Judul ‘Iklan Terselubung’ di atas sepertinya berkonotasi negatif, namun hanya istilah itulah yang sepertinya paling mendekati dengan terjemahan istilah product placement. Terjemahan secara harafiah adalah penempatan produk, tapi bagi orang awam, istilah ini sepertinya tidak menyiratkan sesuatu yang berhubungan dengan iklan. Product placement sendiri berarti menyisipkan iklan sebuah produk atau layanan pada segmen program yang tidak memungkinkan menyisipkan iklan, contohnya seperti film bioskop; namun ini tidak membatasi praktek produk placement yang dilakukan dalam program yang memungkinkan disisipkannya segmen iklan, dalam serial televisi atau siaran radio misalnya.
‘Iklan terselubung’ ini dilakukan dengan menyisipkan produk yang diiklankan dalam film atau serial televisi. Misalnya, di film The Matrix Reloaded dan film Transformers, semua mobil yang muncul di dalam film tersebut adalah produksi dari General Motors. Product placement ini bisa saja disebut sebagai sponsor, jika memang secara eksplisit disebut di akhir film atau episode televisi. Bisa juga sama sekali tidak disebut di credit title, sehingga istilah ‘iklan terselubung’ menjadi sangat pas.
Film yang tenar seperti seri James Bond merupakan sasaran iklan terselubung yang menggiurkan, karena hampir dapat dipastikan akan memancing jumlah penonton yang sangat banyak. Dan memang tiap film James Bond yang baru muncul di bioskop, salah satu topik pembicaraan yang pasti muncul adalah merek kendaraan yang dipergunakan oleh Bond, juga merek berbagai gadget yang digunakan seperti telpon genggam, jam tangan dan kamera.
Bentuk kerjasama antara media hiburan dengan produsen juga beragam, paling umum adalah menjadi sponsor, produsen membayar pembuat film/serial televisi agar produknya bisa ditempatkan dalam cerita. Bentuk berikutnya adalah berupa barter, jadi produsen meminjamkan produk-produknya agar bisa tampil di dalam media, dan pembuat film tidak perlu menyediakan dana untuk properti produk itu. Ada juga yang menjadi kebalikannya, misalnya dalam video game simulasi balapan atau rally, pembuat game tersebut yang justru membayar lisensi agar produknya bisa dimunculkan di dalam game.
Produk yang sudah mempunyai brand yang khas seperti produk Apple (notebook, iPod, iPhone dan iPad) mudah dikenali di layar lebar maupun di layar televisi dengan lambang buah apple tergigitnya. Contoh lain adalah Coca-Cola dengan warna merah dan garis bergelombang. Untuk produk lain yang mungkin barangnya masih sangat baru sehingga belum tentu mudah dikenali, biasanya dibuatkan plot untuk memperlihatkan penggunaannya. Contohnya adalah Windows Phone 7, baik di serial Hawaii Five-0 maupun di serial Castle, diperlihatkan tokoh utamanya menggunakan layanan pencarian Bing buatan Microsoft yang terintegrasi di telpon pintar tersebut, dengan hanya mengucapkan apa yang dicari. Hanya saja di serial Castle, penampakan Windows Phone 7 itu hanya di satu episode, episode lainnya menunjukkan Rick Castle kembali menggunakan iPhone 4.
Serial televisi masa kini, terutama yang bertema pemberantasan kejahatan, banyak memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan oleh gadget modern. Penggunaan telpon pintar untuk melakukan pencarian di internet sudah saya contohkan di atas, di serial Sherlock di BBC pun sang tokoh utama menggunakan telpon pintar untuk melakukan pencarian. Lalu di serial Human Target maupun Hawaii Five-0, keduanya memanfaatkan teknologi Microsoft Surface di markas mereka untuk perencanaan maupun membahas target mereka.
Dari berbagai serial televisi yang saya ikuti, Hawaii Five-0 termasuk sarat dalam penggunaan teknologi masa kini, sehingga mudah disisipkan iklan terselubung ini. Mulai dari telpon pintar, saya lihat baik Android, Windows Phone 7 maupun iPhone 4 muncul di sana. Kono di lapangan diperlihatkan mengeluarkan Macbook Pro dari dalam mobil untuk keperluan penyelidikan, sementara di markas, meja ruang briefing menggunakan Microsoft Surface. Sang komandannya sendiri, McGarrett, walaupun iPhone 4-nya sempat dibuang ke laut, di episode berikutnya sudah menggunakan iPhone 4 lagi, dan sering dipergunakan untuk memotret sidik jari dan mengirimkannya ke markas.
Praktek product placement atau iklan terselubung, terutama yang berhubungan dengan gadget masa kini, memang menguntungkan banyak pihak. Pihak produsen bisa mengiklankan produknya, dan selama film atau serial televisi itu ditonton, iklan terselubungnya tetap terus berjalan. Pihak pembuat film atau serial televisi bisa mendapatkan pinjaman barang yang paling update, sementara penonton bisa menyaksikan sendiri kegunaan atau kehebatan produk yang dipakai, tentu saja jika penggunaannya realistis seperti di serial televisi, bukan yang bombastis seperti di film James Bond misalnya. 
