyata penyihir seperti Merlin, meracuni Raja Uther sampai mati.
Bersama Raja Lot (James Purefoy) — musuh Raja Uther — Morgan mengambil alih kerajaan dan mengusir ibu tirinya, Ratu Igraine (Claire Forlani).
Sebelum menikah dengan Raja Uther, Ratu Igraine bersuamikan Duke of Cornwall, yang terbunuh dalam perang. Pada suatu kesempatan, Raja Uther — dengan bantuan Merlin — menyamar sebagai Duke of Cornwall dan mendekati Ratu Igraine. Hubungan itu menghasilkan anak bernama Arthur (Jamie Campbell Bower).
Sesuai kesepakatan antara Raja Uther dan Merlin, pengasuhan Arthur dititipkan ke keluarga Ector (Sean Pertwee).
Arthur tumbuh bersama Kay (Peter Mooney), putra Ector. Sewaktu Merlin kembali mengambil Arthur untuk menggantikan Raja Uther yang tewas, Kay ikut menemani Arthur ke Camelot.
Di Camelot, sekumpulan ksatria yang setia pada Raja Uther telah menunggu kedatangan Arthur. Salah satunya adalah Leontes (Philip Winchester, yang lebih kita kenal sebagai Frank, pasangan Fauxlivia di serial “Fringe”).
Di Camelot ini juga Morgan dan Raja Lot datang untuk mengkonfrontasi Raja Arthur, dan ini yang akan menjadi inti cerita dari miniseri yang terdiri dari 10 episode ini: perebutan kekuasaan untuk menyatukan Inggris di abad pertengahan.
Satu kekurangan yang saya rasakan dari episode percontohan “Camelot” adalah, serial ini sepertinya tidak aman ditonton oleh anak di bawah umur. Tidak kurang dari tiga adegan seks ditayangkan dalam episode perdana ini.
Namun dari segi lain, “Camelot” tampaknya menarik dan menjanjikan sebagai miniseri legenda Arthur yang lain daripada yang lain.
