Ada banyak yang mengira band ini berasal dari Prancis, karena adanya tambahan “L’” pada nama mereka. Tapi sebenarnya tidak. Nama unik band ini berasal dari salah satu tokoh dalam film “The Little Rascal”, Alfalfa.
Formasi dari Herald Reynaldo (vokal), Yudishtira Mahendra (bass), Tercitra Winitya (gitar), Ildo Reynardian (drum), Byatriasa Ega (piano), dan Purusha Irma (biola) sukses mengharumkan nama L’Alphalpha. Lirik mereka semua ditulis dalam bahasa Inggris, mungkin inilah yang menyebabkan album perdana mereka yang dirilis pada Februari 2011 “When We Awake All Dreams Are Gone” juga dinikmati para pecinta musik di Singapura, Malaysia, bahkan Jepang.
L’Alphalpha pernah tampil bersama dengan Themilo – band indie asal Bandung – dan Leonardo, gitaris band Zeke and the Popo yang kini bersolo karier, dalam sebuah acara bertajuk “Rockin’ The Region” di Esplanade, Singapura pada 1-3 April 2011.
Gaya bermusik mereka menggabungkan beberapa jenis musik, mulai dari indie rock, indie pop, post-rock, dan shoegazing (jenis musik turunan dari rock alternatif yang muncul di Inggris pada akhir tahun 80-an).
Kualitas musik L’Alphalpha ternyata tercium oleh Music Services Asia yang bermarkas di Singapura. Dengan tekad untuk memperkenalkan band-band indie se-Asia Tenggara ke seluruh dunia, para kurator musik dari lima negara memilih 14 band indie dari Asia Tenggara, lima diantaranya berasal dari Indonesia: L’Alphalpha, SORE, The Trees And The Wild, White Shoes And The Couples Company, dan Goodnight Electric. Album kompilasi yang diberi nama SEA Absolute Indie ini sudah dapat dibeli secara online sejak 18 Oktober 2011.
*****
Jika Anda ingin L'Alphalpha diterbangkan ke Singapura untuk mewakili Indonesia di festival musik Rock & Roots akhir Maret nanti, jangan lupa vote untuk L'Alphalpha di www.yahoo.co.id/omg/rockandroots

