Scene musik independent Jakarta telah mengenal Harlan Boer sejak ia menjadi bassist dari band Room V di pertengahan 90-an. Kemudian ia juga sempat memperkuat formasi awal The Upstairs di awal 2000-an hingga akhirnya menjadi vokalis band C’Mon Lennon yang sempet merilis hits “AKU CINTA J.A.K.A.R.T.A”.
Selain menjadi musisi, Harlan Boer yang akrab dipanggil Bin juga sempat mendirikan label musik bernama “Jangan Marah” yang sukses menelurkan bakat baru di industri musik lokal: Efek Rumah Kaca. Tahun 2011, ia bersama rekannya sutradara Anggun Priambodo merilis majalah kontemporer bernama Cobra yang hingga kini telah memasuki volume keempat.
Kini di tengah kesibukannya bekerja harian di sebuah agensi periklanan, Bin kembali ke industri musik sebagai musisi. Sebuah album solo tengah dipersiapkan dan akan rillis di bulan Agustus. Album yang bertajuk “Hiburan” ini memuat lagu-lagu pop sederhana namun tidak biasa, disertai lirik yang lugu, cerdas, dan menggelitik yang telah menjadi ciri khas Bin selama ini.
Saya berkesempatan berbincang dengan Bin mengenai keengganannya mendirikan band baru hingga lirik lagunya yang diganti karena mirip dengan lagu Mbak Surip.
Apa yang membuat Bin bermusik kembali dan merilis album solo?
Gue pikir semuanya mengalir aja. Gue selalu antusias sama musik. Hanya saja yang gue lakukan berbeda-beda, tidak melulu menulis lagu dan membuat album rekaman. Apa yang dilakukan di musik adalah sesuai dengan kondisi dan lingkungan terdekat gue saat itu. Keluarga, teman-teman, musik yang gue dengar, scene musik yang dekat.
Kenapa tidak merilis album dengan sebuah band? Kenapa memilih solo karir?
Gue nggak punya cukup waktu untuk penyesuaian-penyesuaian artistik dalam sebuah band sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Setidaknya dalam waktu yang tidak lambat. Kondisi sudah berbeda, waktu dan uang banyak dibutuhkan untuk hal lain selain mengerjakan musik.
Kalau lagu-lagu yang ditulis untuk album ini, materi lama atau baru?
Ada satu lagu dari era C’mon Lennon. Ada satu lagu yang gue tulis dan rekam sekitar 2007/2008 tapi tidak pernah gue publikasikan karena suatu hari seorang teman bilang bahwa ada bagian liriknya yang mirip sama lagunya Mbah Surip, dan ternyata memang benar. Akhirnya baru beberapa bulan ini gue menemukan lirik penggantinya. Sisanya lagu-lagu yang gue tulis sekitar satu tahun ke belakang hingga belum sebulan yang lalu, yang memang gue siapkan untuk album debut nanti, atau untuk album kedua.
Siapa saja musisi yang sangat berpengaruh dalam pembuatan album ini? Dan sejauh mana pengaruhnya?
Gue udah nggak bisa menyebutkannya dengan persis, karena album ini berisi pengaruh musik-musik dan lirik-lirik yang “mengendap” di gue selama ini. Di setiap era, setiap tahun, selalu ada pengaruh baru, tergantung gue lagi ‘berguru’ atau ‘nyantri’ sama siapa-- baik di dunia nyata maupun maya.
Bagaimana pendapat Bin mengenai internet dan social media untuk promosi seorang musisi/band? Apakah nantinya Bin juga akan menjalankan promosi online untuk album nanti?
Gue nggak begitu ngerti internet, social media, dan segala macamnya. Intinya, gue berpromosi dengan media apa saja yang bisa digunakan, selama itu sesuai dengan kondisi gue. Yang mudah dilakukan, tidak terlalu menghabiskan waktu untuk proses menulis dan merekam lagu baru. Dan gue sangat berterima kasih kepada siapa saja yang turut mempromosikan karya gue.
Bisa diceritakan apa makna di balik judul album “Hiburan”?
Judul album tentatif adalah “Hiburan”. Gue suka hidup yang riang, yang tenang. Gue selalu perlu hiburan yang dosisnya tinggi, yang (dengan meliputi penghayatan) gue suka. Gue harus senang dulu, baru bisa enak menjalani sesuatu.
Contohnya, gue akan memilih nonton film yang gue suka ketimbang yang gue tidak suka, memilih makanan yang gue suka, memilih agama yang gue suka, memilih kaos band yang gue suka, memilih kantor dan pekerjaan yang gue suka, dan sebagainya.
Jadi, ini meminimalisir hal-hal yang tidak gue suka untuk lebih banyak datang kepada gue, karena pasti ada saja hal-hal yang tiba-tiba datang yang kita tidak suka, misalnya agak kepeleset di ubin yang licin, lupa menaruh korek api, atau tiba-tiba listrik mati.

