Lengkingan Sigmun yang Kian Bergaung

Oleh Dimas Ario

Lampu sorot karena kesuksesan film “The Raid” tidak hanya mengarah pada sutradara dan pemainnya saja namun juga pada sebuah band asal Bandung bernama Sigmun yang lagunya dapat didengar di ujung film.

Sigmun adalah band baru yang belum merilis album rekaman. Selain karena film The Raid, Sigmun mulai menarik perhatian banyak orang karena keaslian musik rock yang mereka bawakan.

Musik rock Sigmun ini seperti musik rock tahun ’70-an dengan elemen psychedelic dan blues yang cukup kental. Nuansa musik rock tersebut semakin terasa saat mendengar suara sang vokalis, Haikal yang melengking tinggi layaknya suara vokalis Led Zeppelin, Robert Plant.

Yahoo! Indonesia berbicara dengan band Sigmun yang beranggotakan Haikal Azizi (vokal, gitar) Nurachman Andhika (gitar),  Mirfak Prabowo (bas) dan Pratama Kusuma Putra (drum).

Bagaimana kalian mendeskripsikan sendiri musik Sigmun untuk orang yang sama sekali belum mendengar kalian?
Haikal: Kami sering semena-mena menyebutkan genre omong kosong seperti Freud blues rock, surrealist rock dan sebagainya. Tapi mungkin psychedelic rock yang paling representatif. Heavy barokah! Hidup rock petir! *tertawa*

Suasana seperti apa atau panggung seperti yang paling tepat untuk Sigmun?
Haikal: Yang intim gelap, dekat dan bau keringat. *tertawa* Kami belum pernah main di panggung ukuran besar jadi nggak tahu juga bagaimana sensasinya. Tapi sejauh ini yang berkesan panggung-panggung di event Superbad, Studiorama, Rossi atau Rrrec Fest di Fooftop.

Bisa diceritakan proses awalnya kalian terlibat dalam “The Raid”? Sempat ada revisi dari sutradara atau produser film tersebut?
Haikal: Tawaran itu sebenarnya datang dari Rekti The S.I.G.I.T. Waktu itu kami sedang mengerjakan rekaman bersama Rekti. Jadi sekalian saja proyek itu kami kerjakan bersama. Uang yang didapat dari film itu kami gunakan untuk biaya rekaman. Saat pengerjaan lagu, revisi dari pihak produser film hanya sebatas di hasil mixing lagu.

Seberapa dekat hubungan kalian dengan Rekti The S.I.G.I.T?
Haikal: Sebenarnya yang bersangkutan tidak mau namanya disebutkan tapi ya sudahlah. Lagu OST The Raid itu buatan Rekti namun liriknya kami kerjakan bersama. Materi dasar dari dia. Bahkan Rekti juga ikut mengisi vokal.

Bagaimana imbas film The Raid untuk kalian hingga sejauh ini? Ada label musik yang sudah tertarik?
Haikal: Lumayan, kami sering mendapat mention di Twitter. Beberapa yang memang tertarik jadi mencari lagu-lagu kami yang lain. Sejauh ini sudah ada beberapa label yang mengajak kerjasama. Diantaranya Cactus Records dari Malaysia yang nanti bakal merilis EP kami dan Orange Cliff dari BSD yang akan merilis split album kami bareng band Suri dan Jelaga. Tapi dua label tersebut sudah menawarkan sebelum “The Raid” tayang.

Rencana rilis album kapan? Sudah sampai mana prosesnya?
Haikal:  Album penuh belum sempat kami kerjakan. Karena masih sibuk dengan berbagai rilisan lain seperti bulan depan kami akan rilis EP yang merupakan re-master dari lagu-lagu sampel  kami yang sebelumnya sudah kami upload di Internet. Dan di bulan Juni, cuplikan album kami dengan band Suri dan Jelaga akan dirilis dalam format vinyl. Setelah semua beres, baru kami mulai mengerjakan album penuh.




Terpopuler