Bila Anda termasuk orang yang pergi mengantre ke bioskop untuk menonton “Titanic 3D” (2012), “Finding Nemo 3D” (2012), atau “Avatar” (2009) di IMAX, Anda termasuk golongan orang-orang yang tak keberatan menyisihkan uang untuk menyaksikan film lawas di bioskop.
Tapi, bagi mereka yang hanya pergi ke bioskop untuk menyaksikan film-film baru, sambutan hangat sebagian penonton terhadap film-film yang mendapat masa rilis ulang merupakan sesuatu yang aneh. Beberapa film mendapat rilis ulang karena ada sensasi ekstra yang ditambahkan — seperti konversi ke format 3D.
Sementara itu, film-film lainnya dirilis ulang apa adanya karena memang permintaan yang besar dari para penggemar.
Meski demikian, dengan atau tanpa tambahan apa pun, film-film rilis ulang nyatanya tetap sanggup untuk menarik perhatian banyak orang. Ingin tahu alasan apa saja yang membuat para penonton rela kembali ke bioskop demi sebuah film lawas?
1. Belum Pernah Ditonton di Bioskop
Bagi Lee Chandra (@leechandra) yang bertempat tinggal di Samarinda, alasan yang paling tepat untuk menyaksikan film yang dirilis ulang adalah karena pada saat rilis pertama kali, ia tak sempat menontonnya di layar lebar. Kalau film yang diincar sudah berusia cukup tua atau hanya mendapat kesempatan rilis terbatas saat pemutaran perdana, kemungkinan besar banyak orang akan melewatkan kesempatan untuk menyaksikannya di bioskop.
Apabila diberi kesempatan untuk menyaksikan sebuah film rilis ulang di bioskop, Lee memilih untuk menonton film-film yang luar biasa secara visual, seperti “2001: A Space Odyssey” (1968), “The Spirit of the Beehive” (1973), “In the Mood for Love” (2000), atau “Jaws” (1975).
2. Sarana Nostalgia
Beberapa film dapat meninggalkan kesan yang cukup mendalam saat disaksikan pertama kali di bioskop. Bagi Amir Syarif Siregar (@Sir_AmirSyarif), seorang produser radio asal Medan, menonton film yang dirilis ulang dapat membangkitkan kembali memori indah yang pernah dirasakan ketika menyaksikan film tersebut untuk pertama kali.
Amir yang sempat menyaksikan rilis ulang “Titanic 3D” beberapa bulan yang lalu mendapati bahwa menonton ulang “Titanic” di layar bioskop membuat dirinya berhasil memperhatikan lebih banyak detail filmnya — hal-hal yang mungkin terlewat saat disaksikan pertama kali di bioskop atau lewat DVD. Selain itu, menurutnya kehadiran “Titanic” dalam format 3D berhasil membuat gambarnya terasa semakin dalam.
3. Sebuah Film Klasik
Film-film yang mendapat masa rilis ulang umumnya merupakan film berusia lebih dari satu dekade atau sudah memiliki status sebagai film klasik. Bagi penggemar film seperti Daniel Irawan (@danieldokter), kesempatan untuk menyaksikan film-film klasik berulang kali tak akan pernah membuatnya bosan. Menurutnya, bila penontonnya benar-benar pencinta film, kesempatan untuk menyaksikan kembali sebuah film klasik (meski tanpa tambahan) merupakan sesuatu yang layak dilakukan.
Bila mendapat kesempatan untuk menyaksikan film rilis ulang, Daniel sangat tertarik untuk menyaksikan film-film lawas klasik seperti “Gone with the Wind” (1939), “The Sound of Music” (1965), sampai yang lebih baru semacam “The Godfather” (1975).
4. Kualitas Gambar yang Lebih Baik
Seiring berjalannya waktu, peningkatan dalam bidang teknologi membuat sebuah film dapat disaksikan dengan kualitas yang lebih baik. Bagi Adi Nugroho (@AdiWriter), seorang pekerja industri film, kombinasi dari teknologi yang lebih baik, tempat pemutaran film yang lebih berkualitas, dan pola pikir yang sudah lebih matang membuat kenikmatan menonton sebuah film lawas pun bertambah.
Teknologi presentasi film yang lebih baik serta kualitas tempat menonton jelas merupakan sesuatu yang dapat membuat pengalaman menyaksikan film menjadi lebih mengasyikkan. Nenda Inasa Fadhilah (@InasaF), seorang mahasiswi yang saat ini kuliah di Amerika Serikat, berkesempatan untuk menyaksikan film legendaris “2001: A Space Odyssey” (1968) dalam format 70mm yang diputar ulang secara terbatas di bioskop historis AFI Silver.
Meski berusia cukup tua, film karya Stanley Kubrick ini masih sanggup untuk memesona penontonnya. Beberapa film seperti “2001” memang idealnya disaksikan di bioskop — bahkan, kalau bisa disaksikan di layar berukuran raksasa. Karena itu, dengan rilis ulang, generasi muda yang tak pernah menyaksikan filmnya di layar lebar dapat mengapreasiasinya dengan lebih baik, dan mereka yang sudah pernah menontonnya dapat menikmati suasana nostalgia bersama.
5. Tak Ada Pilihan Lain
Banyak orang lebih memilih untuk menonton sebuah film lawas yang bagus daripada menyaksikan sebuah film baru dengan kualitas biasa-biasa saja. Bila minggu lalu Anda lebih memilih untuk menonton sebuah sekuel film aksi yang lebih jelek dibandingkan film pendahulunya; bagian kedua dari film yang dibuat berdasarkan sebuah novel laris; atau film horor yang bercerita tentang hantu anak kecil — maka film animasi yang dirilis ulang mungkin memang tidak membuat Anda berselera.
Tapi, bagi mereka yang tak berminat menyaksikan tiga film baru tersebut, salah satu mahakarya Pixar yang berjudul “Finding Nemo” mungkin merupakan pilihan yang lebih masuk akal. Apalagi, karena usianya sudah 9 tahun, banyak orang tua baru yang kini dapat mengajak anaknya dan berbagi pengalaman menonton yang dulu sudah dirasakannya hampir satu dekade yang lalu. Tak hanya sebagai penghormatan untuk sebuah film animasi yang apik dan untuk nostalgia, kehadiran kembali film lawas seperti “Finding Nemo” di layar lebar dapat menjadi jembatan antara generasi muda dan tua dalam sebuah kejadian yang mungkin hanya dapat dirasakan sekali seumur hidup.
Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah menonton film lawas yang dirilis ulang di bioskop merupakan ide yang menarik?
Shinta Setiawan (@ssetiawan)
Lima Alasan Menonton Film Rilis Ulang
Oleh Shinta Setiawan | Blog Editor – Rab, 10 Okt 2012 19:39 WIBPenomoran Halaman
Pilihan Redaksi
Latest Blogs
- Hugh Hefner Membelikan Rumah untuk Crystal Harris
- Kelly Rowland Iri kepada Beyonce
- Gaya Nyeleneh Seleb Di Penghargaan Billboard
- Foto-foto Pertama Nicole Kidman Jadi Grace Kelly di "Grace of Monaco"
- Hitam Putih Ratu K-Pop Lee Hyori
- Konser Blur di Jakarta: Itu Benar-benar Bisa Terjadi
- Lima Alasan Menonton "Star Trek Into Darkness"
BLOG DI OMG!
Terpopuler

Bahaya Keracunan Di Dalam Mobil dan Cara Menghindarinya
Karbon monoksida sangat cepat menyingkirkan oksigen sehingga menghalangi hemoglobin darah mengikat oksigen dan mengalirkannya ke seluruh tubuh hingga ke paru-paru dan otak. Suplai oksigen yang berkurang ini bisa berbahaya bagi jaringan dalam tubuh dan mengakibatkan kematian.Biasanya orang yang terpapar gas karbondioksida akan lemas, luar biasa mengantuk dan seperti berhalusinasi. Sedikit sekali yang begitu sadar mampu mencari pertolongan karena begitu lemasnya hingga tidak bisa menggerakkan

Inikah Smartphone Berpendingin Cair?
Bagi pengguna smartphone tentunya masih sering merasakan rasa panas ketika digunakan secara berlebihan. Peningkatan suhu yang menyebabkan panas pada perangkat biasanya disebabkan penggunaan beberapa aplikasi yang membebani prosesor smartphone tersebut.Tapi kini perusahaan teknologi asal Jepang, NEC, memiliki sebuah solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan menciptakan teknologi pendingin cair dalam smartphone. NEC menghadirkan sebuah smartphone bernama Medias X 06E yang rencananya akan

Yahoo Siap Beli Tumblr Rp 10 Triliun Tunai
Meski nama Yahoo telah menjadi raksasa di dunia, tetapi rupanya Yahoo tak ingin berhenti. CEO Yahoo, Marissa Mayer pun diberitakan tengah menyipakan gebrakan baru dalam usahanya. Bahkan ia beritakan akan membeli Tumblr dengan harga Rp 10 triliun yang dibayar tunai.Dilansir dari AllThingsD, jajaran direksi Yahoo telah bertemu pada hari Minggu (19/5) malam untuk mendiskusikan rencana akusisi Tumblr. Yahoo kabarnya menyiapkan dana senilai 1,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 10,7 triliun untuk

Chelsea Siapkan Tawaran Buat Rooney
Rencana kepergian salah satu pemain terkenal Manchester United, Wayne Rooney semakin santer terdengar, menyusul kedatangan David Moyes pada musim panas mendatang. Bahkan kini sejumlah klub bola terkenal Eropa berlomba untuk mendapatkan penyerang asalnya Inggris tersebut, termasuk Chelsea.Dilansir dari Sunday People, Pemilik The Blues, Roman Abramovich telah menyiapkan tawaran untuk Rooney. ...

Wow, Game Jagoan DC Comic Kini Jadi Favorit
Memenuhi keinginan para gamer merupakan bukan perkara yang mudah. Banyaknya keinginan membuat sebuah game bergenre pertarungan tidak terlalu favorit. Tapi kali ini game pertarungan yang diambil dari jagoan DC Comic tersebut mampu menjadi game favorit dan menjadi jawara penjualan game dunia.Butuh waktu 2 tahun bagi game pertarungan ini untuk kembali memuncaki penjualan tertinggi game dunia. Dan hal tersebut sukses dilakukan Injustice: Gods Among Us.Kesuksesan tersebut diraih game garapan Warner

