Eko Juniarto
  • Itulah judul mail yang dikirim oleh kawan saya, Hasanuddin Tamir, setelah menonton film fiksi ilmiah Skyline. Diusung sebagai film independen buatan Strause bersaudara (Colin Strause & Greg Strause), film ini menceritakan penyerbuan alien di Los Angeles, Amerika. Walaupun dihiasi dengan efek spesial yang memang merupakan kepiawaian dari Strause bersaudara, film ini menurut saya tidak didukung dengan alur cerita yang menarik.

    Strause bersaudara mengawali karier mereka di dunia hiburan televisi sebagai ahli efek spesial di serial TV The X-Files di tahun 1995. Setelah itu, mulai dari tahun 1996 mereka mulai menggarap efek spesial di film layar lebar seperti The Nutty Professor, Volcano, Titanic, Avatar, Fantastic Four, Terminator 3: Rise of The Machines, sehingga sudah tidak diragukan lagi kaliber mereka dalam menggarap efek spesial.

    Namun ahli dalam hal membuat efek spesial belum tentu merupakan jaminan untuk membuat film layar lebar yang ciamik. Pengalaman Strause bersaudara sebelumnya

    Selengkapnya »dari Kembalikan 90 Menit Saya!
  • Bagaimana jika kita menginginkan sesuatu, dan sebelumnya selalu gagal, namun mendadak keinginan tersebut terkabul? Seharusnya kita akan merasa sangat senang, dan tidak ada alasan untuk bersedih karenanya.

    Begitulah plot pembuka film komedi animasi Megamind, produksi DreamWorks dan Red Hour Productions, dan didistribusikan oleh Paramount Pictures. Tokoh utama film ini adalah Megamind, yang punya obsesi untuk mengalahkan Metro Man, tokoh superhero yang menjaga Metro City.

    Film ini diawali dengan adegan ayah Megamind memberikan wejangan kepada anaknya yang baru berumur 8 hari, sebelum dia dimasukkan ke dalam roket untuk mengirimkan Megamind ke Bumi demi menghindari bencana yang terjadi pada planet asal Megamind. Tentu saja adegan ini tidak asing lagi bagi penggemar Superman, adegan ketika Jor-El memasukkan anaknya Kal-El, yang kelak menjadi Superman, ke dalam pesawat penyelamat menuju ke Bumi. Dan memang saya melihat banyak sekali parodi tentang kisah Superman di film ini.

    Ternyata bukan

    Selengkapnya »dari Be Careful What You Wish For
  • Jerry Bruckheimer adalah produser televisi dan film kondang dari Amerika, dan hasil produksinya banyak bertemakan penegak hukum vs penjahat, seperti serial televisi CSI, dan film Con Air. Satu hasil karya terbarunya di tahun 2010 sebagai produser televisi adalah serial televisi Chase, yang ditayangkan di jaringan televisi Amerika NBC.

    Chase berkisah tentang keseharian para US Marshal di kota Houston, Texas, yang khusus mengejar buronan. Buronan yang dikejar juga bukan sembarang buronan; kebanyakan adalah penjahat kelas berat yang sudah pernah membunuh. Mulai dari kriminal sadis yang sakit jiwa, membunuh demi kesenangan, sampai penipu kerah putih yang terpaksa membunuh ketika lari dari kejaran hamba hukum. Tokoh utama dari serial Chase ini adalah Annie Frost, seorang wanita US Marshal yang diperankan oleh Kelli Giddish, termasuk wajah yang baru saya lihat di televisi.

    Annie Frost adalah seorang US Marshal yang pantang menyerah dalam mengejar buronannya, dan sama sekali tidak takut

    Selengkapnya »dari Chase: Kisah US Marshal Mengejar Buronan
  • RED, adalah singkatan dari Retired, Extremely Dangerous. Itulah label yang diberikan pada arsip personel Frank Moses, pensiunan agen lapangan CIA Frank Moses (Bruce Willis) yang spesialisasinya di bidang operasi rahasia alias black-ops. Sebagai seorang pensiunan, Frank digambarkan hidup sendirian. Dalam kesepiannya, Frank sering menelpon petugas yang melayani urusan uang pensiunnya, Sarah Roses (Mary-Louise Parker).

    Di malam menjelang Natal, mendadak rumah Frank diserbu oleh sebuah pasukan bersenjata lengkap, namun Frank berhasil mengalahkan dan membunuh seluruh anggota pasukan tersebut. Menyadari kemungkinan besar rumahnya telah disadap, Frank pergi ke kota Kansas untuk menemui Sarah. Frank terpaksa menculik Sarah yang selama ini hanya kontak melalui telpon, untuk menghindari pengejaran dari orang-orang yang berusaha membunuh Frank. Sementara itu, agen CIA William Cooper (Karl Urban) diperintahkan untuk mencari dan membunuh Frank oleh Cynthia Wilkes (Rebecca Pidgeon).

    Frank mencari

    Selengkapnya »dari Ketika Sekelompok Kaum Gaek Merepotkan CIA, FBI, dan Secret Service
  • Castle adalah sebuah serial TV bergenre drama komedi yang bertemakan prosedur penyelidikan polisi, khususnya pembunuhan (homicide). Serial ini ditayangkan di jaringan televisi Amerika ABC sejak Maret 2009, dan sekarang sudah memasuki season ketiga.

    Hal utama yang menarik perhatian saya untuk mengikuti serial ini adalah pemeran tokoh utamanya, Nathan Fillion. Dia adalah pemeran Malcolm ‘Mal’ Reynolds, kapten kapal Serenity di serial Firefly, salah satu serial fiksi ilmiah favorit saya. Saya juga pernah melihat dia di film Saving Private Ryan, berperan sebagai ‘The Minnesota Ryan’, alias Ryan yang bukan dicari oleh Tom Hanks. Di serial Castle, dia memerankan Richard ‘Rick’ Castle, seorang penulis novel misteri yang setelah ‘mematikan’ tokoh utama seri novelnya, mengalami ‘writer’s block’, alias kehilangan inspirasi untuk menulis.

    Setelah terjadi sebuah peristiwa pembunuhan yang ciri-cirinya mirip dengan pembunuhan yang ditulis oleh Castle dalam salah satu novelnya, Detektif Kate

    Selengkapnya »dari Petualangan Pengarang Novel Misteri Pembunuhan
  • Di tahun 2004 yang lalu, film animasi The Incredibles adalah salah satu film favorit saya. Menceritakan sebuah keluarga yang tiap anggota keluarganya memiliki kekuatan super yang unik, mereka bahu membahu melawan tokoh jahat super, Syndrome. Lalu di tahun 2006, muncul serial televisi Heroes, yang juga menjadi favorit saya. Sayangnya, karena alasan biaya produksi yang tinggi, ditambah dengan berkurangnya jumlah pemirsa, membuat serial Heroes ini cuma bertahan selama 4 season dan berakhir di awal tahun 2010 ini.

    Pada akhir September 2010 ini, telah mulai ditayangkan di jaringan televisi Amerika ABC, sebuah seri televisi baru, No Ordinary Family. Plot dari serial ini bagi saya seperti gabungan dari The Incredibles dan Heroes: sebuah keluarga yang masing-masing anggota keluarganya mendapatkan kekuatan super dan harus melawan musuh yang juga memiliki kekuatan super. Cerita berkisar pada keluarga Powell, yang selamat dari kecelakaan pesawat yang jatuh ke sungai Amazon saat berlibur ke

    Selengkapnya »dari Bukan Sebuah Keluarga Biasa
  • Book ‘em, Danno!

    Itulah kalimat yang biasa diucapkan oleh Steve McGarrett, tokoh utama serial TV Hawaii Five-O produksi Amerika tahun 1968, setiap kali selesai memecahkan kasus kejahatan di tiap episodenya. Serial ini termasuk salah satu serial terpanjang yang bertema polisi memberantas kejahatan, ditayangkan selama 12 season dalam rentang waktu 12 tahun, 1968-1980. Sebagian dari kita yang cukup tua umurnya mungkin masih mengingat serial ini diputar di TVRI, dengan lagu tema pembuka karya Morton Stevens yang sangat populer.

    Kini jaringan televisi yang sama, CBS, mulai memutar Hawaii Five-0 versi 2010. Versi lama menggunakan huruf ‘O’ dalam Five-O, sementara versi 2010 ini, menggunakan angka ‘0’ dalam Five-0. Sampai saya menulis ini, baru 2 episode yang ditayangkan; episode pertama mengisahkan pembentukan unit khusus polisi untuk menangkap teroris internasional yang diketahui masuk ke Hawaii dan membunuh ayah Steve McGarrett, episode kedua menceritakan penculikan seorang peretas (hacker) oleh sekelompok

    Selengkapnya »dari Book ‘em, Danno!
  • Awalnya saya tertarik untuk menonton film Four Lions buatan Inggris dan disutradari oleh Chris Morris ini karena adanya nama Benedict Cumberbatch, sang pemeran Sherlock Holmes di serial TV. Rupanya dia baru muncul dekat akhir film, namun ini tidak mengurangi ketertarikan saya terhadap film ini.

    Film dibuka dengan adegan pembuatan rekaman video oleh empat orang sahabat: Omar, diperankan oleh Riz Ahmed, paling pandai di kelompok itu, sehingga dianggap sebagai pemimpin; Waj, diperankan oleh Kayvan Novak, sahabat terdekat Omar; Barry, diperankan oleh Nigel Lindsay, merupakan seorang mualaf; dan Faisal, diperankan oleh Adeel Akhtar. Mereka adalah pemuda muslim radikal yang tinggal di Inggris. Video yang direkam dibuat untuk mengirimkan pesan kepada dunia, mengenai tujuan mereka menjadi teroris bom bunuh diri. Sayangnya, terkecuali Omar, praktis bisa dibilang kepandaian mereka di bawah rata-rata, dan ini menjadi plot kelucuan di sepanjang film.

    Barry sebenarnya tidak sebodoh Vaj maupun

    Selengkapnya »dari Four Lions: Sebuah Komedi Satire tentang Terorisme
  • Begitulah tagline dari seri TV tayangan jaringan AMC Amerika, Rubicon. Seri TV ini berpusat pada lembaga fiktif API, American Policy Institute, yang merupakan sebuah think tank intelijen Amerika. API ini murni hanya melakukan analisis informasi intelijen, dan tidak menjalankan operasi intelijen. API digambarkan merupakan lembaga independen, tidak berada di bawah satu departemen di Amerika, sehingga diharapkan hasil analisisnya tidak bias terhadap satu kepentingan lembaga lain.

    Jika pernah menonton miniseri The Pacific, kita bisa segera mengenali pemeran tokoh utama seri Rubicon ini, Will Travers, yaitu James Badge Dale. Di The Pacific, James berperan sebagai salah satu tokoh utamanya juga, Robert ‘Lucky’ Leckie. Will Travers digambarkan sebagai seorang pendiam dan tidak pernah terlambat bekerja. Istri dan anak Will tewas di World Trade Center saat kejadian 11 September 2001, dan Will selamat karena dia terlambat menemui istri dan anaknya.

    Sejak itu, Will menjadi pendiam, tidak pernah

    Selengkapnya »dari Not Every Conspiracy is a Theory
  • Bagaimana jika seorang pembunuh bayaran tiba-tiba membelot dari kelompok tempat selama ini dia menerima perintah dan malah berusaha melindungi sasarannya? Human Target adalah sebuah seri TV buatan awal tahun 2010 yang diputar di jaringan televisi Fox di Amerika, yang mengisahkan seorang mantan pembunuh bayaran yang mendadak beralih profesi menjadi pelindung seseorang yang terancam akan dibunuh.

    Aslinya kisah Human Target ini adalah sebuah seri komik dari DC Comics di tahun 1972, yang menceritakan seorang detektif swasta sekaligus bodyguard bernama Christopher Chance. Dalam komik aslinya, Chance bekerja melindungi kliennya dengan cara yang unik: menyamar menjadi si klien, dan menjadi human target, membuatnya menjadi sasaran sang pembunuh. Di tahun 1992 sebuah seri TV yang mengadaptasi komik ini pernah diputar di jaringan TV ABC di Amerika, yang dibintangi oleh Rick Springfield. Hanya 7 episode yang sempat ditayangkan.

    Jaringan TV Fox di awal 2010 membuat seri TV baru yang kembali

    Selengkapnya »dari Christopher Chance, sang Human Target

Penomoran Halaman

(56 Artikel)