Postingan Blog oleh Eko Juniarto

  • 13, Sebuah Thriller yang Mudah Ditebak

    Selama akhir minggu kemarin, saya menyaksikan 2 film dan 1 serial TV baru: 13, Yogi Bear, dan Harry’s Law. 13 belum diputar di Indonesia, baru saya lihat posternya ‘Coming Soon’ di Hollywood XXI saat menonton Yogi Bear kemarin bersama keluarga. Yogi Bear saat ini sedang diputar di Indonesia, dan sudah diputar di Amerika sejak bulan Desember tahun yang lalu, dan Harry’s Law baru mulai diputar tanggal 17 Januari di Amerika. 
    Walaupun belum diputar di Indonesia, 13 sebenarnya sudah diputar di Amerika sejak bulan Maret 2010. Film ini merupakan remake dari film Perancis tahun 2005 berjudul 13 Tzameti, dengan sutradara yang sama, Géla Babluani. Waktu melihat posternya di Hollywood XXI, yang membuat saya tertarik untuk menonton film ini adalah aktor Jason Statham dan Mickey Rourke, dua nama populer di bidang perfilman. Namun bintang populer belum tentu bisa membuat film yang dibintanginya menjadi ikut bagus juga. 
    Film diawali dengan Vince – tokoh utama film ini, diperankan oleh Sam Riley –
    Selengkapnya »dari 13, Sebuah Thriller yang Mudah Ditebak
  • Flawless: Balas Dendam yang Sempurna

    Saya baru saja menonton dua film yang dibintangi oleh Michael Caine secara berturut-turut. Pertama adalah Harry Brown, yang bercerita tentang tindakan vigilante seorang pensiunan tentara Inggris setelah temannya dibunuh oleh sekelompok pemuda anggota gang, dan yang kedua adalah Flawless, bercerita tentang pencurian intan permata yang bermotifkan balas dendam.

    Banyak film yang bercerita tentang vigilantisme, yang pernah saya bahas antara lain Kick-Ass. Seri film Death Wish yang dibintangi oleh Charles Bronson, lalu film yang lumayan baru adalah Law Abiding Citizen yang dibintangi oleh Gerard Butler dan Jamie Foxx juga bercerita tentang vigilantisme. Namun berbeda dengan film-film ini, film Harry Brown yang dibuat tahun 2009 yang lalu bercerita tentang seorang pensiunan tentara Inggris yang umurnya sudah cukup tua, ditambah mengalami gangguan pernafasan.

    Harry Brown digambarkan orang yang biasa saja; walaupun refleksnya masih lumayan cepat untuk bela diri tangan kosong dan bisa

    Selengkapnya »dari Flawless: Balas Dendam yang Sempurna
  • Ketika Jubah Bukan Sekedar Fashion Statement

    “There are 37 illusions that use the cape. You will master them all.”

    Itu adalah ucapan Max Malini, pemimpin sebuah geng sirkus yang menyelamatkan Vince Faraday, tokoh utama serial TV gres buatan Amerika The Cape, yang baru diputar di jaringan NBC. Vince Faraday, diperankan oleh David Lyons, adalah seorang polisi jujur di sebuah kota besar Palm City di Amerika. Polisi jujur di Palm City adalah sesuatu yang langka, dan situasi ini semakin buruk ketika Kepala Polisi yang baru terbunuh saat hari pelantikannya.

    Kejahatan pembunuhan ini dilakukan oleh super villain bernama Chess, yang menggunakan topeng dan lensa kontak yang berbentuk buah catur, diperankan oleh James Frain. Chess ini adalah alter ego dari Peter Fleming, CEO dari ARK Industries, dan mempunyai tujuan utama untuk menguasai keseluruhan lembaga penegakan hukum di Palm City.

    Setelah berhasil membunuh Kepala Polisi, Fleming bisa dengan mudah menawarkan jasa penegakan hukum swasta dengan ARK Security, dan jadilah Palm City kota

    Selengkapnya »dari Ketika Jubah Bukan Sekedar Fashion Statement
  • Ketika Ryan Reynolds Dikubur Hidup-hidup di Irak

    Film pertama yang saya tonton di tahun 2011 ini adalah 'Buried', film buatan Spanyol yang dibintangi oleh Ryan Reynolds. Film berdurasi 94 menit ini disutradari oleh Rodrigo Cortés, bercerita tentang Paul Conroy yang bekerja sebagai sopir truk di Irak, yang diculik dan dijadikan sandera untuk ditukar dengan uang.

    Jarang saya melihat film bioskop yang hanya menampilkan sedikit pemeran. Film 'Closer' tahun 2004 misalnya, hanya fokus hanya ke 4 tokoh yang diperankan Clive Owen, Natalie Portman, Julia Roberts dan Jude Law, walaupun memang masih muncul tokoh figuran lain. Atau film 'Moon' tahun 2009, yang hanya menampilkan Sam Rockwell, walaupun terkadang muncul tokoh lain dalam bentuk percakapan video.

    Sulit untuk menuliskan pendapat saya tentang film 'Buried' ini tanpa spoiler. Selama 94 menit, film ini berhasil membuat saya selalu terpaku melihat ke layar menanti kejadian berikutnya, walaupun sebagian besar dari film hanya menampilkan Ryan Reynolds yang terjebak di dalam peti mati dan

    Selengkapnya »dari Ketika Ryan Reynolds Dikubur Hidup-hidup di Irak
  • Satu Peleton, Satu Lembah, Satu Tahun

    Perang di zaman modern ini bisa membuat seorang tentara menembakkan senapan mesin ke musuh dan tidak bisa melihat sendiri musuhnya sudah kena tembak.

    Itu adalah salah satu adegan dalam film dokumenter perang 'Restrepo', Ketika prajurit Pemble menembaki sebuah lembah di Afghanistan, dengan diarahkan oleh rekannya yang melihat melalui teropong infra merah. Walaupun musuh telah tertembak, Pemble yang melakukan tembakan tidak melihat sendiri targetnya terbunuh.

    Pemble adalah anggota Peleton Kedua, Battle Company (B Company) Batalyon Kedua Resimen Infantri 503 (airborne) dari Airborne Brigade Combat Team 173 Amerika Serikat yang ditempatkan di lembah Korangal, Afghanistan. Jurnalis Amerika Sebastian Junger dan fotografer Inggris Tim Hetherington membuat film dokumenter 'Restrepo', yang bercerita tentang satu kesatuan peleton pasukan Amerika yang ditempatkan selama 15 bulan di Afghanistan untuk memenuhi tour of duty.

    Akibat peristiwa 9/11, Amerika menerapkan doktrin untuk memerangi

    Selengkapnya »dari Satu Peleton, Satu Lembah, Satu Tahun
  • Tron: Legacy, Teknologi Warisan 20 Tahun Lalu

    Saya terus terang belum pernah menonton film TRON, yang dibuat tahun 1982. Saya hanya mengetahui tentang film tersebut dari sebuah majalah yang saya baca sewaktu SD/SMP, dan juga melalui permainan komputer Light Racer, yang asal muasalnya dari film TRON tersebut. Dan memang salah satu poster yang mengiklankan TRON: Legacy, sekuel dari film TRON, memperlihatkan kendaraan Light Cycle yang dipergunakan dalam pertandingan Light Racer itu.

    Dilihat dari situs IMDB, skor film TRON sendiri tidak impresif, hanya 6.7 dari 27.972 pemberi nilai. Walaupun begitu, film ini mendapatkan banyak penggemar, istilahnya menjadi ‘cult movie’, mirip seperti Blade Runner atau The Matrix. Banyak kawan saya di dunia internet yang menunggu-nunggu jadwal tayang TRON: Legacy, dan memang terus terang kebanyakan bukanlah remaja, melainkan sudah berumur 20 tahun ke atas.

    Seperti TRON, film TRON: Legacy diproduksi oleh Walt Disney. Dan ada 3 orang dari TRON yang kembali berpartisipasi dalam TRON: Legacy ini, yaitu

    Selengkapnya »dari Tron: Legacy, Teknologi Warisan 20 Tahun Lalu
  • Iklan Terselubung

    Judul ‘Iklan Terselubung’ di atas sepertinya berkonotasi negatif, namun hanya istilah itulah yang sepertinya paling mendekati dengan terjemahan istilah product placement. Terjemahan secara harafiah adalah penempatan produk, tapi bagi orang awam, istilah ini sepertinya tidak menyiratkan sesuatu yang berhubungan dengan iklan. Product placement sendiri berarti menyisipkan iklan sebuah produk atau layanan pada segmen program yang tidak memungkinkan menyisipkan iklan, contohnya seperti film bioskop; namun ini tidak membatasi praktek produk placement yang dilakukan dalam program yang memungkinkan disisipkannya segmen iklan, dalam serial televisi atau siaran radio misalnya.

    ‘Iklan terselubung’ ini dilakukan dengan menyisipkan produk yang diiklankan dalam film atau serial televisi. Misalnya, di film The Matrix Reloaded dan film Transformers, semua mobil yang muncul di dalam film tersebut adalah produksi dari General Motors. Product placement ini bisa saja disebut sebagai sponsor, jika memang

    Selengkapnya »dari Iklan Terselubung
  • Tangled alias Rapunzel

    Akhir minggu kemarin, saya menggunakan aplikasi Movfreak di iPhone untuk mencari jadwal film yang cocok ditonton untuk anak-anak saya. Salah satu kandidatnya adalah film animasi musikal Rapunzel, yang akhirnya saya sekeluarga tonton di Blitzmegaplex studio 7 Pacific Place, jadwalnya pukul 17.00.

    Sebenarnya film ini di negara asalnya, Amerika, dinamakan Tangled, bukan Rapunzel. Melihat pengalaman film animasi musikal Disney sebelumnya, The Princess and the Frog di tahun 2009, yang judulnya lebih menarik perhatian wanita muda ketimbang pria muda, film yang awalnya sudah diberi nama Rapunzel diubah namanya menjadi Tangled, dengan harapan judulnya lebih netral dan mengangkat tokoh utama selain Rapunzel, yaitu Flynn Rider. Mirip seperti film Slayers (Gerard Butler) yang baru diputar di Jakarta, ternyata sebenarnya adalah film Gamer tahun 2009. Di Indonesia sendiri kalau dilihat dari jadwal pemutaran film ditulis sebagai ‘Rapunzel’, namun jika kita sudah sampai di bioskop, setiap poster yang

    Selengkapnya »dari Tangled alias Rapunzel
  • Ketika Hantu, Vampir & Serigala Jadi-Jadian Berbagi Apartemen

    Apa yang akan terjadi, ketika sebuah apartemen berhantu disewa oleh seorang vampir dan seorang serigala jadi-jadian (werewolf)? Inilah tema sentral dari serial dramedi (drama komedi) TV BBC Three Inggris, Being Human. Sebuah apartemen yang tidak laku karena para penghuni sebelumnya selalu ‘diganggu’ oleh kejadian-kejadian aneh, akhirnya laku disewa oleh John Mitchell & George Sands, yang sering dikira pasangan gay.

    Mitchell (Aidan Turner) dan George (Russel Tovey) sama-sama bekerja sebagai porter sebuah rumah sakit. Keduanya memiliki sebuah rahasia: Mitchell yang karismatik adalah seorang vampir, sementara George yang penyendiri adalah seorang werewolf. Berdua mereka menyewa apartemen yang ternyata dihantui oleh Annie Sawyer (Lenora Crichlow), dan karena baik Mitchell maupun George adalah sama-sama mahluk supernatural, mereka berdua bisa melihat Annie ibarat melihat manusia biasa.

    Annie menjadi hantu setelah tewas didorong hingga terjatuh dari tangga oleh Owen (Gregg Chillin), yang

    Selengkapnya »dari Ketika Hantu, Vampir & Serigala Jadi-Jadian Berbagi Apartemen
  • Akhirnya, Film Harry Potter yang Enak Ditonton

    Selama mengikuti film-film Harry Potter yang dibuat berdasarkan buku karya J.K. Rowling, hanya satu film yang menurut saya dibuat dengan bagus, yaitu Prisoner of Azkaban, yang disutradari oleh sutradara dari Meksiko, Alfonso Cuarón Orozco. Karya Alfonso sebelumnya sebagai sutradara antara lain Great Expectations dan Children of Men, dan sebagai produser adalah Pan’s Labyrinth.

    Berdasarkan pengalaman menonton film-film Harry Potter lainnya, kecuali tentu saja Prisoner of Azkaban, saya tidak terlalu berharap banyak. Apalagi sutradara Deathly Hallows Part 1, film ketujuh Harry Potter, adalah masih David Yates, yang menyutradari dua film Harry Potter sebelumnya, Order of The Phoenix & Half-Blood Prince, dua film yang bagi saya pribadi masih kurang bagus ketimbang Prisoner of Azkaban. Hanya saja, membaca komentar Herman Saksono bahwa film Harry Potter yang ketujuh ini bagus, saya jadi penasaran ingin membuktikannya.

    Deathly Hallows sendiri adalah bagian terakhir dari kisah Harry Potter,

    Selengkapnya »dari Akhirnya, Film Harry Potter yang Enak Ditonton

Penomoran Halaman

(56 Artikel)

Terpopuler