Di pertengahan tahun '90-an, Jemima Sylvia Wilma Maria Iskandar meninggalkan Indonesia untuk menuntut ilmu di negeri Paman Sam. Bertahun-tahun kemudian ia kembali ke tanah air dan menemukan musik Indonesia tak lagi sama seperti dulu.
"Saya besar di Indonesia tahun '90-an. Betapa bagusnya musik Indonesia pada waktu itu. Tapi begitu pulang ke sini, kok jadi seperti ini? Ada banyak keluhan, lah. Musiknya seperti itu semua. Mungkin karena pengaruh industri, dan label yang kekuasaannya mencakup penulisan lirik," ujar perempuan yang akrab dipanggil Jemima ini.
Kekecewaan terhadap musik Indonesia bukan satu-satunya alasan Jemima merilis album sendiri di pertengahan 2011 lalu. Sejak kecil, lulusan sekolah tari di New York ini memang sudah berpengalaman menjajal dari satu panggung ke panggung lainnya. Dan sejak kecil pula ia sudah tahu suatu hari nanti ia akan menghasilkan sebuah karya musik.
"Dari kecil saya sudah tau suatu saat mau bikin album, tapi baru 3 tahun belakangan ini saya memahami diri saya sendiri. Style yang paling saya cintai adalah yang seperti ini. Bukan satu genre, tapi lebih ke percampuran beberapa genre. Album ini pencarian jati diri dari kecil, jadi saya merasa beruntung udah bisa mengulik diri sendiri. Nggak banyak yang tahu diri sendiri seperti apa, kan?"
Alasan inilah yang membuat Jemima tak mau mengotakkan dirinya ke satu aliran musik tertentu, meski banyak orang, termasuk media massa, yang menyebut dirinya sebagai penyanyi jazz.
"Jazz, blues, semua ada di album saya. Benang merahnya ada pada vokal saya, cara bernyanyi, dan cara penulisan lirik. Ketika orang denger, ya Jemima kayak gitu. Banyak yang bilang soul, jazz, sebenernya perpaduan yang untungnya bisa diterima orang juga," Jemima menjelaskan.
Melalui musiknya, Jemima berharap bisa menyuguhkan sesuatu yang berbeda bagi musik Indonesia. Bukan sekadar penyanyi solo wanita yang menjual wajah manis, penampilan seronok, dengan lagu dan suara yang pas-pasan.
"Generasi penyanyi baru-baru ini kebanyakan hanya melakukan tugasnya sebagai penyanyi saja. Mereka ditemukan oleh seseorang, dibentuk oleh seseorang, liriknya ditulis orang lain, lagunya dibuatkan orang lain, diproduseri orang lain... Saya masuk ke sini bukan karena diminta orang. Seluruh lagu ditulis, diaransemen, diproduseri oleh diri sendiri. Jadi kalau mereka bernyanyi dari point of view orang lain, saya bernyanyi dari point of view diri sendiri."
DENGARKAN LAGU-LAGU LAIN JEMIMA DI SINI
SIMAK VIDEO KLIP LAGU-LAGU JEMIMA DI SINI
Info lebih lanjut tentang Jemima, cek www.reverbnation.com/jemima

