Benny Chandra
  • Perlu punya berapa album sebelum sebuah grup musik atau seorang penyanyi dianggap layak meluncurkan album “best of” atau “greatest hits”? Tiga? Empat? Lima? Atau sepuluh album? Relatif. Tidak ada aturan pasti soal itu. Yang jelas, kalau hanya baru punya satu atau dua album sebaiknya tidak nekat tiba-tiba sesumbar mau bikin album “greatest hits”. Itu sama saja memalukan diri sendiri. Nah, bagaimana untuk seorang Agnes Monica?

    Dibandingkan dengan penyanyi seumurannya pada umumnya, perjalanan karier Agnes agak berbeda. Jika dihitung sejak cewek kelahiran Jakarta, 1 Juli 1986 ini masih anak-anak hingga album Sacredly Agnezious (2009), jumlah album yang sudah dihasilkannya setidaknya ada 6 buah. Itu belum termasuk dua buah lagu berjudul Pernikahan Dini dan Seputih Hati yang menjadi lagu tema sinetron “Pernikahan Dini” yang juga dibintanginya pada tahun 2000 lalu. Dengan modal seperti itu, seharusnya dia memang pantas dan punya modal lagu yang lumayan banyak untuk membuat kumpulan lagu-lagu

    Selengkapnya »dari Album Pencitraan Agnes Monica
  • Konser musik akbar yang digelar di Indonesia sejak beberapa bulan belakangan ini memang semakin ramai dan berkesinambungan saja. Di sela-sela keramaian berbagai konser itu, sambil menunggu kabar siapa lagi musisi yang akan bikin konser besar di sini, ada hal lain yang juga tidak kalah menarik untuk dicermati. Apa itu? Soal penawaran yang diberikan kepada para penonton oleh berbagai pihak terkait, baik oleh promotornya atau pihak sponsor. Apalagi sebagian di antara penawaran itu terbilang jarang atau bahkan mungkin belum pernah dihadirkan di sini sebelumnya.

    Penawaran apa saja itu? Berikut ini adalah 7 di antaranya yang berdasarkan pemantauan sekilas saya sejauh ini. Lihatlah.

    1. Tiket Harga Pre-sale atau Early Bird
    Saat ini, sepertinya rata-rata konser musik mancanegara di Indonesia menawarkan tiket presale atau early bird kepada calon penonton. Tiket presale atau early bird biasanya dijual beberapa bulan atau minggu sebelum hari H dengan harga khusus atau potongan harga yang cukup

    Selengkapnya »dari 7 Penawaran Menarik untuk Penonton Konser
  • Awalnya, saya merasa senang ketika beberapa minggu lalu menemukan buku terjemahan dalam bahasa Indonesia dari HITMAN: Forty Years Making Music, Topping the Charts, and Winning Grammys, sebuah memoar dari David Foster yang disusun bersama Pablo F. Fenjves ini. Saya senang karena berarti tidak perlu lagi membeli versi bahasa Inggrisnya yang diterbitkan pertama kali pada 2008 lalu. Apalagi pihak yang memegang hak terjemahannya di sini merupakan penerbit yang cukup ternama. Dengan sejumlah pertimbangan itu, ditambah faktor utama bahwa saya adalah penggemar karya-karya dari David Foster, membuat saya jadi susah mencari alasan untuk tidak langsung membelinya. Berjalanlah saya ke kasir sambil menenteng buku ini.

    Begitu mulai membaca isinya halaman demi halaman, saya jadi merasa keputusan membeli buku terjemahan setebal 274 halaman ini sepertinya terlalu terburu-buru. Penyesalan itu mulai menyeruak ketika saya menemukan kata “copynya” di halaman 2, yang –anehnya– tidak diterjemahkan menjadi

    Selengkapnya »dari Ketika Memoar David Foster Diterjemahkan
  • Jumlah konser yang akan digelar di Indonesia pada tahun 2011 ini terasa lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Perkembangannya pun sangat dinamis. Sewaktu-waktu bisa terjadi perubahan. 

    Seakan tidak mau kalah dengan serbuan konser musisi mancanegara, nampaknya geliat kegiatan konser akbar dari artis musik dalam negeri di tahun ini juga menarik untuk dicermati. Tengoklah beberapa di antaranya.

    1. Titi DJ: 20-23 Januari 2011 (Taman Ismail Marzuki, Jakarta).
    Konser tunggal hingga empat hari berturut-turut di sebuah lokasi yang sama? Itulah yang akan dilakukan oleh Titi DJ, salah seorang penyanyi pop senior di Tanah Air, dalam konsernya yang bertajuk “Swara Sang Dewi” ini. Bahkan dalam sehari ada dua kali pertunjukan, kecuali hari pertama yang hanya sekali. Rencananya, sederet nama kondang seperti Diana Nasution, Rossa, TDC, Sherina, dan Ovy /rif akan menjadi bintang tamu dalam konser yang diiringi oleh Magenta Orchestra-nya Andi Rianto ini. Jadi, silakan pilih mau nonton hari apa dan

    Selengkapnya »dari Geliat Konser Akbar Musisi Lokal
  • Peluncuran album ke-10 milik KLa Project ini terbilang istimewa. Untuk menandainya,  sebuah konser megah digelar pada akhir November tahun lalu di Jakarta yang tiketnya dijual pada kisaran ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Sebuah acara peluncuran album yang istimewa, tapi di sisi lain perlakuan seperti itu bisa menjadi beban tersendiri bagi album ini.

    Apalagi sebenarnya sudah ada beban lain yang harus ditanggung album ini sebagai album baru di bawah naungan nama KLa Project (di luar NuKLa) yang berjarak 10 tahun dengan album sebelumnya, KLasik (2000). Di samping itu, “Exellentia” yang dipakai sebagai judul album ini juga terbilang merupakan beban tersendiri karena identik dengan sesuatu yang sangat bagus. Sepertinya memang cukup banyak beban yang harus ditanggung oleh album yang segala sesuatunya ditangani sendiri oleh pihak KLa Project dengan bendera PT. Kinarya Legenda Abadi (KLa Corporation) ini. Apakah materi lagu yang disajikan di dalamnya bisa menopang semua beban itu?

    Dibuka

    Selengkapnya »dari Judul Album yang Memberatkan
  • Setelah tahun 2010 lalu panggung hiburan di Tanah Air diramaikan dengan banyaknya musisi mancanegara yang datang menggelar konser, sekarang di tahun 2011 ini nampaknya situasinya juga tidak akan jauh berbeda. Sepanjang tahun ini, sepertinya para penggemar musik di Indonesia, khususnya penikmat konser, kembali akan dimanjakan.

    Lihatlah. Mulai dari awal hingga mendekati pertengahan tahun ini saja, sudah lumayan banyak artis musik mancanegara yang dijadwalkan manggung di sini. Siapa saja? Saya mencoba merangkumnya berdasarkan jadwal penampilan mereka di sini mulai Januari sampai Mei 2011. 

    1. Secondhand Serenade: 8 Januari 2011 (Sabuga, Bandung), 9 Januari 2011 (Gramedia Expo, Surabaya).
    Setelah manggung di Jakarta pada 2009 lalu, sekarang giliran Bandung dan Surabaya disinggahi band yang dimotori John Vesely ini. Harga tiket di dua kota  ditetapkan sama oleh Nada Promotama, promotornya. Yaitu, 250 ribu rupiah.

    2. N.E.R.D: 10 Januari 2011 (Istora Senayan, Jakarta).
    Suka musik hip hop?

    Selengkapnya »dari Pilih Nonton Iron Maiden atau Justin Bieber?
  • Sebenarnya album /rif rilisan 2010 bertajuk “7” ini sudah dirilis beberapa bulan lalu, tapi waktu itu kabarnya masih diedarkan secara terbatas. Hanya bisa dipesan lewat manajemen /rif atau beli langsung di lokasi mereka manggung. Tapi minggu lalu, ketika mampir di salah satu cabang dari jaringan toko CD terkenal, saya melihat album yang dijual seharga 35 ribu rupiah ini sudah dipajang. Akhirnya…

    Sekilas, selain sebagai judul album, tidak tampak hal lain yang berbau tujuh dalam album ke-7 dari grup musik asal Bandung yang terdiri dari Andy (vokal), Jiks (gitar), Ovy (gitar), Magi (drum), dan Teddy (additional bass player) ini. Lihat saja. Tidak ada lagu yang berjudul sama dengan angka itu, jumlah lagunya juga bukan 7 tapi 8. Namun, kalau ditelusuri lebih lanjut, sebenarnya isi album ini terdiri dari 7 lagu baru dan 1 lagu lawas.

    Adalah lagu bertajuk 1 dari album Salami (1998) yang sekarang dinyanyikan kembali menjadi lebih segar dan bersemangat, dengan judul yang sedikit berubah

    Selengkapnya »dari Album Kebangkitan /rif Tanpa Lagu Cinta
  • Dalam hitungan hari, tahun 2010 akan berlalu dan sebentar lagi 2011. Sedikit menengok ke belakang, banyak sudah lagu Indonesia yang hadir mewarnai kehidupan kita sepanjang tahun 2010. Ada yang sekadar lewat begitu saja, sebaliknya ada pula sejumlah lagu yang terasa hadir di mana-mana, di sekeliling kita dalam kurun waktu tertentu.

    Tanpa sengaja, lagu-lagu yang terasa tiba-tiba muncul di mana-mana itu sering membuat kuping kita seperti dikepung dari berbagai arah. Coba perhatikan. Diputar di radio, televisi, kantor, rumah makan, pusat belanja, hingga lapak kaki lima dengan berbagai versi. Mulai dari versi penyanyi aslinya hingga versi berbagai penyanyi lain. Itu masih ditambah dengan bahasan soal lagu itu di berbagai media massa, baik elektronik, cetak maupun online.

    Kalau sudah begitu, soal apakah lagu itu enak didengar atau norak tidak lagi jadi faktor penting. Kesan yang muncul adalah “ganggu”. Tenang, arti “ganggu” di sini bukan selalu dalam arti negatif (meskipun kadang-kadang

    Selengkapnya »dari 9 Lagu Indonesia Paling “Ganggu” 2010
  • Di saat masih seringnya para penyanyi anak-anak menyanyikan lagu populer milik penyanyi dewasa, bahkan hingga merekamnya ulang, justru ada sejumlah penyanyi dan grup musik dewasa yang melirik lagu anak-anak. Mereka tidak hanya menciptakan lagunya saja, tapi juga sekalian menyanyikannya. 

    Setelah sekitar tahun 2001 lalu ada Eross “Sheila on 7” yang menciptakan lagu Jangan Takut Gelap untuk dinyanyikan Duta “Sheila on 7” bareng Tasya, belum lama ini Fadly “PadI” dikabarkan ikut menggarap sebuah album lagu anak-anak. Setelah itu, tidak lama kemudian grup musiknya, PadI, merilis sebuah lagu anak-anak bertajuk Sahabat Selamanya untuk dipakai sebagai soundtrack “Upin & Ipin”.

    Seakan tidak mau kalah, The Dance Company (TDC) juga tergerak menggarap lagu anak-anak. Tidak hanya satu lagu saja, grup musik yang terdiri dari Riyo (Ariyo Wahab), Wega (Pongki Barata), Bebe (Baim), dan Mbot (Nugie) ini bahkan membuat sebuah album lagu anak-anak. Mereka sengaja mengubah nama menjadi TDC for Kids.

    Selengkapnya »dari Album Lagu Anak-anak untuk Orang Dewasa
  • Beberapa hari lalu, ada sebuah sebuah kicauan di akun Piyu Padi di Twitter yang menarik perhatian saya. Apa itu? Soal rencana peluncuran bukunya. Piyu menulis buku? Wah!

    Kenapa tiba-tiba gitaris PadI yang bernama lengkap Satriyo Yudi Wahono itu bikin buku? Kenapa dia lebih memilih meluncurkan bukunya lebih dulu ketimbang album solo, yang umumnya selalu jadi sebuah kebanggaan setiap gitaris? Bagaimana pula dengan PadI dan kelanjutan penggarapan album setelah single “Terbakar Cemburu” diluncurkan beberapa bulan lalu? Betulkan PadI harus istirahat dulu? Kenapa?

    Sederet pertanyaan itu yang langsung muncul di benak kepala saya. Untunglah semuanya bisa segera mendapatkan jawabannya ketika saya berhasil menghubungi Piyu. Berikut ini adalah cuplikan hasil obrolan via telepon antara saya (Benny Chandra) dengan Piyu kemarin siang (11/12).

    Kabarnya mau ngeluarin buku ya?
    Iya, aku mau keluarin buku. Sudah selesai sih semuanya. Proses layout dan segala macam lainnya sudah selesai. Tinggal menunggu

    Selengkapnya »dari Piyu Soal Buku, Album Solo, dan Nasib PadI

Penomoran Halaman

(118 Artikel)