Akhir bulan lalu, toko musik online, iTunes milik Apple membuka akses layanannya untuk 12 negara di Asia Tenggara. Dengan dibukanya layanan iTunes itu, konsumen lokal di negara-negara tersebut dapat membeli dan men-download secara resmi lebih dari 20 juta lagu yang tersedia di iTunes Store.
Kedua belas negara tersebut adalah Hong Kong, Taiwan, Makau, Sri Lanka, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Brunei, Vietnam, Laos, dan Kamboja.
Ada negara yang terlewat? Ada Myanmar yang sudah satu dekade ini terkena sanksi internasional, termasuk embargo perdagangan. Selain itu, negara kita tercinta Indonesia juga tidak termasuk dalam list tersebut.
Keputusan Apple tersebut sangat disayangkan. Karena beberapa tahun belakangan, basis penggemar dari produk-produk Apple semakin besar jumlahnya di Indonesia. Biasanya Indonesia memang menjadi negara terakhir di Asia Tenggara dalam setiap peluncuran produk Apple. Walau begitu, para penggemar Apple di Indonesia selalu rela meronggoh kocek yang lebih dalam untuk produk Apple yang pada umumnya harganya lebih tinggi dari harga di Amerika Serikat.
Sejauh ini Apple belum merilis pernyataan mengenai alasan mereka tidak mencantumkan Indonesia di daftar negara iTunes. Namun di bawah ini adalah beberapa kemungkinan alasannya:
1. Belum tercapai kesepakatan antara label-label musik besar di Indonesia.
Salah satu keuntungan dibukanya layanan iTunes Store adalah setiap negara yang bersangkutan dapat membeli secara resmi lagu-lagu dari band dan musisi lokal. Dan untuk lagu-lagu Indonesia supaya dapat dibeli secara legal prosesnya cukup kompleks, karena berkaitan dengan kesepakatan royalti yang jelas dan adil yang selama ini menjadi salah satu isu di industri musik Indonesia.
2. Hambatan dari regulasi pemerintah dan isu pembajakan yang masih merajalela.
Dari sekian ratus perundangan yang ada di Indonesia, undang-undang mengenai hak cipta termasuk yang paling baru disahkan, yakni di tahun 2002 saat pemerintahan Megawati Soekarno Putri. Perundangan mengenai hak cipta ini dirasa masih banyak kekurangan dan tidak kuat secara hukum. Akibatnya, budaya pembajakan di Indonesia masih terjadi. Dan selama ini, Apple cenderung menjauh dari pasar dengan tingkat pembajakan musik yang tinggi.
3. Daya beli lagu yang kurang karena harga lagu yang dirasa masih mahal untuk sebagian besar konsumen di Indonesia.
Harga satu lagu di iTunes dijual dengan harga 99 cents atau sebesar 9 ribu rupiah. Bagi sebagian masyarakat Indonesia membeli sebuah lagu dengan harga senilai itu rasanya masih berat. Terlebih jika lagu yang diinginkan masih banyak bertebaran di internet dan tersedia gratis untuk didownload secara ilegal.
Jika iTunes Store akhirnya membuka layanan di Indonesia, apakah Anda akan membeli lagu secara resmi dari sana, atau tetap memilih download secara ilegal?
BACA JUGA:
Download sama dengan gratis?
Kenapa pembajakan tidak juga diberantas?
Pembajakan di Indonesia sudah kronis
Giliran download ilegal yang diblokir
Resah download ilegal, Ahmad Dhani mengadu ke DPR
Alasan iTunes Store Tak Membuka Layanan untuk Indonesia
Oleh Dimas Ario | Blog Editor – Sel, 10 Jul 2012 16:53 WIBPenomoran Halaman
Pilihan Redaksi
1 - 6 dari 12
Latest Blogs
- Gaya Nyeleneh Seleb Di Penghargaan Billboard
- Foto-foto Pertama Nicole Kidman Jadi Grace Kelly di "Grace of Monaco"
- Hitam Putih Ratu K-Pop Lee Hyori
- Konser Blur di Jakarta: Itu Benar-benar Bisa Terjadi
- Lima Alasan Menonton "Star Trek Into Darkness"
- Dian Sastro: Yang Sombong Biasanya Justru Artis Asia
- Cara Selebritas Menjaga Rambutnya
BLOG DI OMG!
Terpopuler



Ade Rai Sempat Nggak Naik Kelas Gara-Gara Bulu Tangkis
Jakarta, C&R Digital - Selain binaraga, binaragawan Ade Rai ternyata juga menggemari olahraga lain. Salah satu olahraga adalah bulu tangkis. Pria berotot itu pun mengaku ketika kecil dirinya bercita-cita menjadi atlet bulu tangkis. "Semua orang Indonesia pasti sangat mencintai bulu tangkis, termasuk saya. Dari kecil saya ingin jadi atlet bulu tangkis, tapi nggak bisa, akhirnya jadi binaragawan. Tapi masih bisa membanggakan nama Indonesia dimata dunia," kata Ade Rai saat ditemui di Central


Berita Terkini
GALERI TERPOPULER
1 - 8 dari 25
Hari Ini di Yahoo!
1 - 8 dari 28
Video Pilihan
1 - 4 dari 20
