Amril Taufik Gobel
  • Kontroversi soal “turunnya” film-film Hollywood dan film asing lainnya dari layar bioskop Indonesia pasca penerapan bea masuk baru oleh Dirjen Beacukai yang kian “memanas” akhir-akhir ini, ternyata tidak menyurutkan niat komunitas blogger film Indonesia menyatakan apresiasinya melalui ajang Indonesia Movie Blogger’s Choice Award 2011. Ajang ini digagas oleh komunitas yang terdiri atas para blogger Indonesia yang aktif menuliskan, kritik, tinjauan/pendapat atau kesan mengenai dunia sinema melalui media blog. Komunitas ini aktif berinteraksi di milis mereka di Yahoogroups : Indonesian_mbc.

    Film-film yang sudah ditayangkan di layar bioskop Indonesia baik secara regular lewat jaringan bioskop nasional maupun melalui festival-festival film serta film-film yang beredar lewat media home video orisinil mulai 1 Januari 2010 sampai 31 Desember 2010 adalah film-film yang diseleksi dalam ajang ini.

    Apresiasi yang diberikan para “movie bloggers” Indonesia ini menjadi sebuah energi positif bagi

    Selengkapnya »dari IMBlog 2011: Piala Oscar ala Blogger Film Indonesia
  • Langkah pasti dan ringan saya ayunkan ke bioskop untuk menonton film “King Speech” yang menggondol 12 nominasi Acedemy Awards 2011 dan sang pemeran utama, Collin Firth mendapatkan penghargaan aktor terbaik dalam Golden Globe 2011 ini. Dengan prestasi yang diraih sebesar itu, bagi saya akan menjamin memperoleh tontonan berkualitas dan “berkelas”.

    Dan dugaan saya benar adanya. “King Speech” sungguh menyajikan tampilan sinematografi yang indah dan apik, mutu akting pemain yang memukau dan yang telah membuat saya takjub adalah ide cerita unik dan “tidak biasa”. Di bawah arahan sutradara Tom Hooper (The Damned United,2009) film ini menampilkan “greget” dan meninggalkan kesan mendalam seusai menonton.

    Ketidakmampuan Albert Frederick Arthur George, The Duke of York (Colin Firth) yang kemudian kelak dikenal sebagai Raja George VI dalam berkomunikasi dengan baik didepan umum menjadi sebuah kendala tersendiri. Pangeran Albert atau biasa dipanggil Bertie ini tidak percaya diri, gagap berbicara

    Selengkapnya »dari The King’s Speech : Saat Sang Raja Gagap Bersabda
  • Saya merasakan sebuah sensasi tersendiri yang menghentak ketika menonton film ini. Sebagai sebuah film fantasy horror, sajian sinematografis "The Hole" seakan membawa imaji penontonnya dalam lanskap ketakutan sekaligus rasa penasaran yang tinggi sekaligus. Sungguh sebuah paduan yang pas dengan suguhan alur cerita sederhana tapi dengan ritme peralihan adegan demi adegan yang digarap rapi dan sistemik. Inilah sebuah film yang menandai "come back"-nya Joe Dante yang pernah menyutradarai film fenomenal The Howling (1981) dan Gremlins (1984).

    Kisah ini diawali kepindahan Dane (Chris Massoglia) dan Lucas Thompson (Nathan Gamble) bersama ibu mereka,Susan (Teri Polo) ke sebuah rumah dari New York menuju sebuah kota kecil bernama Bensonville. Migrasi ini tentu membuat mereka mesti menyesuaikan diri dalam suasana di lingkungan baru. Dane dan Lucas secara tak sengaja menemukan sebuah lubang misterius di dasar rumah mereka yang terkunci rapat. Keduanya lalu membuka lubang itu. Bersama gadis

    Selengkapnya »dari The Hole: Lubang Misterius di Dasar Rumah
  • Setelah memasukkan film The Green Hornet menjadi salah satu film spektakuler 2011 dalam salah satu artikel di Yahoo OMG Indonesia, hasrat saya untuk menonton film yang diadaptasi dari program serial radio terkenal karya George. W Trendel antara tahun 1936-1952 ini kian menggebu.

    Digarap oleh sutradara Michel Gondry yang pernah mengarahkan film Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004) dan Be Kind Rewind (2008), film berdurasi 119 menit dan diproduksi oleh Columbia Pictures ini menyuguhkan sebuah “warna” baru sosok sang superhero.

    Seth Rogen (Funny People 2009, Superbad 2007) berperan sebagai Britt Reid , pemuda berusia 28 tahun yang memiliki hobi berfoya-foya dan menikmati berbagai kesenangan duniawi mendadak memperoleh sebuah amanah baru pasca kematian sang ayah, James Reid (Tom Wilkinson). Sebagai pewaris, ia diminta mengelola harian The Daily Sentinel yang sangat terkenal karena merupakan merupakan salah satu surat kabar yang sangat tajam melakukan kritik di Amerika Serikat.

    Selengkapnya »dari The Green Hornet : Superhero Dengan Kharisma Apa Adanya
  • "Faktor" Andi Lau dan Jackie Chan, menjadi pertimbangan saya untuk menonton film kolosal Shaolin yang konon sangat dipengaruhi dari film klasik The Shaolin Temple (1982) arahan sutradara Chang-Hsin Yen dan berhasil mengangkat nama Jet Li sebagai Bintang spesialis beladiri kungfu ini. Kedua bintang besar sekelas Andi Lau dan Jackie Chan, bagi saya senantiasa menjadi tolok ukur subyektifitas saya dalam menakar kualitas sebuah film laga Mandarin. Dibawah arahan sutradara Benny Chan (City Under Siege,2010) dan didukung oleh penulis naskah Alan Yuen, film ini menyajikan sebuah tontonan yang apik dengan re-interpretasi serta re-improvisasi baru film Shaolin Temple dalam format masa kini yang lebih renyah dan spektakuler.

    Film ini mengisahkan perjalanan Jenderal Hou Jie (Andi Lau) yang menjadi panglima angkatan perang yang angkuh dan kejam serta baru saja menaklukkan wilayah Deng Feng bersama sang asisten, Cao Man (Nicholas Tse). Dalam sebuah pertarungan, Hou Jie berhasil mengalahkan salah

    Selengkapnya »dari Shaolin: Tercerahkan Seusai Tragedi
  • Setelah menonton The American (bisa anda baca resensinya dibagian lain halaman ini), saya kembali menonton aksi seorang pembunuh bayaran professional yang diperankan oleh aktor laga yang melejit lewat film The Transporter dalam “The Mechanic”. Film ini merupakan “remake” film serupa berjudul sama dimana sang pemeran utama Arthur Bishop dimainkan oleh Charles Bronson (dirilis perdana tahun 1972). Jason memainkan karakter Arthur Bishop masa kini tentu dengan interpretasi dan gaya berbeda.

    Film berdurasi 92 menit dan disutradarai oleh Simon West ini menyajikan adegan-adegan aksi spektakuler. Sebagai pembunuh bayaran professional, Arthur memaknai tugas yang diberikan dengan baik serta berusaha untuk tidak melibatkan emosi didalamnya, sehebat apapun kejadiannya. Ia menunaikan kewajiban itu secara rapi, terperinci dan membuatnya laksana sebuah gaya hidup sebagai “pencabut nyawa yang dingin dan misterius”.

    Segalanya mendadak menjadi tak sama lagi ketika guru sekaligus mitra Arthur, Harry

    Selengkapnya »dari The Mechanic : Dilema Sang Pembunuh Bayaran
  • Setelah melalui desakan frontal, repetitif dan sistemik dari kedua anak saya serta tentu saja ingin tahu bagaimana film kartun klasik Yogi si Beruang pencuri keranjang piknik yang pernah menjadi film favorit saya dimasa kecil diracik dalam format "live action" (gabungan animasi plus aksi nyata) dan 3D, saya akhirnya menonton Yogi Bear akhir pekan silam. Film yang berdurasi 82 menit dan dibuat dengan budget US$ 80 juta ini disutradarai oleh Eric Brevig yang berpengalaman mengarahkan film Pearl Harbour(2001) dan Men in Black(1997).

    Salah satu daya tarik film ini adalah penampilan penyanyi muda berkarir gemilang Justin Timberlake yang mengisi suara sahabat Yogi Bear, Boo-Boo. Timberlake yang memerankan dengan apik tokoh Sean Parker sang penemu situs Napster dalam film The Social Network ini, sebelumnya memang memiliki pengalaman mengisi suara Arthur Pendragon dalam film animasi Shrek.

    Ini menjadi salah satu modal penting baginya mengisi suara Boo-Boo. Apalagi menurutnya dalam sebuah

    Selengkapnya »dari Yogi Bear : Petualangan Kocak si Beruang Lucu
  • Melalui poster film yang atraktif, George Clooney telah berhasil "memanggil" saya untuk kembali menonton aksi fenomenalnya di bioskop lewat film The American. Poster film sederhana bergambar sang aktor tampan yang pernah berperan sebagai Batman dalam film "Batman & Robin" (1997) tersebut berlari dengan pistol di tangan kanan dan latar wajah perempuan dibelakangnya sungguh membawa "pesan" kuat bahwa film yang disutradarai oleh Anton Corbijn ini bakal menawarkan tontonan seru, tegang dan menghibur. Saya tak ragu-ragu lagi masuk ke gedung bioskop dan ingin segera merasakan sensasinya.

    Film yang diangkat lewat novel karya Martin Booth berjudul "A Very Private Gentlemen" ini memang memberikan "panggung" spesial buat George Clooney untuk mengeksplorasi kemampuan aktingnya setelah sebelumnya bermain bersama sejumlah artis tenar Hollywood lainnya di film Ocean Eleven (2001), Ocean's Twelve (204) dan Ocean's Thirteen (2007). Ada begitu banyak adegan "one man show" George Clooney di film ini

    Selengkapnya »dari The American: Perjalanan Terakhir Sang Pembunuh Bayaran
  • Membuka tahun 2011 saya tidak melewatkan kesempatan untuk menonton aksi Johnny Deep dan Angelina Jolie yang masing-masing pernah dinobatkan menjadi The Sexiest Man and Sexiest Women Alive versi Majalah People ini dalam film The Tourist. Paduan kecantikan Angelina Jolie dan ketampanan Johnny Deep ditambah lagi eksotisme Paris dan Venice yang menyajikan keindahan alam serta menjadi latar tempat film ini , begitu memukau, membuat film yang diarahkan oleh sutradara asal Jerman Florian Henckel von Donnersmarck (The Lives of Others, 2006) tersebut memiliki daya tarik lebih.

    Sensualitas Angelina Jolie sebagai Lara Croft di film "Tomb Raider" atau gaya cool dan cuek Johny Deep sebagai Captain Jack Sparrow dalam film "Pirates of Caribbean" yang fenomenal menjadi pertimbangan saya untuk menyaksikan bagaimana dua bintang besar Hollywood ini beradu peran dalam satu frame.

    Dikisahkan, Elise Clifton-Ward (Angelina Jolie) seorang wanita Inggris, dimata-matai oleh intel Scotland Yard yang dikepalai

    Selengkapnya »dari Terjebak Konspirasi dan Cinta
  • Memasuki tahun 2011, setelah menyampirkan harapan tinggi-tinggi pada resolusi yang akan kita capai di Tahun Kelinci ini, ada baiknya kita simak beberapa film-film spektakuler Hollywood yang “layak tonton” dan pantas masuk dalam rekomendasi sepanjang tahun 2011. Banyak diantaranya merupakan sekuel atau prekuel film sukses sebelumnya. Ini dia 10 film pilihan terbatas yang masuk dalam daftar film prioritas yang akan saya tonton tahun ini (moga-moga selera saya selaras pula dengan selera anda):

    Green Hornet (Januari 2011) :
    Seth Rogen (Knocked Up, Pinneaple Express) berperan sebagai Britt Reid pahlawan bertopeng Green Hornet dalam film yang diarahkan oleh sutradara Michael Gondry ini. Britt adalah putra seorang pemilik surat kabar dan dalam aksinya ia ditemani oleh karyawan ayahnya, Kato (peran ini pernah dimainkan pula oleh alm. Bruce Lee) yang diperankan oleh artis Taiwan, Jay Chou. Dikisahkan dalam film yang diangkat dari serial Radio ciptaan George W Trendle berjudul sama dan akan rilis

    Selengkapnya »dari 10 Film Hollywood Spektakuler 2011

Penomoran Halaman

(27 Artikel)