Oleh Dimas Ario
Begitu mendengar nama band Architecture in Helsinki mungkin akan mengira band ini berasal dari Finlandia. Salah. Band ini berasal dari Melbourne, Australia. Sang vokalis, Cameron Bird, menemukan nama band setelah menggabungkan kata-kata yang ada dalam secarik surat kabar yang dibacanya.
Band ini terbentuk pada 2000 dan hingga kini sudah merilis empat album. Architecture in Helsinki dikenal dengan musik indie pop yang unik dan menyenangkan. Awalnya, mereka punya 8 personel — jadi waktu itu musik Architecture In Helsinki seperti sebuah simfoni musik pop yang mengasyikkan dengan berbagai instrumen musik antara lain, gitar, drum, synthesizer analog, glockenspiel dan aneka instrumen musik tiup logam dan juga kayu.
Album kedua mereka, “In Case We Die” sempat terpilih sebagai Best New Music di Pitchfork.com. Mereka juga beberapa kali mendapat nominasi ARIA (Australian Record Industry Association) Awards dan juga telah tur keliling dunia bersama band senior seperti The
Architecture in Helsinki: Mereka Bukan dari Skandinavia
Oleh Yahoo Indonesia | Blog Editor – Jum, 9 Mar 2012 13:44 WIBAstrid: Penikmat Musik di Indonesia Sekarang Lebih Pintar
Oleh Yogi Cerdito | Blog Editor – Jum, 9 Mar 2012 10:09 WIBPenikmat musik Tanah Air terpukau ketika pertama kali mendengar suara Astrid di lagu “Ratu Cahaya” yang menjadi soundtrack film “Tusuk Jelangkung” pada 2003. Penyanyi bernama lengkap Astrid Sartiasari ini kemudian dikenal sebagai Bjork-nya Indonesia karena suaranya yang mengingatkan kita pada suara penyanyi asal Eslandia tersebut.
Istri dari Arlan Jumarwan Djoewarsa ini telah berhasil merebut hati penikmat musik pop di Indonesia lewat tiga album, “Astrid” (2005), “Jadikan Aku yang Kedua” (2007), dan “Lihat Aku Sekarang” (2010). Semua itu di luar lagu-lagu soundtrack film yang dia usung.
Lama tidak menelurkan karya, wanita kelahiran 27 Januari 1982 ini menggebrak dengan merilis single terbaru berjudul “Mendua”. Di tengah kesibukannya, Astrid menyempatkan diri ke kantor Yahoo! Indonesia pada Senin (5/3) siang. Kepada Yahoo! OMG!, dia menceritakan perubahan yang terjadi di dunia musik Tanah Air.
“Mendua” ini setelah berapa lama enggak mengeluarkan single?
Aku kan terakhir mengeluarkan album Selengkapnya »dari Astrid: Penikmat Musik di Indonesia Sekarang Lebih PintarMengunjungi Kembali Dunia Leonard Cohen
Oleh Yahoo Indonesia | Blog Editor – Kam, 8 Mar 2012 10:23 WIBOleh Irvin Yoesman
Selengkapnya »dari Mengunjungi Kembali Dunia Leonard Cohen
Seorang Leonard Cohen terkenal sebagai musisi/penulis lagu/penyair yang memiliki deretan lagu yang menginspirasi. Album-albumnya sukses menjadi ilham banyak musisi di dunia. Lihat saja film karya Lian Lunson yang berjudul “Leonard Cohen: I’m Your Man.”
U2, Nick Cave, Jarvis Cocker, Rufus Wainwright dan beberapa nama lainnya mengaku sangat terpengaruh karya-karya Leonard Cohen. Di film itu juga mereka menafsirkan kembali lagu-lagu milik Leonard Cohen.
Karya-karya Leonard Cohen banyak memajukan lirik puitis. Dipadukan dengan nada-nada yang sedemikian rupa, lagu-lagunya terdengar dalam.
Mendengarkan 10 lagu di “Old Ideas”, sebuah album terbaru dari Leonard Cohen, seperti terbawa kembali pada album-album masterpiece miliknya. Sesuai judulnya, memang tidak ada ide baru yang dibawa oleh Leonard ke dalam album ini. Seakan Leonard ingin membawa kita kembali memasuki dunia buatannya, dengan lebih dalam.
Suaranya tetap terdengar serak, kasar, dalam, datar dan natural. Kata demiNavicula, Mengupayakan Perubahan Lewat Lagu
Oleh Lika Aprilia Samiadi | Blog Editor – Rab, 7 Mar 2012 18:07 WIBBagi banyak orang yang mengikuti kiprah Navicula sejak dulu, sulit untuk tidak mengaitkan nama mereka dengan istilah "aktivis". Sejak didirikan tahun 1996, band pengusung musik aliran grunge ini dikenal selalu mengangkat isu-isu lingkungan hidup melalui lirik dan lagu mereka.
Selengkapnya »dari Navicula, Mengupayakan Perubahan Lewat Lagu
Kini setelah 15 tahun berkiprah di industri musik, sempat dikontrak major label, bahkan tampil di televisi, Navicula belum berubah. Di album ketujuh yang rencananya dirilis tahun ini, Robi (vokal, gitar), Dankie (gitar), Made (bass), dan Gembull (drum) masih menyuarakan kepedulian mereka terhadap berbagai isu penting di tanah air lewat lagu-lagu mereka.
Simak bincang-bincang Yahoo! Indonesia OMG dengan Robi tentang perjuangan Navicula dalam menyadarkan banyak orang tentang seriusnya tragedi pembantaian orangutan di Kalimantan, serta upaya mereka mengajak anak muda di Bali untuk kembali bertani.
Kenapa kali ini memilih isu orangutan?
Sebenarnya kasus orangutan ini kasus yang terjadi sudah lama, dari 2008, tapi baruThe Pains of Being Pure at Heart, Kuartet Asal New York yang Bersahaja
Oleh Yahoo Indonesia | Blog Editor – Sel, 6 Mar 2012 17:47 WIBOleh Dimas Ario
Selengkapnya »dari The Pains of Being Pure at Heart, Kuartet Asal New York yang Bersahaja
Belum lama ini saya menulis soal band Inggris, Yuck yang musiknya terdengar sangat Amerika. Bertolak belakang dengan hal itu, di New York, Amerika Serikat ada sebuah band yang musiknya terdengar sangat Inggris. Namanya The Pains of Being Pure at Heart.
Mereka baru saja mengadakan konser di Jakarta pada hari Jumat (2/3) bertempat di Balai Sarbini, Plaza Semanggi.
The Pains of Being Pure at Heart, yang nama bandnya diambil dari sebuah buku cerita anak, terbentuk di tahun 2007 di Brooklyn, New York. Terdiri dari Kip Berman (vokal & gitar), Peggy Wang (keyboard dan vokal), Alex Naidus (bass) dan Kurt Feldman (drum).
Banyak kalangan berpendapat musik mereka seperti menghidupkan kembali musik-musik dari berbagai grup indie pop di Inggris pada era ’80 hingga ’90-an.
Di Amerika Serikat pada periode tersebut dipenuhi oleh berbagai band besar yang sangat berpengaruh seperti Nirvana, Smashing Pumpkins dan Sonic Youth. Yang menjadi pertanyaan, mengapa para personil The Pains of Being"Lighthouse", Lagu Terbaru Pure Saturday
Oleh Yahoo Indonesia | Blog Editor – Sel, 6 Mar 2012 12:46 WIBOleh Dimas Ario
Selengkapnya »dari "Lighthouse", Lagu Terbaru Pure Saturday
Band kawakan asal Bandung, Pure Saturday kembali merilis lagu terbaru. Lagu yang bertajuk “Lighthouse” ini adalah sajian pembuka dari album Pure Saturday selanjutnya yang bertajuk “Grey Album” yang dalam waktu dekat akan dirilis.
“Lighthouse” merupakan lagu baru Pure Saturday pertama semenjak “Spoken” dan “Pagi” yang ada dalam album “Time For A Change, Time To Move On” di tahun 2007 — yang banyak menampilkan lagu lama yang direkam ulang.
Lagu ini sendiri sebenarnya sudah diciptakan semenjak tahun 2009 oleh drummer Yudhistira “Udhi” Ardinugraha. Udhi mengaku saat membuat lagu ini banyak terinspirasi oleh musik Genesis.
“Lagunya saya bikin saat sedang suka dengar lagu ‘Domino’-nya Genesis, tapi jadinya malah agak mirip ‘No Son of Mine’,” katanya.
Untuk lirik, ditulis oleh bassist Ade Purnama. “Lagu ini diibaratkan lagu tema mau memulai hari. Tujuannya jadi penyemangat,” jelas Ade.
Proses rekaman “Lighthouse” melibatkan beberapa musisi Bandung seperti Hendi “Unyil” dari bandThe Smiths vs Lana Del Rey - This Charming Video Game
Oleh Yahoo Indonesia | Blog Editor – Sen, 5 Mar 2012 23:25 WIBOleh: Dimas Ario
Selengkapnya »dari The Smiths vs Lana Del Rey - This Charming Video Game
Seperti yang sudah banyak diketahui, penyanyi pop flamboyan dan kharismatik asal Inggris, Morrissey akan datang ke Indonesia untuk konser yang akan diselenggarakan pada bulan Mei 2012 mendatang. Kamis pekan lalu, tiket konser sudah dijual resmi.
Bagi para penggemarnya menyaksikan Morrissey ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Penantian belasan atau puluhan tahun lamanya pada akhirnya akan menuai kebahagiaan di bulan Mei nanti.
Morrissey mengawali karirnya di tahun 1982 sebagai vokalis grup musik The Smiths. Berarti tahun ini tepat 30 tahun sudah karier bermusiknya.
Di tengah persiapan saya membeli tiket konser Morrissey secara online, tanpa sengaja saya menyaksikan sebuah video yang tajuknya, “The Smiths vs Lana Del Rey - This Charming Video Game (Mashup)”.
Mashup ini dibuat oleh Reborn Identity yang merupakan nama lain produser musik spesialis mashup bernama Gavin Burrel.
(Bagi yang belum tahu, mashup adalah sebuah lagu atau komposisi yang menggabungkan dua atauLagu berjudul "Orangutan" ini diciptakan Navicula pada April 2011 dengan tujuan mengangkat kesadaran akan isu pembantaian orangutan di Kalimantan. Bersama sejumlah organisasi dan musisi lain di Bali, Navicula juga berpartisipasi dalam acara amal dan penggalangan dana bagi untuk menyokong yayasan yang bergerak mengatasi isu ini.
Lagu "Orangutan" bisa diunduh secara gratis di sini sebelum nanti dimasukkan ke album ketujuh Navicula tahun ini.
Selengkapnya »dari VIDEO: Navicula - Orangutan
Latest Blogs
- Hugh Hefner Membelikan Rumah untuk Crystal Harris
- Kelly Rowland Iri kepada Beyonce
- Gaya Nyeleneh Seleb Di Penghargaan Billboard
- Foto-foto Pertama Nicole Kidman Jadi Grace Kelly di "Grace of Monaco"
- Hitam Putih Ratu K-Pop Lee Hyori
- Konser Blur di Jakarta: Itu Benar-benar Bisa Terjadi
- Lima Alasan Menonton "Star Trek Into Darkness"






