Nama L'Alphalpha Harum Hingga Negeri Sakura

Foto: Teresia May / Antara untuk Yahoo!L’Alphalpha (le-al-fal-fa), adalah band asal Jakarta yang terbentuk tahun 2006. Sulit rasanya mendeskripsikan musik mereka, semua alat musik ada di dalamnya sangat unik. Bahkan jika beruntung, kita bisa menyaksikan L’Alphalpha menjadikan mainan bayi sebagai instrumen mereka.

Ada banyak yang mengira band ini berasal dari Prancis, karena adanya tambahan “L’” pada nama mereka. Tapi sebenarnya tidak. Nama unik band ini berasal dari salah satu tokoh dalam film “The Little Rascal”, Alfalfa.

Formasi dari Herald Reynaldo (vokal), Yudishtira Mahendra (bass), Tercitra Winitya (gitar), Ildo Reynardian (drum), Byatriasa Ega (piano), dan Purusha Irma (biola) sukses mengharumkan nama L’Alphalpha. Lirik mereka semua ditulis dalam bahasa Inggris, mungkin inilah yang menyebabkan album perdana mereka yang dirilis pada Februari 2011 “When We Awake All Dreams Are Gone” juga dinikmati para pecinta musik di Singapura, Malaysia, bahkan Jepang.

L’Alphalpha pernah tampil bersama dengan Themilo – band indie asal Bandung – dan Leonardo, gitaris band Zeke and the Popo yang kini bersolo karier, dalam sebuah acara bertajuk “Rockin’ The Region” di Esplanade, Singapura pada 1-3 April 2011.

Gaya bermusik mereka menggabungkan beberapa jenis musik, mulai dari indie rock, indie pop, post-rock, dan shoegazing (jenis musik turunan dari rock alternatif yang muncul di Inggris pada akhir tahun 80-an).

Kualitas musik L’Alphalpha ternyata tercium oleh Music Services Asia yang bermarkas di Singapura. Dengan tekad untuk memperkenalkan band-band indie se-Asia Tenggara ke seluruh dunia, para kurator musik dari lima negara memilih 14 band indie dari Asia Tenggara, lima diantaranya berasal dari Indonesia: L’Alphalpha, SORE, The Trees And The Wild, White Shoes And The Couples Company, dan Goodnight Electric. Album kompilasi yang diberi nama SEA Absolute Indie ini sudah dapat dibeli secara online sejak 18 Oktober 2011.

*****

Jika Anda ingin L'Alphalpha diterbangkan ke Singapura untuk mewakili Indonesia di festival musik Rock & Roots akhir Maret nanti, jangan lupa vote untuk L'Alphalpha di www.yahoo.co.id/omg/rockandroots

Terpopuler

  • SIGMA Festival SMA Madania Dimeriahkan RAN

    SIGMA Festival SMA Madania Dimeriahkan RAN

    SIGMA Festival SMA Madania Dimeriahkan RAN

    Acara berlangsung di Gandaria City, 18 Mei 2013.

  • Silvana Paternostro: Jurnalis Feminis, Tapi Akhirnya Jatuh Cinta pada Lelaki Berbudaya Patriark

    Silvana Paternostro: Jurnalis Feminis, Tapi Akhirnya Jatuh Cinta pada Lelaki Berbudaya Patriark

    Silvana Paternostro: Jurnalis Feminis, Tapi Akhirnya Jatuh Cinta pada Lelaki Berbudaya Patriark

    Perempuan asal Kolombia ini rutin menulis tentang Kuba, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan, untuk berbagai media, seperti World Policy Journal, The Paris Review, New York Times,Newsweek Magazine, dan The New Republic. Dia pun pernah menulis buku tentang gender (perempuan) serta perannya dalam pemerintahan dan agama di Amerika Latin, In the Land of God and Man: A Latin Woman’s Journey (1998), yang kemudian masuk dalam nominasi PEN/Martha Abrams Award kategori First Nonfiction.

  • David Beckham Tak Sesali Tubuhnya Ditato

    David Beckham Tak Sesali Tubuhnya Ditato

    David Beckham Tak Sesali Tubuhnya Ditato

    Total, David punya 32 tato di tubuhnya.

  • ​Nicki Minaj Hengkang dari American Idol

    ​Nicki Minaj Hengkang dari American Idol

    ​Nicki Minaj Hengkang dari American Idol

    Nicki ingin fokus mempersiapkan album dan tur musiknya.

  • Ade Rai Sempat Nggak Naik Kelas Gara-Gara Bulu Tangkis

    Ade Rai Sempat Nggak Naik Kelas Gara-Gara Bulu Tangkis

    Ade Rai Sempat Nggak Naik Kelas Gara-Gara Bulu Tangkis

    Jakarta, C&R Digital - Selain binaraga, binaragawan Ade Rai ternyata juga menggemari olahraga lain. Salah satu olahraga  adalah bulu tangkis. Pria berotot itu pun mengaku ketika kecil dirinya bercita-cita menjadi atlet bulu tangkis. "Semua orang Indonesia pasti sangat mencintai bulu tangkis, termasuk saya. Dari kecil saya ingin jadi atlet bulu tangkis, tapi nggak bisa, akhirnya jadi binaragawan. Tapi masih bisa membanggakan nama Indonesia dimata dunia," kata Ade Rai saat ditemui di Central