Apa yang dibutuhkan seorang musisi atau sebuah band untuk menjajal pasar internasional?
Bakat? Tentu saja.
Kualitas? Itu yang terpenting.
Kesempatan? Penting.
Uang banyak? Mutlak!
Sayangnya, banyak musisi dan band lokal berkualitas yang sebetulnya punya kesempatan untuk "go international" namun terbentu masalah biaya. Jika begini masalahnya, ada satu faktor yang bisa menyelamatkan: fans.
Bulan April lalu, kekuatan fans sudah dibuktikan oleh Superman Is Dead, band asal Bali yang lolos ke kompetisi Hard Rock Rising 2012: The Global Battle of the Bands di Inggris, berkat memenangkan voting dengan bantuan ribuan penggemar setianya. Kini band lain asal Bali mencoba peruntungan yang sama, dengan "hadiah utama" rekaman album di Hollywood. Sebuah pencapaian yang bahkan Agnes Monica pun membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk meraihnya.
Sebagai band yang mengais rejeki di ranah musik independen, mungkin baru sepuluh tahun lagi Navicula bisa mengumpulkan cukup uang untuk menerbangkan seluruh personel mereka ke Los Angeles dan menyewa studio untuk rekaman album di sana. Beruntungnya, band grunge yang sudah berusia 15 tahun ini dianggap cukup berkualitas dan layak untuk dipilih jadi finalis kompetisi RØDE Rocks.
Berita yang mengejutkan, karena video klip mereka yang diikutsertakan adalah untuk lagu "Metropolutan" yang berbahasa Indonesia. "Metropolutan" kemudian terpilih menjadi 1 dari 10 video terbaik dari 500 video lain yang dikirim oleh berbagai band di 43 negara.
Membanggakan, bukan?
Ini bukan kali pertama Navicula mendapat apresiasi dari pasar internasional. Beberapa waktu lalu, Matt Sorum, mantan drummer Guns N’ Roses dan Velvet Revolver, memberi komentar terhadap lagu dan video "Metropolutan".
“Killer, great riff! I dig the realness of the video… Raw n’ cool. Keep it up!!” tulis sang legenda.
Band beranggotakan Robi (vokal, gitar), Dankie (gitar), Made (bass), dan Gembull (drums) ini juga baru saja terpilih untuk mewakili Indonesia di Envol et Macadam Festival di Quebec, Kanada, 7-8 September mendatang. Lalu apa yang membuat mereka keukeuh mengejar kesempatan rekaman di Los Angeles?
"Navicula mengikuti RØDE Rocks karena hadiahnya menggiurkan: diterbangkan ke Los Angeles, akomodasi dan rekaman gratis di Record Plant Studio di Hollywood. Studio legendaris ini berdiri tahun 1969 dan pernah menjadi dapur untuk karya musisi besar seperti Jimi Hendrix, Frank Zappa, John Lennon, Michael Jackson, Mick Jagger, Nine Inch Nails, Social Distortion, Madonna, Pearl Jam, dan Audioslave," tulis mereka dalam rilis persnya.
Namun ada satu hal yang mengganjal band ini sebelum akhirnya bisa rekaman di Record Plant Studio: mereka harus mengalahkan 9 finalis lainnya dari Australia, Yunani, Hong Kong, Turki, Meksiko, Inggris, dan Rumania. Nasib mereka kini bergantung pada dukungan penggemar mereka dan para pecinta musik yang ingin melihat satu lagi anak bangsa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Kamu bisa membantu memuluskan jalan mereka dengan cara mengunjungi http://rockro.de/navicula dan vote Navicula sebelum masa voting ditutup pada 31 Juli.
BACA JUGA:
Navicula, mengupayakan perubahan lewat lagu
Dengarkan lagu-lagu Navicula di sini
VIDEO: Navicula - Menghitung Mundur
VIDEO: Navicula - Dengar Suara Hati (akustik)
VIDEO: Navicula - Orang Utan


