Pada awal bulan ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan, seiring penetrasi musik Korea (atau lebih dikenal dengan sebutan K-pop), sudah saatnya industri musik Indonesia untuk menciptakan I-pop.
Sekilas, ide itu tampak sangat menarik. Tapi, apakah saat ini musik Indonesia dan penggemarnya membutuhkan (istilah) I-pop?
K-pop memang menarik dan menggiurkan. Khususnya, dari sisi bisnis. Lihat saja antusiasme para penggemar setiap kali ada salah satu bintang K-pop manggung di Indonesia, misalnya. Mereka rela mengantre sejak tengah malam untuk membeli tiket masuk (yang terbilang tidak murah), menyambut di bandara (meskipun belum tentu bertemu langsung), histeris saat konser, hingga memborong pernak-pernik bergambar sang idola.
Itu baru di Indonesia, belum termasuk negara-negara lain. Para penggemar K-pop jelas merupakan pangsa pasar yang sangat potensial.
Demam K-pop pun menjalar ke seluruh dunia. Situs berita musik Billboard sampai punya tangga lagu khusus
Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda
Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Konser Musisi Asing di Bulan Mei 2012
Oleh Benny Chandra | Benny Chandra – Jum, 27 Apr 2012 11:10 WIBBulan Mei merupakan saat tepat bagi para penggemar konser musisi asing untuk sejenak menarik napas dan “merapikan” dompet, setelah terus diserbu oleh tawaran pertunjukan sejak awal tahun.
Jadwal pertunjukan bulan Mei ini tidak sebanyak bulan-bulan sebelumnya. Tapi jangan salah duga, bukan berarti tidak ada konser yang menarik. Coba lihat nama-nama di bawah ini:
1 Mei: Avenged Sevenfold di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta
Grup heavy metal asal California yang juga dikenal dengan singkatan A7X ini datang lagi ke Indonesia untuk ke-3 kalinya. Kali ini, tiket untuk menyaksikan aksi panggung mereka dijual pada harga Rp 300 ribu dan Rp 500 ribu. Promotor: Entertainment Range dan Showmaxxx.1 Mei: Vertical Horizon di Hard Rock Café, Jakarta
Grup musik rock alternatif ini juga sudah pernah datang sebelumnya ke Indonesia. Tepatnya, tahun 2009 lalu. Konser mereka di Jakarta lagi kali ini bisa ditonton dengan membayar Rp 500 ribu. Promotor: Original Production.2 Mei: L'Arc-en-Ciel di
Selengkapnya »Acara Musik yang Menghargai Penonton dan Penyanyi
Oleh Benny Chandra | Benny Chandra – Min, 22 Apr 2012 22:46 WIBMalam itu, lewat tayangan di salah satu stasiun TV, saya sempat terpesona saat menyaksikan lagu berbahasa daerah ciptaan Titiek Puspa yang bertajuk “Romo Ono Maling” dinyanyikan kembali oleh Yuni Shara dengan aransemen baru. Di bawah iringan orkestra pula.
Selengkapnya »
Sebuah sajian yang sangat menarik, bahkan terbilang langka. Setahu saya, jarang lagu berbahasa daerah ditampilkan di acara televisi dengan penyanyi kondang dan aransemen seperti itu.
Keterpesonaan saya berlanjut ketika Vina Panduwinata muncul membawakan lagu-lagu legendaris dunia seperti “Send in the Clowns”, “Can You Feel the Love Tonight”, “Somewhere”, “A Whole New World”, “All I Ask of You”, hingga “Beauty and the Beast” bersama Mario Ginanjar.
Ini juga peristiwa langka, terutama untuk acara musik di televisi. Memang sudah sepantasnya penyanyi Indonesia sekaliber Vina Panduwinata dihargai kemampuannya dengan memberinya tantangan menyanyikan lagu-lagu berkelas seperti itu. Bukan lagu lokal masa kini yang hanya kebetulan sedangAgar Tidak Menyulitkan Pembeli Tiket Konser
Oleh Benny Chandra | Benny Chandra – Jum, 13 Apr 2012 20:04 WIB
Selengkapnya »
Kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah?
Saya langsung teringat dengan pameo di atas ketika belum lama ini membaca berita soal penjualan tiket konser sebuah boyband di Jakarta. Cara penjualan tiketnya amat menyusahkan para pembeli. Bahkan kabarnya beberapa pembeli sampai jatuh pingsan.
Tidak mengherankan. Membaca tata cara pelaksanaannya saja, seperti yang tercantum di situs web promotor, sudah langsung bikin pusing.
Untuk pertunjukan hari pertama, contohnya. Pembeli tiket harus mengantre dulu mulai pukul 12 tengah malam di sebuah hotel hanya untuk mendapatkan nomor antrean pembayaran. Sementara loket pembayarannya baru dibuka mulai jam 8 pagi.
Setelah membayar pun, tiket tidak langsung ada di tangan karena pembeli hanya mendapatkan bukti pembayaran. Bukti pembayaran masih harus ditukarkan dengan tiket sungguhan pada hari-H atau sehari sebelumnya.
Bertele-tele dan menyulitkan? Pasti. Padahal harga tiketnya tidak bisa dibilang murah.
Sedikit menengok ke belakang, sebenarnya bukanGeliat (Harga Tiket) Konser Musisi Lokal
Oleh Benny Chandra | Benny Chandra – Min, 8 Apr 2012 11:57 WIBSiapa bilang pertunjukan musisi dalam negeri tidak ikut memanas saat musisi asal luar negeri terus berdatangan untuk manggung di Indonesia dalam beberapa waktu belakangan ini? Siapa bilang juga harga tiket konser musisi lokal selalu lebih murah ketimbang konser musisi asing di sini?
Selengkapnya »
Lihatlah. Dalam semester pertama tahun 2012 ini saja, tercatat ada sejumlah konser musisi lokal berskala lumayan besar yang sudah dan akan digelar di Indonesia, terutama di Jakarta. Mulai dari konser Chaseiro – Music & Friends, Chrisye 2012 – Kidung Abadi, Area 62 – 100% Lokal, I Slank U – The Journey of The Blue Island, dan Ahmad Dhani and Indonesian All Stars. Itu belum termasuk KLa Project yang berencana menggelar kembali konser berkonsep akustik, KLakustik, pada beberapa bulan mendatang.
Untuk lokasi yang dipilih menjadi tempat pertunjukan juga umumnya yang biasa dipakai untuk konser artis musik dari luar negeri. Luas, megah, dan bergengsi.
Begitu pula dengan harga tanda masuknya. Sekilas, sepertinya sudahKonser Musisi Asing di Bulan April 2012
Oleh Benny Chandra | Benny Chandra – Jum, 30 Mar 2012 10:18 WIBHingga bulan April 2012, rombongan musisi asing masih tetap terus berdatangan ke Indonesia. Yang menarik, beberapa nama di antaranya datang dari era 70-80an. Tapi di sisi lain, ada juga kehadiran boyband yang sedang digemari anak muda zaman sekarang.
Selengkapnya »
Siapa saja mereka? Yuk, disimak!
5 April: The Iron Maidens di Rolling Stone Café, Jakarta.
Bukan, yang datang kali ini bukan rombongan Iron Maiden yang band heavy metal asal Inggris itu. Jangan keliru. Grup musik ini memang memainkan lagu-lagu milik Iron Maiden, tapi yang berbeda adalah seluruh personelnya cewek. Terbentuk pada 2001 silam, mereka memproklamasikan diri sebagai “World's Only Female Tribute to Iron Maiden.” Ingin membuktikan klaim itu? Tiket masuk untuk konser mereka di Jakarta seharga Rp 198.000. Promotor: Blackrock Entertainment.
5 April: AVICII di Fairgrounds, Jakarta.
DJ asal Swedia ini sempat menimbulkan kehebohan saat tampil bersama Madonna dalam acara perkenalan lagu terbaru milik diva itu di Miami belum lama ini.Resep Lama di Album Kebangkitan The Cranberries
Oleh Benny Chandra | Benny Chandra – Rab, 21 Mar 2012 19:06 WIBMengingat jarak waktu yang cukup panjang dengan album sebelumnya, awalnya saya khawatir The Cranberries akan bermain aman dalam album bertajuk “Roses” ini. Misalnya, dengan cara menyuguhkan lebih banyak lagu-lagu melankolis dan menghindari lagu berirama menghentak dan cepat demi pangsa pasar yang lebih luas.
Selengkapnya »
Ya, band asal Irlandia ini memang terakhir kali merilis album “Wake Up and Smell the Coffee” pada 2001. Setelah sempat vakum bertahun-tahun dan kemudian berkumpul kembali tahun 2009, akhirnya belum lama ini mereka merilis album ke-6.
Di album baru ini, untunglah kekhawatiran saya tidak terjadi. Saya masih bisa menemukan lagu-lagu khas The Cranberries dengan resep yang tidak banyak berubah. Terutama ciri khas dari suara sang vokalis, Dolores O'Riordan, yang tetap terdengar menawan.
Bahkan permainan musik yang mereka usung kali ini juga terasa lebih kaya dan bertenaga ketimbang sebelumnya.
Semua itu sudah terasa sejak lagu “Conduct” yang dipasang sebagai nomor pertama. Berlanjut dengan
Selengkapnya »
Coba bayangkan situasi ini. Dalam sebuah pertunjukan atau konser yang menyediakan kursi, di barisan depan ada yang menonton sambil berdiri menutupi pandangan penonton lain di belakang mereka. Mengganggu dan menjengkelkan bukan?
Dalam beberapa konser yang sempat saya datangi belakangan ini, terlihat sejumlah orang lebih suka menonton sambil duduk meskipun pihak penyelenggara tidak menyediakan kursi bagi penonton. Lantas mereka duduk di mana? Di lantai. Ada yang mengambil tempat di belakang, tapi tidak sedikit juga yang berada di barisan depan.
Cukup sampai di situ? Tidak.
Rupanya mereka yang duduk itu ingin penonton lain juga seperti mereka. Akibatnya, setiap kali terlihat ada yang berdiri, selalu terdengar hardikan dari arah penonton yang duduk. Bahkan ketika musisi sudah di atas panggung, mereka tetap berteriak dan ribut sendiri menyuruh penonton lain untuk ikut duduk di lantai.
Mungkin bagi mereka, penampilan musisi di atas panggung tidak sepenting urusan itu. Pokoknya, semua penontonKonser Musisi Asing yang Digelar Sepanjang Maret 2012
Oleh Benny Chandra | Benny Chandra – Kam, 1 Mar 2012 13:43 WIBMemasuki bulan ke-3 di tahun 2012 ini, pawai konser musisi asing di Indonesia terus berlanjut. Jumlahnya tidak kalah dengan bulan-bulan sebelumnya. Begitu juga dalam hal kepopuleran nama-nama musisi yang didatangkan.
Selengkapnya »
Bahkan beberapa nama di antaranya tergolong musisi legendaris dunia. Siapa saja?
2 Maret 2012: A1, Blue, dan Jeff “98 Degree” Timmons di Trans Studio Makassar, Makassar
Setelah Jakarta, sekarang giliran penonton di Makassar untuk menyaksikan penampilan rombongan cowok-cowok yang jaya di era '90-an ini. Harga tiketnya Rp 200.000 – Rp 300.000. Promotor: Mahkota Promotion.
2 Maret 2012: Al Jarreau, Herbie Hancock, Bobby McFerrin, Erykah Badu, Bobby Caldwell, The Manhattan Transfer di JIExpo, Jakarta
Selain nama-nama di atas, ada sejumlah musisi asing lain yang juga bakal tampil di hari pertama Jakarta International Java Jazz Festival 2012. Di antaranya, George Duke Trio, Maurice Brown, Depapepe, Medeski Martin & Wood, Juilliard Jazz Quartet, dan Ron King Big Band. Harga normalRombongan Pemenang Grammy Award di Java Jazz Festival 2012
Oleh Benny Chandra | Benny Chandra – Sel, 28 Feb 2012 18:20 WIBJava Jazz Festival edisi Grammy. Itulah kesan yang langsung muncul saat memperhatikan lebih jauh daftar musisi asing yang bakal tampil di Java Jazz Festival 2012.
Selengkapnya »
Di antara ratusan musisi yang dijadwalkan manggung kali ini, terdapat sederet pemenang Grammy Awards, piala bergengsi dalam dunia musik. Tidak hanya 1-2 nama saja, tapi lebih dari itu. Bahkan beberapa di antara mereka berhasil meraih piala Grammy hingga lebih dari sepuluh buah.
Siapa saja mereka?
Al Jarreau
Penyanyi bernama lengkap Alwin Lopez Jarreau ini adalah pemegang sejumlah piala Grammy sejak tahun ’70-an. Yaitu, Best Jazz Vocal Performance (1977, 1978, 1981), Best Pop Vocal Performance (1981), Best R&B Vocal Performance (1992), dan Best Traditional R&B Vocal Performance (2006). Dia akan tampil pada 3 dan 4 Maret 2012.
Bobby McFerrin
Berkat lagu “Don't Worry Be Happy” saja, penyanyi bernama asli Robert McFerrin, Jr ini berhasil membawa pulang tiga piala Grammy (Best Pop Vocal Performance – Male, Song Of The Year, dan Record


