Sara Wijayanto adalah seorang musisi yang memiliki mimpi untuk berbagi kisah hidupnya melalui lagu. Bertahun-tahun ia menumpahkan berbagai emosi dan pemikirannya ke dalam secarik kertas, namun tak pernah sekali pun terpikir untuk menjadikannya sebuah profesi. Sampai akhirnya di tahun 1997 Sara membantu Andrey dan Mori Vebrani dari band Bubbles untuk berkolaborasi menggabungkan lirik Sara dengan musik pop dan R&B.
"Never Gonna Stop" adalah single perdana Sara Wijayanto. Sebuah lagu yang sangat emosional baginya dan merupakan persembahan bagi Andrey dan Mori yang telah mendorong dan memberinya inspirasi untuk menjadi seorang musisi.
Single ini diproduksi ulang tahun 2010 oleh Mike's (dulu dikenal sebagai Mike's Apartment) dengan gaya akustik, kemudian mendapat respon yang sangat positif setelah dirilis secara online. Akhirnya mereka pun memutuskan untuk membuat video klip resminya dengan bantuan groovyL@nd, berlokasi di rumah Sara dan di sebuah coffee shop di Jakarta, mengambil tema sederhana. Seorang gadis yang tak berani mengungkapkan perasaannya pada pria yang dicintainya.
VIDEO: Sara Wijayanto Feat. Mike's - Never Gonna Stop
Oleh Yahoo Indonesia | Blog Editor – Kam, 5 Apr 2012 18:45 WIBPenomoran Halaman
Pilihan Redaksi
Latest Blogs
- Gaya Nyeleneh Seleb Di Penghargaan Billboard
- Foto-foto Pertama Nicole Kidman Jadi Grace Kelly di "Grace of Monaco"
- Hitam Putih Ratu K-Pop Lee Hyori
- Konser Blur di Jakarta: Itu Benar-benar Bisa Terjadi
- Lima Alasan Menonton "Star Trek Into Darkness"
- Dian Sastro: Yang Sombong Biasanya Justru Artis Asia
- Cara Selebritas Menjaga Rambutnya
BLOG DI OMG!
Terpopuler


Silvana Paternostro: Jurnalis Feminis, Tapi Akhirnya Jatuh Cinta pada Lelaki Berbudaya Patriark
Perempuan asal Kolombia ini rutin menulis tentang Kuba, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan, untuk berbagai media, seperti World Policy Journal, The Paris Review, New York Times,Newsweek Magazine, dan The New Republic. Dia pun pernah menulis buku tentang gender (perempuan) serta perannya dalam pemerintahan dan agama di Amerika Latin, In the Land of God and Man: A Latin Woman’s Journey (1998), yang kemudian masuk dalam nominasi PEN/Martha Abrams Award kategori First Nonfiction.



Ade Rai Sempat Nggak Naik Kelas Gara-Gara Bulu Tangkis
Jakarta, C&R Digital - Selain binaraga, binaragawan Ade Rai ternyata juga menggemari olahraga lain. Salah satu olahraga adalah bulu tangkis. Pria berotot itu pun mengaku ketika kecil dirinya bercita-cita menjadi atlet bulu tangkis. "Semua orang Indonesia pasti sangat mencintai bulu tangkis, termasuk saya. Dari kecil saya ingin jadi atlet bulu tangkis, tapi nggak bisa, akhirnya jadi binaragawan. Tapi masih bisa membanggakan nama Indonesia dimata dunia," kata Ade Rai saat ditemui di Central