Seminggu yang lalu melalui grup Facebook "Social Media Strategist Club" — sebuah grup diskusi yang membahas soal dunia kreatif dan media sosial di Indonesia — saya mendapatkan tautan ke sebuah video graphic recorder di YouTube. Judulnya, "Kerennya Pribadi Bangsaku". Rasa haru membuncah di dada saya saat menyaksikan video tersebut, sebab pesan nasionalisme dan cinta tanah air disajikan begitu kental lewat olah grafis yang luar biasa keren.
Video tersebut menayangkan seorang ilustrator yang sedang menggambar beberapa episode yang melukiskan sejarah kebangkitan bangsa, dari proses perjuangan hingga esensi sesungguhnya kepribadian bangsa Indonesia. Diiringi narasi dan lagu "Garuda Pancasila", sketsa-sketsa yang tersaji sangat impresif dan menggugah nurani. Sungguh ini sebentuk tayangan edukatif yang memberikan pencerahan bagi kita dalam memaknai nilai-nilai luhur kepribadian bangsa lewat visualisasi interaktif.
Hari ini saya berkesempatan ngobrol lewat telepon bersama Rendra Almatsier, produser sekaligus narator video tersebut. Rendra mengatakan, video ini dibuat oleh tim KomuniAKSI, yang sebagian besar beranggotakan insan-insan kreatif dunia periklanan. Mereka punya keinginan untuk mempersembahkan tayangan video yang menggugah semangat persatuan bangsa dengan sentuhan beda.
"Bila kami biasanya mengerjakan proyek-proyek komersial dari sejumlah klien, maka proyek video ini adalah sebentuk idealisme kami sebagai anak bangsa dengan mendayagunakan segenap potensi yang kami miliki untuk menghasilkan produk tayangan bernuansa edukatif lewat visualisasi graphic recorder yang bisa diunduh dan disebarluaskan untuk kepentingan sosialisasi nilai-nilai luhur kebangsaan. Inilah sebentuk ekspresi cinta kami pada Indonesia," kata Rendra yang bekerja di Impro atau "Infinity Motion Project" ini.
Rendra, kelahiran 23 Agustus 1973, menjelaskan proyek "Kerennya Pribadi Bangsaku" dikerjakan selama seminggu dengan konsep cerita dari Pena Adiapura, ilustrasi Deny Rodendo, penulis naskah Yaya Hidayati, juru kamera Dhoro Muttaqin serta dukungan tim KomuniAKSI. Selain video ini, sebuah video graphic recorder lain berjudul "Pancasila sebagai Manual Bangsa" juga mereka hasilkan. Yang menarik adalah video hasil garapan mereka bahkan pernah ditayangkan dalam sebuah sesi pengajaran mata kuliah filsafat di sebuah universitas.
Menutup perbincangan singkat kami, Rendra mengatakan bahwa jika kita ingin bangsa ini membaik, kita harus mulai membicarakan hal-hal yang sudah baik di bangsa ini. "Dan kita percaya juga bahwa images inspires action, bahwa segala tindakan itu harus diawali dari mimpi yang jelas", tambahnya.
Salut untuk tim KomunikAKSI , ditunggu karya-karya kreatif berikutnya untuk bangsa ini!

